Waspada Ancaman Penyakit Leptospirosis Saat Musim Hujan

5/5 (2)

Penyakit Leptospirosis – Musim penghujan datang biasanya sistem kekebalan tubuh akan menurun dan tubuh rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, saat musim hujan sangat penting untuk menjaga keadaan tubuh agar tetap fit supaya terhindar dari penyakit yang mengancam. Salah satu penyakit di musim hujan yang harus diwaspadai yaitu leptospirosis. Nah, agar anda lebih waspada terhadap penyakit leptospirosis, anda dapat mengenalnya lebih dalam apa itu penyakit leptospirosis, gejala yang ditimbulkan, faktor risiko dan langkah pencegahan. Untuk mengetahuinya anda bisa langsung simak di bawah ini.

Penyakit Leptospirosis

Apa Itu Penyakit Leptospirosis

Leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang biasanya sering muncul saat musim penghujan. Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans. Bakteri ini disebarkan melalui darah atau urine hewan yang telah terinfeksi oleh bakteri ini. Biasanya penyakit ini ditularkan pada manusia melalui kontak dengan tanah, air atau lumpur yang telah terkontaminasi urin hewan yang telah terinfeksi bakteri penyebab leptospirosis. Penyakit ini tidak bisa ditularkan melalui orang ke orang atau hanya bisa ditularkan oleh hewan yang sudah terinfeksi. ( Baca juga : 5 Buah Untuk Obat Maag Paling Ampuh )

Beberapa jenis hewan yang dapat terinfeksi oleh penyakit leptospirosis yaitu anjing, tikus, serta hewan ternak seperti babi dan sapi.Bakteri leptospira interrogans akan bertahan hidup dalam ginjal hewan yang telah terinfeksi.

Gejala Leptospirosis

Gejala penyakit leptospirosis ini akan muncul dengan tiba-tiba. Biasanya gejala akan muncul setelah 5 hingga 14 hari tubuh terinfeksi. Saat bakteri penyebab penyakit ini masuk dalam tubuh, maka beberapa gejala akan dirasakan oleh penderitnya. Beberapa gejala leptospirosis diantaranya yaitu :

  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Demam dan menggigil
  • Diare, muntah-muntah atau mengalami keduanya
  • Muncul ruam pada kulit
  • Terasa nyeri pada otot, terutama pada bagian betis dan punggung
  • Mengalami penyakit kuning
  • Mata menjadi merah dan iritasi

Setelah gejala muncul, penderita penyakit leptospirosis akan pulih dalam waktu 1 minggu, ketika sistem kekebalan tubuh mengalahkan infeksi. Hanya saja, biasanya sebagian penderita akan mengalami tahap yang kedua dan dikenal sebagai penyakit Weil. Penyakit ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada dada dan kaki, serta tangan bengkak.

Ketika tubuh terserang oleh tahap kedua penyakit ini,bakteri dapat menyerang organ tubuh yang lainnya sehingga kondisi akan menjadi lebih parah. Kondisi ini ditandai dengan :

  • Gangguan pada ginjal yang akan berujung gagal ginjal
  • Gangguan paru-paru, gejalanya yaitu napas pendek, batuk, serta batuk berdarah
  • Gangguan pada jantung yang akan memicu gagal jantung atau peradangan jantung
  • Gangguan otak dengan gejala meningitis

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira. Di mana bakteri ini di bawa oleh hewan tertentu. Bakteri leptospira bisa hidup selama beberapa tahun pada ginjal hewan yang telah terinfeksi oleh bakteri ini, kemudian akan dikeluarkan melalui urine dan akan mengkontaminasi tanah atau air. Bakteri leptospira yang sudah mengkontaminasi tanah dan air akan dapat bertahan selama beberapa bulan atau tahun. Sedangkan hewan yang sudah terinfeksi oleh bakteri ini akan terus menyebarkan bakteri meskipun tidak menunjukan tanda atau gejala.

Penularan penyakit ini pada manusia ketika adanya kontak langsung dengan urine hewan yang telah terinfeksi atau melalui tanah, air dan makanan yang telah terkontaminasi. Bakteri akan masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, kulit kering dan lapisan lendir tubuh seperti hidung, mulut dan mata.

Manusia biasanya akan terserang penyakit leptospirosis ketika banjir, di mana air telah terkontaminasi bakteri leptospira melalui urine hewan yang telah terkontaminasi. Bakteri ini tidak dapat disebarkan dari manusia ke manusia. Hanya saja, dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau air susu ibu (ASI). Setelah bakteri memasuki tubuh maka dapat menyebar melalui sistem getah bening dan aliran darah pada organ dalam tubuh.

Penyakit leptospirosis biasanya banyak terjadi pada area tropis dan subtropis, karena udaranya lembab dan panas sehingga bakterinya akan lebih lama bertahan hidup.

Orang yang sering melakukan kontak dengan hewan dan sering melakukan kegiatan di luar rumah memiliki risiko penularan penyakit ini. Selain itu, risiko penyakit ini juga dapat ditemui pada orang yang berkegiatan di air seperti berenang atau melakukan kegiatan di sungai atau danau yang telah terkontaminasi oleh bakteri leptospira.

Bagaimana Pengobatan Leptospirosis

Infeksi penyakit leptospirosis ini bisa diobati dengan antibiotik untuk mengatasi, serta mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami gangguan karena penyakit ini. Antibiotik harus diberikan dengan cepat dan dihabiskan. Jika anda menghentikan konsumsi antibiotik saat gejala sudah membaik akan menyebabkan bakteri yang belum mati menginfeksi kembali. Untuk mengurangi gejala, biasanya dokter akan memberikan obat penurun panas. Jika penyakit leptospirosis sudah berat, maka penderitanya harus di rawat di rumah sakit dan dilakukan observasi.

Jika anda mengalami gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya segera pergi ke dokter agar penyakit tidak semakin parah.

Pencegahan Infeksi Leptospirosis Agar Tidak Semakin Parah

Untuk mencegah agar penyakit ini tidak semakin parah. Anda dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

Menggunakan Alas Kaki

Saat ke luar rumah anda harus selalu menggunakan alas kaki yang bersih, terutama saat musim hujan. Pasalnya, di musim hujan anda akan menemukan banyak genangan air. Ketika berjalan melalui genangan air anda harus lebih berhati-hati karena bisa saja air tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri leptospira. Setelah anda ke luar rumah, sebaiknya segera bersihkan kaki anda dengan cara mencucinya hingga bersih.

Memperhatikan Air Minum

Anda harus memastikan jika air minum yang ada di rumah anda benar-benar bersih dan tidak terkontaminasi oleh bakteri leptospira. Untuk memastikan kebersihan air minum, anda dapat memilih air minum kemasan. Bisa saja air putih yang anda minum telah terkontaminasi. Maka sebaiknya rebus terlebih dahulu air dan simpanlah di dalam teko yang benar-benar tertutup.

Mengobati Luka Terbuka

Bakteri leptospira akan masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Apabila anda memiliki luka terbuka pada bagian tubuh tertentu anda dapat segera menutupnya dengan perban atau mengobatinya hingga benar-benar sembuh.

Pencegahan Penyakit Leptospirosis

Untuk mencegah penyakit leptospirosis, ada beberapa upaya yang bisa anda lakukan di antaranya :

  • Hindari binatang yang rentan terinfeksi bakteri.
  • Hindari air yang sudah terkontaminasi dan jaga kebersihan air.
  • Jika diperlukan anda bisa menggunakan disinfektan.
  • Anda dapat menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari hewan yang dapat membawa bakteri.
  • Jika anda telah melakukan olahraga dalam air sebaiknya bersihkan tubuh anda sampai benar-benar bersih.
  • Setelah melakukan kontak dengan hewan, cuci tangan sampai bersih. Selain itu, cuci tangan anda sebelum makan.
  • Agar terhindar dari bakteri leptospira anda dapat melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply