Sakit Langka, Bayi Mengeluarkan Cairan Dari Hidung Setelah Diberi Susu

Georgie Yorke, bayi kelahiran Consett-Inggris mengalami cacat sejak lahir yaitu pada bagian sambungan kerongkongan dan perut bayi mengalami kondisi langka yang membuat bayi menderita. Kondisi ini menyebabkan bayi menderita ketika menelan makanan atau minuman.

Georgie tumbuh menjadi bayi sehat seperti umumnya, tanpa menunjukan kelainan.Bahkan apabila dilihat dari bobot tubuhnya bayi ini memiliki berat badan yang cukup bahkan tergolong gemuk. Meskipun demikian bayi yang memiliki pipi chubby itu ternyata mengalami cacat sejak lahir yang dinamakan oesophageal atresia.

Oesophageal atresia merupakan kondisi tidak ada lubang muara, pada penderita kasus atresia esophagus ujung mengalami ujung mengalami buntu sedangkan pada bagian 1/4-1/3 bagian bawah berhubungan dengan trakea setinggi karina yaitu astresia esophagus dengan fistula. 

Menurut kisah sang ibu, Stacey Rose yang dikutip di Daily Mail menyatakan bahwa ketika melahirkan sesar anaknya Georgie, dia tidak langsung menggendong. Baru dapat menggendong dan menyusui anaknya ketika malam hari dan menemukan kondisi abnormal dimana cairan justru keluar dari hidung dan mulut anaknya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Pertama kali mengalami kondisi tersebut sang ibu merasa kalau dia beum begitu ahli menyusui sehingga meminta perawat untuk memberikan susu. Barulah ditemukan kondisi yang tidak normal ketika perawat juga menemukan pernapasan yang tidak baik di dalam tubuh Georgie.

Selanjutnya untuk memberikan pertolongan pada Georgie maka dipindahkan pada ruangan khusus untuk menjalani scanning dengan menggunakan sinar X. Sehingga dokter mengatakan bahwa Georgie terlahir dengan kondisi 'oesophageal atresia' dimana bagian atas kerongkongan tidak tersambung dengan bagian perut, inilah yang menyebabkan pemberian ASI yang dilakukan ibunya pertama kalinya tidak masuk ke dalam perut.

Kondisi yang dialmi Georgie yaitu Oesophageal atresia biasanya disertai dengan tracheosophangel fistula, kondisi bagian kerongkongan dan trakea menyatu, sedangkan pada keadaan normal seharusnya terpisah satu sama lain. Sehingga mau tidak mau akhirnya harus mengalami tindakan bedah, operasi.

Georgia harus mengalami tindakan operasi untuk mengatasi kondisi Oesophageal atresia dan dilaksanakan pada usia 22 jam dari kelahirannya. Pertama kali dilakukan operasi pada tanggal 12 Juli 2014.Adapun prosedurnya sendiri berlangsung selama lima jam kemudian dilanjutkan dengan perawatan intensif. Perawatan intensif membantu Georgie untuk cepat pulih sama dengan anak lainnya. Salah satu rumah sakit yang dipilih adalah rumah sakit di Newcastle, Great North Children's Hospital.

Orang tua mana yang sanggup melihat anaknya menderita, berulang kali kesulitan menelan cairan yang diberikan. Begitu pula dengan orang tua Georgia yang tidak siap dengan kondisi anaknya akan tetapi demi kesembuhan Georgia dan hidup normal seperti anak lainnya operasi berlangsung hingga Georgie mengalami lima kali operasi untuk memperbaiki saluran pernapasan.

Kondisi yang dialami oleh Georgia merupakan kelainan bawaan yang berhubungan dengan pencernaan hingga sampai saat ini penyebabnya belum ditemui, terdapat hubungan atresia esophagus pada keluarga juga dapat menjadi pemicu risiko terjadi lebih besar dibanding yang tidak memiliki keturunan atresia esophagus. Bahkan risiko atresia esophagus lebih meningkat pada anak yang terlahir kembar.

Meskipun kondisi Georgie belum sembuh total akan tetapi orang tua Georgie Stacey dan suaminya bersyukur meski kondisi belum pulih akan tetapi anaknya sudah terlihat ceria, bahkan di usianya delapan bulan Georgie sudah dapat dibawa pulang ke rumah bersama dengan orang tuanya di Consett, Country Durham.

 

Loading...

Follow us