Sakit Kepala Saat Puasa | Penyebab dan Cara Mengatasinya

5/5 (3)

Seluruh umat muslim di seluruh dunia sekarang sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan. Tak jarang penyakit-penyakit bermunculan saat menjalankan puasa. Selain masalah pencernaan yang sering terjadi, sakit kepala saat puasa juga merupakan salah satu keluhan yang cukup umum dirasakan.

Sakit kepala adalah kondisi dimana kepala terasa sakit dengan tingkat keparahan yang bermacam-macam. Sakit kepala bisa diatasi dengan obat pereda nyeri, meminum air putih yang cukup, serta banyak beristirahat. Lantas apa yang harus kita lakukan jika sakit kepala saat puasa kambuh?

sakit kepala saat puasa

Tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan sakit kepala kambuh saat puasa dan bagaimana cara mengatasinya. Penyebab sakit kepala kambuh saat puasa dapat berbeda-beda pada setiap orangnya. Hal tersebut tergantung pada kondisi fisik, dan tingkat kesakitan yang dirasakan.

Penyebab Sakit Kepala saat Puasa

Sakit kepala saat puasa tentu tidak akan terjadi jika tidak ada penyebabnya. Anda tentu penasaran kan apa saja penyebab sakit kepala bisa kambuh saat puasa? yuk simak point-point berikut.

Kurang Asupan Cairan atau Dehidrasi

Bila tubuh kekurangan asupan cairan ketika sahur maupun berbuka, tentu akan memicu dehidrasi. Dehidrasi akan menyebabkan volume otak yang menyusut dan tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Akibatnya, selaput otak akan mengirimkan signal rasa sakit pada seluruh bagian otak.

Gejala dehidrasi yang umum terjadi selain sakit kepala yaitu, tubuh mudah lemas, otot-otot keram, kesulitan berkonsentrasi, urin berwarna gelap, kulit mudah kering dan mengelupas serta lain-lain. Alangkah baiknya anda mengkonsumsi cairan minimal 8 gelas atau 2 liter per harinya. Yaitu dengan meminum 4 gelas air putih saat berbuka, 2 gelas saat menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

Hipoglikemia atau Kadar Gula Darah Kurang dari Normal

Hipoglikemia dapat terjadi karena kadar gula darah dalam tubuh menurun drastis. Sakit kepala yang dirasakan saat puasa juga bisa di sebabkan karena kondisi tersebut. Glukosa pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh otak sebagai sumber energi. Jika anda tidak makan dan minum dalam waktu yang cukup lama, tubuh yang kekurangan gluosa tidak akan bisa memompa darah ke otak.

Hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, mual, pusing, bahkan linglung. Orang yang mengidap hipoglikemia jika tidak diatasi dengan segera bisa saja hilang kesadaran atau pingsan. Jika anda meraskan gejala-gejala tersebut sebaiknya anda segera periksa kadar gula darah anda ke dokter sesegera mungkin.

Gejala Putus Kafein

Jika kamu adalah pengidap kopi, sakit kepala saat puasa akan rentan terjadi. Gejala putus kafein yaitu sakit kepala, lemas, mual, gelisah dan sulit berkonsentrasi. Gejala tersebut mampu bertahan seharian penuh bahkan sampai dua bulan. Tergantung pada tingkat konsumsi kafein tersebut.

putus kafein

Saat puasa, tentu saja anda tidak bisa minum kopi sebanyak biasanya atau bahkan tidak dapat meminum kopi sama sekali. Dan jika anda sebagai pecandu kopi tentu akan sangat beresiko mengalami gejala putus kafein. Gejala yang mungkin terjadi adalah lemas, mual, cemas dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Gejala tersebut dapat bertahan selama seharian penuh bahkan berbulan-bulan. Tergantung tingkat kafein yang dikonsumsi.

Pola Tidur yang Berubah

Pada bulan ramadhan, mungkin semua umat muslim yang menjalankan nya akan mengalami pola tidur yang berubah. Hal tersebut dikarenakan harus bangun lebih pagi untuk melaksanakan sahur. Akibat dari itu, mungkin akan terjadi perubahan pola tidur jadi kurang atau jam biologis berubah.

Kurangnya tidur dapat beresiko menyebabkan sakit kepala. Pasalnya, saat kurang tidur akan meningkatkan produksi protein jenis tertentu yang ada pada otak. Protein tersebut dapat memicu reaksi pada saraf yang akan menyebabkan munculnya sakit kepala. Sebaiknya anda jangan tidur terlalu larut malam dan usahakan tidur 1-2 jam pada siang hari.

Penderita Asam Lambung

Pada penderita maag yang kronis tentu akan mengalami sakit kepala. Rasa sakit tersebut kadang disertai dengan rasa mual dan muntah. Bagi penderita maag, sebaiknya menjaga pola makan yang teratur dengan bersahur secara rutin, tidak menunda buka puasa. Serta mengkonsumsi makanan yang baik untuk penderita maag.

Seperti makanan yang mengandung tinggi serat. Akan tetapi pada jenis makanan yang mengandung gas tidak dianjurkan bagi penderita maag. Serta harus menghindari makanan pedas yang mampu mengikis dinding lambung.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Puasa

Cara mengatasi sakit kepala saat puasa tentu harus diketahui bagi penderitanya. Berikut point-point cara mengatasi sakit kepala kambuh saat puasa yang bisa anda lakukan.

Pijat Ringan

Melakukan pijatan secara ringan pada daerah wajah dan kepala mampu meringankan rasa sakit kepala saat puasa. Anda bisa memulainya dengan gerakan melingkar menggunakan jari dari arah kedua tulang pipi. Kemudian perlahan anda geserkan jari semakin ke atas yaitu ke sisi luar daerah mata. Dari sisi luar mata, anda teruskan ke bagian dahi tengah sampai jari-jari tangan anda bertemu.

Hindari Cahaya yang Terlalu Silau

Hal yang dapat memicu rasa sakit pada kepala semakin parah yaitu cahaya yang terlalu silau. Cahaya seperti televisi, cahaya laptop, komputer bahkan jendela yang terlalu silau dapat memicu kepala semakin sakit. Selama anda sakit kepala, sebaiknya anda hindari dulu cahaya-cahaya yang terlalu silau. Anda dapat menutup tirai atau juga dapat anda turunkan pengaturan cahaya yang ada pada komputer dan telpon genggam anda.

Kompres Dingin

Cara selanjutnya yang bisa anda lakukan yaitu dengan mengompres kepala dengan es batu atau air dingin yang dibalut kain. Anda bisa menempelkan nya di bagian kepala yang terasa sakit. Kompres dingin yang dilakukan mampu meredakan peradangan saraf atau pembuluh darah di dalam otak. Jika di tempat anda tidak ada es batu, anda bisa mengompres dengan air dingin saja lalu anda lakukan pijatan ringan pada lokasi nyeri.

kompres dingin

Istirahat dan Berbaring

Jika anda mengalami sakit kepala saat puasa disela-sela waktu kerja anda, sebaiknya anda hentikan dulu pekerjaan dan berbaring sejenak. Kegiatan yang berat-berat akan mempengaruhi sakit kepala semakin menjadi-jadi. Jika itu terjadi, alangkah baiknya anda istirahat dan berbaring. Istirahat dan berbaring mampu menurunkan rasa sakit pada kepala yang terjadi.

Baca Juga : 10 Penyebab Sakit Kepala Ketika Bangun Tidur

Itulah rangkuman yang kami sajikan tentang penyebab sakit kepala saat puasa dan cara mengatasinya. Sebagian besar orang yang menjalankan ibadah puasa tentu menginginkan ibadah puasanya berjalan dengan lancar tanpa adanya penyulit apapun salah satunya sakit kepala. Jika sakit kepala muncul dan tidak dapat ditahan, sebaiknya anda segera berbuka dan minum obat pereda nyeri untuk meredakan rasa sakit tersebut.

Jika sakit tersebut berlanjut, anda harus periksakan sesegera mungkin ke dokter untuk pemberian obat. Serta konsultasikan dosis yang benar untuk di konsumsi selama  bulan ramadhan. Selain itu anda harus tetap membiasakan pola hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi serta olahraga ringan secara teratur.

Semoga Bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply