Seusai Persalinan Bayi di Hongkong Dinyatakan “Mengandung”

Bayi asal Hongkong ditemukan “mengandung” seusai dilakukan persalinan. Bagian kiri perut bayi terdapat benjolan yang mencurigakan sehingga tim dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata bayi perempuan “mengandung” kembaran sendiri.

Bagaimana bisa janin kembarannya tertelan ke dalam tubuh bayi? Penemuan yang dilakukan tim dokter menemukan di dalam tubuh bayi ada struktur sejenis janin yang tidak terbentuk sempurna. Posisinya berada di ginjal dan liver yang memiliki berat 50 gram dan pada bagiannya hanya memiliki berat kurang lebih 18 gram.

Janin yang berada di dalam perut bayi yang baru selesai persalinan tersebut menimbulkan dugaan oleh tim dokter. Pertama tim dokter menduga bahwa itu bukan merupakan janin melainkan adanya teratoma atau sejenis tumor yang umum ditemukan pada wanita usia produktif. Kedua, tim dokter menduga bahwa bayi yang lahir dengan berat 4.008 gram itu mengalami fetus in fetu dimana kondisi janin bisa tumbuh di dalam tubuh bayi. Kondisi Fetus in Fetu merupakan kondisi yang langka bahkan hanya terjadi satu berbanding lima ratus ribu kelahiran di dunia.

Bahkan laporan yang didapatkan dari Hong Kong Medical Journal janin sudah memiliki struktur dua tangan, kaki, sumsung, tulang belakang, otak, tulang rusuk, usus dan juga tali pusar. Selain struktur yang sudah terbentuk, penemuan selanjutnya yaitu kedua janin dan bayi memiliki struktur DNA yang sama. Dari penelitian tersebut menguatkan bukti bahwa pada awalnya ibu “mengandung” bayi kembar tiga yang berjenis kembar identik akan tetapi hanya satu bayi yang bisa selamat.

Sedangkan kondisi kedua janin yang berada di dalam perut bayi dapat terjadi karena tersedot masuk ke dalam tubuh saudaranya pada usia kehamilan 10 minggu sebelum pertumbuhan kedua janin tersebut terhenti. Meskipun demikian penelitian tidak dapat menemukan penyebab kedua janin berada di dalam tubuh bayi tersebut.

Sedangkan menurut dokter kandungan Dr mengatakan bahwa tim dokter tidak dapat mendeteksi adanya pertumbuhan janin di dalam tubuh bayi terutama pada lima minggu kehamilan. Selain itu dokter yang Dr.Contivelle yang berasal dari University Hospitals Case Medical Center, Cleveland, Ohio mengatakan bahwa beliau tidak melihat langsung kondisi bayi meskipun beliau merupakan pakar dalam hal fetus in fetu dan terotama akan tetapi beliau mengatakan seperti yang dikutip dari ABC news  bahwa fetus in fetu merupakan kondisi langka bahkan dalam 30 tahun menjadi dokter baru melihatnya satu kali.

Sedangkan fetus in fetu sendiri adalah kondisi dimana terjadi kelainan yang berhubungan dengan bayi yang merupakan kelainan yang terjadi karena janin terjebak di dalam saudara kembar. Janin yang terus hidup ini merupakan parasit bahkan setelah kelahiran bayi akan membentuk struktur umbilical yang akan menyedot persedian darah kembarannya. Fetus in fetu umumnya bisa terjadi sangat dini pada kehamilan kembar dimana kondisi salah satu janin membungkus yang lainnya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel