data-ad-format="auto"

Mengurangi Asupan Garam Untuk Menjaga Fungsi Organ Tubuh

Membatasi asupan garam setiap hari dapat membantu anda dalam memerangi berbagai jenis penyakit diantaranya adalah struk dan serangan jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa jumlah garam yang anda konsumsi memiliki efek langsung pada tekanan darah anda, sehingga ketika anda makan terlalu banyak garam, air tambahan yang disimpan dalam tubuh meningkatkan tekanan darah anda. Dengan adanya tekanan darah yang tidak normal di dalam tubuh maka semakin besar tekanan pada jantung, arteri, ginjal dan otak. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, demensia dan penyakit ginjal.

Apalagi untuk anda yang sedang berada pada proses pengobatan, mengkonsumsi garam berlebih akan menghambat kerja obat tekanan darah (diuretik) sehingga kurang optimal. Anda harus memperhatikan beberapa hal dalam mengurangi konsumsi garam setiap hari, diantaranya adalah membatasi makanan olahan yang ternyata memiliki kandungan garam yang tinggi. Begitu juga ketika menyajikan makanan di menu keluarga anda, membatasi asupan garam sehingga lebih dapat menjaga kesehatan fungsi organ tubuh.

Berikut adalah beberapa fungsi organ tubuh yang terhambat dikarenakan konsumsi garam yang berlebih :

1.  Ginjal

Tubuh Anda akan menghilangkan cairan yang tidak diperlukan dengan menyaring darah melalui ginjal. Pada ginjal cairan ekstra tersedot keluar dan dimasukkan ke dalam kandung kemih yang kemudian diubah menjadi urin. Pada proses ini ginjal menggunakan tambahan air di dalam darah.Dimana  menggunakan keseimbangan natrium dan kalium untuk menarik air di dinding sel dari aliran darah ke dalam saluran pengumpul yang mengarah ke kandung kemih. Mengkonsumsi garam yang berlebih akan meningkatkan jumlah natrium dalam aliran darah Anda sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk membuang air. Sehingga menghasilkan tekanan darah tinggi karena cairan ekstra dan tekanan ekstra pada pembuluh darah halus yang menuju ke ginjal.Semakin lama tekanan ekstra dapat merusak ginjal yang dikenal sebagai penyakit ginjal. Hal ini mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring produk limbah dan racun tubuh. Apabila penyakit ginjal diobati dan tekanan darah tidak diturunkan, kerusakan bisa menyebabkan gagal ginjal. Gagal ginjal adalah ketika ginjal tidak lagi mampu untuk menyaring darah dan tubuh perlahan-lahan menjadi teracuni oleh produk limbah tubuh sendiri.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

2.  Arteri

Tekanan darah ekstra yang disebabkan mengkonsumsi terlalu banyak garam menempatkan tekanan ekstra pada bagian dalam arteri Anda. Untuk mengatasi tekanan ekstra, otot-otot kecil di dinding arteri menjadi lebih kuat dan lebih tebal. Namun ini hanya membuat ruang di dalam arteri yang lebih kecil dan meningkatkan tekanan darah Anda lebih tinggi. Siklus peningkatan tekanan darah akhirnya dapat menyebabkan arteri menjadi sempit sehingga mereka kemudian menyumbat seluruhnya. Ketika hal ini terjadi, organ-organ tubuh yang menerima darah dari arteri menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Hal ini dapat mengakibatkan organ yang rusak dan bisa berakibat fatal.

3.  Hati

Mengkonsumsi garam terlalu tinggi mengakibatkan gangguan pada arteri yang berimbas pada kesehatan jantung anda. Pada awalnya, menyebabkan sedikit penurunan jumlah darah mencapai jantung. Dengan kondisi ini sel-sel di dalam hati tidak bekerja dengan baik sebagaimana mestinya karena tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Namun, menurunkan tekanan darah dapat membantu untuk meringankan beberapa masalah dan mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar. Apabila konsumsi garam tidak dibatasi akan mengakibatkan kerusakan yang disebabkan oleh tekanan darah tambahan yang dapat menjadi begitu parah sehingga arteri tersumbat. Maka bagian dari jantung yang menerima darah tidak lagi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sehingga memicu serangan jantung.

4.  Otak

Sama halnya dengan fungsi organ lainnya, mengkonsumsi garam yang terlalu tinggi akan mengakibatkan gangguan arteri ke otak. Pada awalnya,  menyebabkan sedikit penurunan jumlah darah mencapai otak. Hal ini dapat menyebabkan demensia (dikenal sebagai demensia vaskular). Dengan kondisi ini sel-sel di otak tidak bekerja dengan baik sebagaimana mestinya karena tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Apabila ini terjadi, maka bagian otak yang menerima darah tidak lagi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya. Sehingga memicu beberapa gangguan pada otak yang menyebaban penyakit struk.

Loading...

Follow us