data-ad-format="auto"

Perilaku Orang Tua yang Berbahaya Terhadap Perkembangan Anak

Orang tua sejatinya adalah panutan dan tauladan untuk anaknya. Setiap perilaku kita sebagai orangtua nantinya secara tidak langsung akan ditiru dan dicontoh oleh si anak. Untuk itulah menjaga perlilaku dan tingkah laku adalah hal penting yang harus senantiasa di lakukan oleh para orangtua jika menginginkan anak mereka tumbuh dengan memiliki budi perkerti dan tatakrama yang baik. Terutama bagi anak kecil yang baru mengenal lingkungan dan belajar untuk mengenal kehidupan.

Orang tua merupakan cerminan kehidupan untuk anak-anaknya. Sebab orangtualah yang mendidik dan membesarkan mereka hingga dewasa. Selain itu, orangtua juga merupakan sosok yang berperan penting dalam sebuah rumah tangga. Menjadikannya sosok yang dikagumi dan sebagai percontohan untuk anak-anaknya. Untuk itulah tidak heran jika anak-anak akan cenderung meniru segala hal yang dilakukan oleh orang tuanya.

Setiap perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak umumnya tidak terlepas dari apa yang mereka saksikan dan mereka dengar dari lingkungan sekelilingnya. Hal tersebutlah yang kemudian mereka coba realisasikan dengan cara menirunya. Dengan demikian kita dapat membayangkan seberapa pentingnya peranan orangtua untuk anak-anaknya. Dan betapa besarnya bahaya orangtua jika memiliki perilaku yang tidak baik dalam penglihatan serta pendengaran untuk anak-anaknya.

Nah, berikut ini ada beberapa daftar perilaku yang sebaiknya tidak dilakukan oleh orangtua sebab hal ini akan berbahaya terhadap perkembangan anak terutama dalam hal pembetukan etika dan moralnya.

1. Perbuatan

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Perbuatan merupaka akitivitas yang paling mudah untuk dilihat. Umumnya kecenderungan seorang anak akan lebih sering mempraktikan apa saja yang baru pertama kali mereka lihat. Contohnya, ketika si anak menonton tayangan favoritnya, maka secara otomatis anak akan mulai melakukan upaya untuk dapat menirukan tokoh favoritnya dalam tayangan tersebut. Hal inipula yang akan terjadi jika orangtua memiliki perilaku yang tidak baik. Bisa anda bayangkan jika orangtuanya seringkali melakukan hal-hal yang tidak tercela seperti buang angin sembarangan, mengupil seenaknya atau mungkin buang sampah sembarangan, maka jangan heran jika anda mendapati anak anda seringkali melakukan hal yang serupa.

2. Merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk bagi seorang ayah jika dilakukan didepan anak-anaknya, apalagi jika kegiatan yang satu ini dilakukan pula orang seorang ibu. Selain berbahaya untuk kesehatan anak, hal ini juga akan berpengaruh terhadap pola pikir anak yang beranggapan bahwa hal tersebut diperbolehkan. Anak-anak akan cenderung  untuk berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukan orangtuanya didepan anaknya dianggap menjadi suatu hal yang legal mereka lakukan. Jika hal ini terjadi, maka bahaya yang paling ditakutkan akan terjadi yakni sang anak akan meniru dan belajar untuk merokok. Hal seperti ini sudah banyak dibuktikaan saat ini, misalnya saja anda akan dengan mudah menjumpai anak-anak yang masih dibawah umur seperti anak SMP sudah mulai merokok dipinggir jalan dan bolos sekolah.

3. Bertengkar

Dalam sebuah rumah tangga sebuah permasalahan memang kerap kali menjadi cobaan. Baik pertengkaran kecil maupun masalah besar mungkin pernah terjadi dalam rumah tangga. Namun sebaiknya, seberapa kecil ataupun seberapa besar masalah tersebut, sebaiknya orangtua bisa menjaga dan tidak mempertontokan pertengkarannya di hadapan anak. Sebab hal ini akan membawa dampak negatif pada penglihatan dan pendengaran terhadap sosok yang seharusnya menjadi contoh bagi anak-anak. Ketika pertengkaran sudah menjadi kebiasaan dalam rumah tangga, maka hal ini akan membuat anak menjadi tidak betah berada di rumah. Jika hal ini terjadi akan muncul dampak yang lebih berbahaya untuk si anak yakni anak yang bisa saja terjebak dalam pergaulan yang salah.

Demikian daftar beberapa perilaku orangtua yang berbahaya terhadap perkembangan anak. Dengan mengetahui seberapa bahaya dampak perilaku tersebut jika dilakukan didepan, maka diharapkan orangtua dapat lebih berhati-hati dengan tidak melakukannya di depan anak-anak.

Loading...

Follow us