data-ad-format="auto"

Penyakit Batuk, Gejala dan Cara Penangananya

Ketika duduk bersama dengan teman atau berada di lingkungan orang-orang asing yang ada disekitar anda, lalu pada saat itu batuk menggangu anda dengan tiba-tiba.

Hal ini tentu saja akan membuat anda kerepotan dan merasa terganggu. Apalagi saat batuk ini sudah tak lagi bisa ditahan dan dikontrol. Hal ini tentu saja akan membuat anda kesulitan untuk menahan batuk yang tak tertahankan. Alhasil saat intensitas dari batuk ini sudah terlalu berlebihan, maka akan merusak suasana dan mengacaukan segalanya. Disatu sisi anda tak lagi dapat menahan batuk anda yang sudah menggelitik bagian tenggorokan dan disisi yang lain anda merasa canggung jika orang lain yang ada disekitar anda terganggu dengan hembusan batuk anda.

Nah, bila sudah begini maka cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mencari solusi bagaimana mengobati sakit batuk yang sedang anda alami.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengabaikan penyakit ini dengan begitu saja. Hal ini dikarenakan mereka menganggap bahwa penyakit batuk adalah penyakit ringan yang akan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, tetap saja mengingat dampak dari penyakit yang satu ini bisa sangat menganggu, maka tidak bijak rasanya jika anda terus-terusan menghiraukan sebuah penyakit hanya karena penyakit ini sifatnya ringan dan bisa hilang dengan sendirinya.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit batuk yang dirasakan oleh seseorang bisa jadi menjadi awal atau tanda dari timbulnya penyakit lain dalam tubuh. Untuk itulah, ketika gejala penyakit ini mulai dirasakan sebaiknya segera cari solusi pengobatannya. Solusi yang dilakukan dari pengobatan ini pun bisa diawali dengan hal yang sederhana seperti konsumsi minuman hangat yang bisa meredakan gatal pada tenggorokan yang menjadi penyebab batuk.

penyakit batuk

Apa Itu Penyakit Batuk?

Namun selain beberapa hal diatas, batuk pun merupakan respon alami yang dilakukan tubuh dalam rangka membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi seperti halnya debu atau asap agar dapat kelaur melalui saluran pernapasan. Inilah yang dinamakan bahwa tubuh manusia memiliki sistem pertahanannnya sendiri dalam melawan gangguan yang datang dari luar.

Penyakit batuk yang dirasakan oleh seseorang memang pada umumnya akan dapat sembuh dengan sendirinya. Pada kondisi normal, biasanya kondisi ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu dan tidak membutuhkan pengobatan yang berarti. Kinerja efektif dari obat batuk yang saat ini dijual dipasaran sebenarnya belum terbukti dengan sepenuhnya. Namun ramuan herbal rumahan yang dibuat dengan  yang dibuat dari bahan seperti mencampur madu dengan air lemon akan dapat membantu melegakan batuk yang ringan.

Penyebab Batuk

Batuk seringkali merupakan gejala dari infeksi saluran pernapasan bagian atas akibat adanya virus, yakni infeksi dibagian hidung, saluran-saluran udara dan sinus. Pilek dan influenza merupakan salah satu contoh yang paling umum.

Dalam kondisi seperti ini pita suara dapat mengalami inflamasi atau peradangan yang juga disebut dengan laryngitis yang mana kondisi ini akan berakibat pada suara yang parau dan dapat mempengaruhi kualitas suara anda.

Selain itu, penyakit batuk bisa pula timbul sebagai akibat dari infeksi tenggorokan kerena adanya produksi lendir kebagian belakang tenggorokan. Batuk juga dapat terjadi karena adanya gangguan menahun atau kronis.

Pasien dengan riwayat alergi dan asma akan lebih sering mengalami batuk yang tak terkendali. Adapun beberapa penyebab lain yang dapat memperburuk kondisi batuk atau dapat membuat gejala ini kambuh dengan tiba-tiba diantaranya adalah asap kendaraan, asap pabrik, debu, asap rokok, udara dingin atau udara kering.

Selain itu, batuk pun seringkali kambuh akibat asam lambung yang baik ke esophagus (kerongkongan) atau dalam kasus yang jarang ke bagian paru-paru. Kondisi seperti ini disebut sebagai gastroesophageal reflux.

Sampai pada batas tertentu, penyakit ini adalah penyakit yang wajar dan tidak memerlukan pengobatan berarti karena akan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, kondisi batuk yang perlu diwaspadai adalah batuk yang terjadi pada kondisi tertentu dan berlangsung dengan jangka waktu yang lama. Batuk jenis ini dikhawatirkan adalah tanda dari adanya kemungkinan penyakit yang lebih serius didalam tubuh.

Jenis-Jenis Batuk

Batuk seringkali datang dengan jenis yang beragam dan rupanya memang penyakit ini memiliki variasi jenis yang berbeda. Jens-jenis batuk meliputi batuk kering dan batuk yang berdahak. Indikasi awal dari penyakit batuk kering umumnya adalah perasaan gatal dibagian tenggorokan yang dapat memicu timbulnya batuk. Sementara untuk batuk berdahak hal ini biasanya terjadi saat tenggorokan dan saluran pernapasan dibagian atas sedang mengalami inflamasi.

Pada kondisi tertentu, otak menganggap peradangan yang terjadi di bagian tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas sebagai kondisi asing yang mana kondisi ini akan coba dihilangkan dengan batuk.

Untuk itulah, penyakit pilek dan flu akan dapat memicu batuk. Pada jenis kasus batuk berdahak, batuk-batuk justru akan sangat membantu karena tubuh akan bekerja mengeluarkan lendir dari paru-paru lewat batuk yang dihembuskan.

Namun selain beberapa jenis batuk diatas, terdapat berbagai jenis penyakit batuk yang masing-masing dapat menandakan apa penyebabnya. Nah, dengan mengenali jenis batuk ini maka diharapkan akan dapat membantu anda untuk menentukan tindakan penangan guna memulai pengobatan dengan langkah yang lebih tepat.

  • Batuk mengonggong
  • Batuk rejan
  • Batuk disertai bunyi
  • Batuk pada malam hari
  • Batuk disertai demam
  • Batuk disertai muntah
  • Batuk menetap
  • Batuk disiang hari

Nah, diatas adalah beberapa jenis batuk yang perlu anda ketahui. Pada intinya jenis-jenis batuk diatas gejalanya akan sangat menganggu dan menimbulkan kondisi yang tidak nyaman untuk si penderita. Sementara itu, bila dalam tenggang waktu normal batuk ini masih saja anda rasakan, maka sebaiknya segeralah periksakan kesehatan ke dokter. Dengan begini dokter akan dapat memberikan penanganan yang tepat untuk pengobatan batuk yang anda rasakan.

Batuk Pada Anak

Batuk yang terjadi dengan jangka waktu yang lama bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan pada kondisi bisa lebih serius. Nah, bila kondisi tersebut dialami oleh si buah hati, tentu saja ini akan sangat berbahaya bila tidak segera dicari solusi untuk dapat mengatasi hal ini.

Untuk itulah, jika si anak mengalami batuk yang parah dan tidak kunjung reda, maka pengobatan yang serius harus segera dilakukan. Terutama bila si buah hati mengalami batuk rejan. Batuk rejan adalah kondisi batuk yang memiliki ciri kerap kali ingin muntah setelah suara batuk terakhir. Selain itu, ketika batuk ini terjadi seringkali terdapat bunyi "whoop" setelah batuk terkahir yakni ketika si anak mengambil dapat setelah mengalami batuk terus menerus.

Jenis batuk yang satu ini umumnya disebabkan oleh bakteri partussis. Batuk jenis ini sifatnya menular melalui cairan yang terinfeksi yakni ketika si penderita terawa, bersin dan batuk.

Nah, bila buah hati anda mengeluarkan bunyi "whoop" ketika batuk, bisa jadi hal ini merujuk pada batuk rejan. Adapun beberapa gejala dari batuk rejan diantaranya adalah:

  • Kelelahan dan wajah merah karena terus batuk.
  • Batuk bertubi-tubi dan intens yang mengeluarkan dahak kental.
  • Suara lengkingan di setiap tarikan napas dalam-dalam setelah batuk.
  • Muntah pada bayi dan anak-anak.

Pada umumnya, gejala batuk pada anak akan dapat sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun bila beberapa kondisi ini mulai dinampakan oleh buah hati anda, maka segeralah bawa mereka ke dokter saat kondisinya:

  1. Terlihat lesu dan sakit berat akibat menahan batuk yang tak tertahankan.
  2. Mengalami kebiruan pada bibir, wajah atau bahkan pada lidahnya.
  3. Demam tinggi (terutama pada bayi dibawah usia 3 bulan) atau hidung yang meler.
  4. Mengeluarkan bunyi yang keras ketika brnapas setelah batuk.
  5. Mengalami batuk berdarah.
  6. Mengeluarkan suara yang nyaring saat si buah hati menarik napasnya.
  7. Batuk yang lebih dari beberapa jam (khususnya pada bayi dengan usia 3 bulan atau kurang dari usia tersebut).
  8. Alunan napas yang lebih ce[at daripada kondisi normal yang biasanya.
  9. Kesulitan bernapas dan napas yang terasa begitu berat.

Beberapa hal diatas adalah segelintir gejala yang mungkin akan dirasakan oleh si penderita batuk rejan. Kondisi ini tentu saja menimbulkan situasi yang tidak nyaman. Untuk itu, penting sekali untuk segera dicari solusi untuk menanganinya.

Tindakan Untuk Meredakan Batuk yang Dirasakan

1. Kenakan Syal

Ketika batuk menyerang dan terasa begitu mengganggu, sementara pada waktu yang bersamaan udara dingin menyelusup dibagian kuping dan tubuh anda, maka kondisi ini umumnya malah akan membuat batuk yang anda rasakan semakin parah dan memburuk.

Untuk itu, sebaiknya kenakan pelindung yang akan memaut anda merasa lebih nyaman dan hangat seperti syal. Hal ini bertujuan untuk menutupi bagian leher. Bila perlu, tempatkanlah botol berisi air hangat dan tempelkan dibagian leher anda untuk membuat kondisi batuk yang anda rasakan menjadi lebih baik. Selain meredakan batuk, memakaikan botol dengan menggunakan kain pada bagian leher akan membantu anda meredakan sakit tenggorokan akibat batuk yang dirasakan.

2. Naikan Posisi Kepala Ketika Tidur

Batuk yang melanda akan terasa begitu menganggu terutama saat anda sedang beristirahat. Nah, untuk mengantisipasi keadaan ini, maka cobalah untuk menaikan sedikit bagian bantal anda agar posisi kepala menjadi lebih tinggi dari dada anda.

Hal ini tentu saja bertujuan untuk membuat posisi sinus menjadi lebi tinggi dan jalan hidung akan lebih mengering dengan baik dan tidak akan memicu rasa gatal dibagian tenggorokan anda.

3. Hindari Konsumsi Gorengan

Ketika batuk melanda dan mengganggu anda, maka salah satu obat terbaik untuk menghindari kondisi terburuk dari batuk ini adalah dengan menjaga pola makan dan menjalankan pola hidup yang sehat.

Salah satunya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang digoreng yang mana akan memuat batuk yang anda rasakan semakin parah dan memburuk. Hindari pula konsumsi makanan olahan jagung, permen dan keripik. Beberapa jenis makanan ini akan memicu gatal dibagian tenggorokan dan membuat batuk semakin parah.

Nah, sebagai alternatif anda bisa memilih konsumsi permen pedas yang akan dapat membuat tenggorokan menjadi lebih lega seperti halnya permen mint atau permen herbal yang sudah banyak dijual dipasaran untuk meredakan tenggorokan gatal.

4. Konsultasi dengan Dokter

Akan tetapi bila anda sudah mencoba berbagai cara dengan mengkonsumsi banyak obat batuk, namun kondisinya masih belum berangsur membaik. Maka sebaiknya segera konsultasikan penyakit anda ini ke dokter. Dengan begini penanganan yang lebih tepat akan dapat dilakukan sehingga demikian kemungkinan terburuk dari penyakit ini akan dapat dihindari.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa meredakan penyakit batuk yang anda rasakan. Semoga dengan menyimak artikel ini dapat membantu anda memulihkan dan menentukan tindakan penanganan batuk dengan lebih baik.