Penyebab Mastitis, Masalah yang Sering Dialami Ibu Menyusui

5/5 (1)

Di masa menyusui buah hatinya, ibu bisa saja mengalami masalah yang akan dapat menyebabkan proses menyusui terganggu. Dimana salah satu masalah yang dapat dialami ibu menyusui yaitu mastitis. Berikut ini penjelasan seputar penyebab mastitis pada ibu menyusui.

Penyebab Mastitis

Penyebab Mastitis

Mastitis merupakan suatu kondisi yang biasanya sering dialami oleh ibu menyusui, dimana kondisi ini membuat jaringan pada payudara bengkak dan meradang dengan tidak normal. Masalah mastitis biasanya lebih sering dialami oleh ibu menyusui yang baru melahirkan beberapa bulan atau ketika sedang masa menyusui buah hatinya.

Selain oleh ibu menyusui, mastitis bisa saja dialami wanita yang belum melahirkan dan telah menopause. Penyebab kondisi yang satu ini bisa karena terdapat infeksi pada saluran payudara atau bisa saja tanpa infeksi. Payudara yang mengalami masalah ini biasanya terlihat membengkak, terasa sakit dan warnanya kemerahan. Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan penderitanya demam dan menggigil.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan mastitis pada ibu menyusui seperti berikut ini.

Adanya Sumbatan Pada Saluran Susu

ASI melalui proses yang panjang sebelum keluar dari puting ibu dan diisap oleh si kecil. ASI yang dihasilkan akan dialirkan saluran ASI hingga puting payudara. Hanya saja, saluran ASI tersebut tidak akan selalu lancar. Dalam suatu kondisi tertentu, saluran ASI dapat mengalami sumbatan yang akan menyebabkan penumpukan ASI pada payudara.

Jika penumpukan ASI pada payudara semakin banyak, maka risiko mengalami peradangan akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI yang mengalami penumpukan akan dapat menyebabkan munculnya tekanan.

Masalah sumbatan pada saluran susu tidak akan terjadi tanpa adanya penyebab. Saluran susu bisa mengalami sumbatan disebabkan karena bayi mengisap ASI tidak menempel dengan tepat pada puting ketika sedang menyusu, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mastitis.

Selain itu, kebiasaan bayi yang menyusu pada salah satu sisi payudara saja dapat menyebabkan sumbatan pada saluran susu. Hal ini disebabkan karena ASI yang terus menerus diproduksi tidak keluar karena tidak adanya isapan dari si kecil. Sehingga dengan begitu ASI akan mengalami penumpukan pada salah satu sisi payudara, yang mana pada akhirnya akan menyebabkan aliran susu mengalami sumbatan. Tidak hanya itu, sumbatan pada payudara juga dapat disebabkan karena payudara tidak kosong sepenuhnya ketika menyusui.

Baca juga : Cara Mengatasi Puting Susu Lecet Saat Menyusui 

Adanya Infeksi Bakteri

Selain karena adanya sumbatan pada saluran ASI, mastitis juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri. Pada kulit memang umum terdapat bakteri, namun tidak akan membahayakan. Hanya saja, apabila bakteri pada kulit tersebut menembus kulit maka akan dapat menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan mastitis akan dapat masuk ke dalam jaringan payudara yang disebabkan karena adanya kerusakan pada area sekitar puting.

Sumbatan ASI pada saluran susu juga dapat menyebabkan infeksi. Namun, jika kondisi ASI-nya baik dan segar, perkembangbiakan bakteri tidak akan terjadi.

Adanya masalah atau kerusakan pada puting serta aerola juga akan dapat menyebabkan munculnya masalah mastitis. Hal ini dapat disebabkan karena isapan si kecil pada saat sedang menyusu tidak benar. Selain itu, posisi yang salah pada saat anda memompa payudara juga akan dapat menyebabkan mastitis.

Bakteri yang dapat menyebabkan mastitis bisa berpindah dari mulut si kecil ketika sedang menyusu. Apalagi jika pada puting payudara terdapat luka. Sehingga dengan begitu bakteri akan dapat mudah masuk yang akan menyebabkan mastitis.

Kondisi Mastitis Selain Pada Ibu Menyusui

Selain beberapa penyebab yang sudah disebutkan di atas, ada hal lainnya yang dapat menyebabkan mastitis. Selain ibu menyusui, mastitis juga dapat dialami oleh seorang wanita yang tidak menyusui. Baik itu wanita yang belum menikah atau wanita yang sudah mengalami menopause. Untuk wanita yang belum melahirkan, serta belum menyusui disebut dengan mastitis periductal. Mastitis ini bisa disebabkan karena pada payudara terdapat infeksi.

Dimana infeksi payudara ini bermula di bagian bawah puting muncul peradangan kronis. Hal ini akan dapat menyebabkan puting terasa sakit, terluka bahkan timbul celah. Kondisi seperti ini akan dapat menyebabkan bakteri mudah masuk ke dalam. Mastitis ini biasanya dialami oleh wanita berusia 20 hingga 30 tahun.

Untuk kondisi mastitis yang dialami wanita memasuki atau sudah menopause disebut dengan mastitis ektasia duktus. Kondisi ini disebabkan karena seiring dengan usia yang semakin bertambah saluran pada puting lebih lebar dan pendek. Kondisi ini akan dapat menyebabkan iritasi.

Ciri-Ciri Mastitis Pada Ibu Menyusui

Mastitis biasanya terjadi pada salah satu payudara. Namun, tidak menutup kemungkinan kedua payudara dapat mengalaminya. Bagi ibu menyusui sangat penting untuk mengetahui gejala mastitis sehingga dapat dengan cepat dan mudah menanganinya.

Gejala mastitis pada awal kemunculannya hampir mirip dengan gejala flu. Dimana tubuh akan terasa menggigil, kedinginan bahkan dapat menyebabkan demam. Namun, ada beberapa ibu menyusui yang tidak mengalaminya. Nah, selain itu ada beberapa gejala mastitis lainnya yang mungkin dialami oleh ibu menyusui seperti berikut ini.

Payudara Mengalami Pembengkakan

Payudara yang membengkak menjadi salah satu gejala mastitis yang mudah dideteksi. Bagian payudara anda tentunya sudah dikenali dengan baik, baik itu ukuran ataupun bentuknya. Ketika sedang menyusui ukuran payudara memang akan menjadi membesar. Hanya saja, ukuran payudara yang mengalami perubahan ini tidak sama dengan pembengkakan yang disebabkan oleh mastitis.

Pada Payudara Muncul Benjolan

Selain itu, pembengkakan yang anda alami pada payudara juga bisa disertai dengan kemunculan benjolan. Adanya benjolan pada payudara yang menjadi gejala masititis disebabkan karena jaringan payudara mengalami penebalan.

Payudara Menjadi Merah

Payudara yang mengalami pembengkakan dan benjolan dapat semakin jelas dengan adanya perubahan warna pada payudara, dimana payudara menjadi kemerahan bagaikan ruam. Ketika anda menyentuh payudara, bahkan pada beberapa area terasa panas.

Terasa Nyeri Pada Payudara

Karena pembengkakan pada payudara dan munculnya benjolan, payudara anda yang mengalami mastitis akan terasa panas dan nyeri. Ketika anda sedang menyusui si kecil, rasa sakit akan semakin bertambah parah, begitupun ketika anda menyentuh payudara anda.

Gatal Pada Payudara

Gejala lainnya yaitu terasa gatal pada payudara. Di area payudara anda akan timbul rasa gatal yang tentunya akan membuat anda merasa tidak nyaman.

Terdapat Luka

Kondisi mastitis yang penyebabnya karena infeksi bakteri dapat terjadi diakibatkan adanya celah kecil atau luka di puting payudara. Selain pada puting, luka atau celah juga bisa terdapat pada area payudara di sekitar puting. Dimana keberadaan luka tersebut akan menyebabkan bakteri mudah masuk ke dalam payudara anda yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah mastitis.

Pada Payudara Terdapat Garis Merah

Kondisi payudara yang mengalami pembengkakan, bisa saja muncul garis merah pada payudara. Kondisi ini terjadi karena pada jaringan dalam payudara terdapat peradangan.

Demikian informasi seputar penyebab mastitis dan beberapa gejala mastitis yang dapat dialami oleh ibu menyusui. Semoga bermanfaat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply