Perjuangan Bocah Delapan Tahun Untuk Menghidupi Keluarganya

Baginya kebahagian bisa membantu orangtuanya meskipun hanya menghasilkan puluhan ribu perhari. Bagi Ari sangat senang bisa membantu kakak dan adiknya yang masih kecil, begitu juga meringankan beban kedua orangtuanya. Penghasilan yang didapatnya dipergunakan ibunya untuk membeli beras apabila gaji ayahnya belum dibayar.

Meskipun ia harus berjualan setiap pagi namun Ari merupakan anak yang rajin. Ia di sekolah termasuk anak yang baik. Bahkan jadwal kerjanya yang rutin untuk membantu ibunya berjualan membuat Ari bersemangat sekolah. Ia mengikuti masuk kelas siang untuk bisa mendukung jualan donat di pagi harinya. 

Ari tidak merasa sama sekali terganggu dengan jadwal sekolahnya, Ia mengaku bahwa tempat sekolahnya SDN Manggali masuk pukul 13.00 jadi di pagi harinya bisa berjualan. Meskipun usianya masih muda akan tetapi semangat sangat penting untuk dicontoh.

Ia tidak pernah risih dengan profesinya sebagai penjual donat. Menurut Ia kegiatan yang ia lakukan bukan merupakan yang salah. Meskipun Ia menyadari akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan anak seusianya. Ia merasa menikmati menjadi seorang siswa dan penjual donat untuk keluarganya.

Ketika ditanya untuk menggambarkan mimpinya ia tidak terlalu mencemaskan apapun profesinya nanti. Bagi dia keingiananya saat ini adalah donat yang ia jual laris manis dan banyak yang menyukai. Sehingga ia bisa membawa keluarganya untuk bisa bertahan hidup.

Ari merupakan salahsatu anak dari jutaan anak yang terpaksa banting tuang untuk keluarga. Menurut data, sekitar 4,05 juta dari jumlah 5-17 di tahun 2009, termasuk dalam katagori anak yang bekerja.

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons