data-ad-format="auto"

Penyakit Leukemia Pada Anak

Kanker darah atau dikenal dengan leukemia merupakan penyakit yang menyerang sel darah dan juga sumsum tulang belakang. Leukemia bukan satu-satunya kanker darah ada kanker lymphoma yang menjangkit sistem limfa ataupun myeloma yang dapat menyerang sel plasma dalam tubuh akan tetapi leukemia merupakan kanker darah yang membahayakan. Leukemia merupakan jenis kanker yang menjangkit manusia dari semua ras dan juga etnis. Bahkan sepertiga kematian anak yang berusia dibawah 15 tahun disebabkan karena leukimia.

Leukimia tidak mengenal usia bahkan kebanyakan penderita leukimia adalah anak-anak. Lebih mengkhawatirkan lagi penyakit leukemia sulit dikenali gejalanya bahkan belum diketahui pasti penyebabnya. Di Indonesia anak-anak yang menderita leukimia mencapai 60 persen bahkan mereka baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut. Dari kasus tersebut, orang tua harus dapat mengenali perubahan kesehatan yang menjadi gejala terjadinya leukemia pada stadium dini untuk membantu dalam pengobatan sehingga harapan pulih lebih besar. Pada artikel ini kami akan membahas mengenai penyakit leukemia pada anak, penyebab leukemia pada anak gejala leukemia pada anak dan juga tahapan stadium pada anak penderita leukemia.

Leukemia pada anak

Leukemia berasal dari bahasa yunani yaitu leukos yang artinya putih dan aima yang berarti darah. Leukemia menurut pengertian yang dikutip dari wikipedia.org merupakan penyakit yang dimasukan dalam klasifikasi kanker yang terjadi pada darah dan juga sumsum tulang belakang. Penderita mengalami keadaan yang tidak normal dimana transformasi maligna dari sel pembentuk pada sumsum tulang dan jaringan limfoid mengalami perbanyakan. Kondisi sel yang tidak normal ini yang menyebabkan keluar dari sumsum sehingga ditemukan di darah perifer. Terjadinya kondisi ketidaknormalan di dalam sel yang menyebabkan proses pembentukan sel darah normal dan imunitas terganggu. Leukimia adalah jenis kanker yang banyak menyerang anak-anak. Anak yang menderita leukemia seringkali terlihat pucat dan terjadi pendarahan.

Penyebab dan Gejala Leukemia pada Anak

Penyakit leukemia terjadi karena kelebihan produksi sel di dalam darah yang terdapat di bagian sumsum tulang. Kondisi ini yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak normal. Penyebab utama leukemia pada anak belum ditemukan akan tetapi para ahli menghubungkan faktor-faktor di bawah ini yang berhubungan dengan penyakit leukemia :

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

  1. Anak mengalami kelainan yang diwariskan atau memiliki masalah pada sistem kekebalan
  2. Memiliki saudara atau kembar identik yang mengalami leukimia
  3. Anak yang terkena radiasi tingkat tinggi, bahan kimia yang berbahaya seperti benzena dan juga kemoterapi
  4. Anak yang pernah mengalami transplantasi organ
  5. Virus yang dapat menyebabkan leukimia seperti virus leukemia atau retrovirus.

Sedangkan gejala pada anak yang menderita leukemia adalah sebagai berikut :

1. Mengalami pucat

Anak yang mengalami pucat seringkali dihubungkan dengan anemia. Anak yang mengalami leukemia seringkali mengalami anemia juga yang ditandai dengan ciri-ciri muka pucat, mengalami lemas dan gampang lelah.

2. Anak mengalami demam yang berkepanjangan

Anak yang mengalami demam berkepanjangan yang disebabkan sel darah putih yang tidak dapat berfungsi seperti semestinya. Demam dan infeksi dapat tanda awal leukemia. Demam yang menjadi pertanda leukemia seringkali pada suhu 38 derajat celcius dan sering terjadi pada anak.

3. Mengalami pembengkakan

Gejala awal anak yang mengalami leukemia adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening. Pembengkakan seringkali terlihat di dada, ketiak dan leher. Pembengkakan pada anak penderita leukimia berlangsung beberapa hari.

4. Anak mengalami sakit tulang

Anak mengeluhkan sakit tulang tanpa sebab bahkan semakin memburuk karena sel-sel darah putih yang abnormal terjadi di sumsum tulang.

5. Mudah berdarah dan memar

Anak yang mengalami leukemia seringkali mudah berdarah dan memar karena pembekuan darah yang beku. Bahkan seringkali mengalami mimisan, pendarahan gusi dan bintil merah di tubuh.

Stadium Leukimia pada Anak

Pada jenis kanker memiliki stadium tertentu yang berbeda meskipun demikian ahli medis menggunakan dasar sistem TNM dalam menentukan stadium kanker.Kepanjangan TNM yaitu T yang menggambarkan tumor primer dengan kondisi dimana tumor dapat tak berukuran, tidak ada bukti tumor, kanker tidak menyebar atau adanya ukuran tumor pada evel invansi kanker pada jaringan. Pengertian N merupakan penggambaran dari penyebaran kanker ke kelenjar getah bening yang ada disekitarnya sedangkan M merupakan penggambaran metastatis yaitu penyebaran kanker ke bagian daerah sekitar. Dengan menggunakan stadium pada kanker maka dokter mudah untuk mendiagnosi kanker.

Berikut ini adalah tahapan stadium pada kanker :

Stadium 0

Stadium ini merupakan gejala awal pada kanker yang ditandai dengan ketidaknormalan sel pada bagian tubuh.

Stadium 1

Leukimia pada stadium awal baru akan disadari apabila anak sudah mengeluarkan darah. Apabila pada anak yang normal luka dari tubuh akan cepat menggumpal sehingga aliran darah terhenti sedangkan pada anak yang mengidap leukimia terjadi gangguan sel. Apabila anak dengan leukimia mengalami pendarahan maka akan sulit dihentikan sehingga akan mengalami kekurangan darah akibat dari pembekuan yang sukar dilakukan. Bahkan pada anak yang mengalami leukimia ditemukan darah yang berwarna pink yang menandakan adanya gejala awal leukemia.

Stadium 2

Penyakit leukemia yang memasuki stadium 2 dan stadium 3 seringkali disebut dengan stadium lanjut. Kebanyakan yang menderita kanker darah ditemukan sudah memasuki stadium lanjut. Pengobatan pada stadium lanjut akan membuat penderita mengalami fase yang berat. Dukungan dari lingkungan sangat diperlukan dalam tahap pengobatan untuk meningkatkan motivasi pada anak. Pada stadium lanjut ini dapat diberikan pengobatan dengan menggunakan terapi sasaran dan tidak menggantikan kemoterapi. Tujuan pemberian terapi sasaran agar pasien dapa dioperasi sehingga sel kanker yang menyebar dapat dilakukan pencegahan sehingga tumor menjadi kecil dan dapat dipotong.

Stadium 3

Penyebaran sel kanker umumnya sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang menyebabkan terjadinya benjolan. Meskipun demikian pengobatan harus tetap diupayakan untuk mengurangi rasa sakit yang dialami oleh penderita. Pada stadium 3 anak akan mengalami anemia dimana benjolan akan tetap muncul bahkan pada bagian organ tertentu akan mengalami pembengkakan. Bahkan beberapa organ akan mengalami kelainan akibat dari leukimia. Organ yang mengalami kelainan fungsi diantaranya adalah ginjal dan jantung. Padahal dua organ tersebut adalah organ vital di dalam tubuh yang memiliki fungsi utama.

Stadium 4

Pada penderita leukimia stadium akhir memiliki ciri ciri seperti kerap kali mengalami pendarahan bahkan luka yang berlebihan. Anak seringkali terserang infeksi, mengalami sesak napas. Bahkan penderita leukimia stadium 4 mengalami wajah yang pucat karena anemia yang akut. Kerusakan organ semakin parah bahkan pada organ vital penderita leukimia.

Dengan demikian deteksi dini dengan mengamati gejala awal penderita leukemia akan membantu untuk memaksimalkan pengobatan dan meningkatkan harapan sembuh anak yang menderita leukemia. Lakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada gejala leukemia pada anak.

Loading...

Follow us