Penyebab Nyeri Pada Persalinan

3.75/5 (4)

 

Pada saat proses persalinan, kebanyakan wanita mengalami rasa nyeri yang cukup hebat, terkadang hingga melebihi dugaan anda sebelumnya. Menurut beberapa ahli rasa sakit yang terjadi pada proses persalinan tersebut terjadi akibat terdapat kerusakan jaringan nyata. Rasa sakit pada proses persalinan ini akan melewati beberapa tahapan. Seperti tahap yang pertama ialah pembukaan, biasanya rasa sakit yang terjadi pada tahap ini disebabkan oleh terjadinya kontraksi pada rahim serta peregangan pada mulut rahim. Pada tahap kedua ialah kelahiran, pada tahap ini rasa sakit yang timbul disebabkan oleh peregangan dasar pada panggul serta pengguntingan perineum atau bibir kewanitaan jika hal ini di perlukan. Pada tahap ketiga ini yaitu rasa sakit yang terjadi disebabkan oleh pelepasan pkasenta. Dan pada tahap yang terakhir ini rasa nyeri ditimbulkan oleh penjahitan pada luka perineum.

Pada umumnya, rasa sakit yang terjadi dimulai pada bagian bawah area punggung, dan kemudian menyebar pada bagian di bawah perut anda termasuk pada kaki anda. Selain itu rasa sakit saat melahirkan normal ini dimulai dengan rasa seperti tertusuk hingga mencapai puncak dan kemudian hilang dengan sendirinya. Beberapa wanita merasakan hal ini sama seperti kram pada saat haid yang cukup parah dan gangguan pada saluran pencernaan seperti diare. Menurut para medis, rasa sakit akibat kontraksi ini dapat dikategorikan seperti bersifat tajam juga panas (somatic sharp and burning). Rasa sakit yang terjadi ketika kepala bayi anda muncul di area kewanitaan anda. Jaringan di antara area kewanitaan dengan anus atau perineum ini terentang dengan kencang yang di sebabkan kepala bayi tersebut mendorongnya hingga terbuka. Sakit yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan diakibatkan oleh perobekan jaringan ini.

Hal yang dapat menyebabkan sakit yang semakin parah ialah :

1.    Faktor keadaan fisik. Pada saat persalinan dilakukan dengan episitomi, induksi serta penggunaan beberapa alat bantu seperti forsep ataupun vacum agar bayi dapat di keluarkan, pemutaran posisi bayi yang diakibatkan oleh posisi bayi sungsang. Dengan begitu ibu akan merasakan lapar dan juga haus akibat kelelahan.

2.    Faktor psikologis, misalnya ketika anda melakukan persalinan sendiri tanpa di dampingi oleh suami atau keluarga biasanya anda akan merasakan ketakutan terhadap sesuatu yang belum anda ketahui tentang persalinan. Dengan begitu anda akan terus menerus memikirkan tentang rasa sakit, merasakan kecemasan, tegang hingga stres.

3.    Faktor tenaga medis. Tenaga medis yang tidak bersahabat, kurang memahami tentang prosedur persalinan atau tidak memahami untuk menggunakan alat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel