Penyebab Kelainan Kongenital pada Bayi

Bayi yang telah terlahir bersama kelainan kongenital cukup besar, biasanya akan terlahir menjadi bayi dengan berat lahir yang rendah bahkan yang paling sering terjadi sebagai bayi yang kecil pada masa kehamilannya. Berat bayi yang terlahir rendah bersama kelainan kongenital, sekitar 20% bayi akan meninggal pada minggu pertama dalam masa kehidupannya. Selain pemeriksaan fisik, laboratorik dan juga radiologik ini dilakukan untuk memperkuat diagnosa terhadap kelainan kongenital ini setelah bayi terlahir. Selain itu anda juga dapat melakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi, pemeriksaan pada air ketuban dan juga darah pada janin.

Faktor yang dapat menyebabkan kelainan kongenital ini ialah :

1.    Sebenarnya sangat sulit untuk anda menentukan mana bahan kimia maupun obat seperti apa yang dapat menyebabkan kelainan kongenital ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya wanita hamil mengkonsumsi obat-obatan pada saat ia hamil. Sekarang ini banyak sekali obat yang bisa mengakibatkan tidak adanya tangan ataupun kaki pada bayi. Selain itu banyak juga obat serta bahan kimia yang dapat mengakibatkan kelainan kongenital pada bayi. Jadi ada baiknya ketika anda mengalami mual dan muntah ketika anda hamil ada baiknya anda mengkonsultasikannya dengan dokter terlebih dahulu.

2.    Kelainan kongenital ini juga dapat disebabkan akibat alkohol yang bisa terjadi kurang sempurnanya lengan, kaki, bentuk wajah ataupun mengalami keterbelakangan mental juga terhambatnya pertumbuhan pada janin. Pada umumnya, bayi yang terlahir pada wanita yang beratnya premium, maka bayi akan mengalami masalah pada ingatan, pemikiran, dan juga prilaku.

3.    Asap rokok juga dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada janin serta mengakibatkan kelahiran prematur. Asap rokok ini juga bisa mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan otak bayi, sistem kardiovaskular, juga sistem pernafasan bayi.

4.    Sedangkan narkoba itu sendiri bisa mengakibatkan bayi terlahir tidak normal, kelahiran secara prematur, rendahnya kalsium di dalam darah, gula darah yang rendah serta infeksi sepsis.

5.    Faktor fisik di dalam rahim. Dalam rahim ibu, bayi terendam dalam cairan ketuban yang dapat melindungi bayi dari cedera. Jumlah atas cairan ketuban tersebut yang abnormal dapat mengakibatkan serta menunjukan terdapat kelainan bawaan pada bayi. Selain itu, cairan ketuban dengan jumlah yang sedikit juga dapat mempengaruhi pertumbuhan pada paru-paru bayi juga pada pertumbuhan anggota gerak pada tubuh atau dapat menunjukan terdapat keainan pada ginjal sehingga menjadikan proses pembentukan pada air kemih melambat.

6.    Faktor kromosom dan juga genetik. Faktor genetik sangat berperan penting terhadap beberapa kelainan kongenital. Beberapa kelainan kongenital ini merupakan penyakit kongenital yang diwariskan melewati gen abnormal yang berasal dari dalah satu orang tua hingga keduanya. Gen ini merupakan pembawa sifat yang individu terdapat pada kromosom pada setiap sel yang ada di dalam semua tubuh manusia. Jika terdapat satu gen yang hilang ataupun cacat maka bisa terjadi juga kelainan kongenital ini.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel