Mengharukan, Kisah Anak yang Memeluk Peti Mati Ibunya

Tidak ada yang mampu untuk menahan kesedihan saat ditinggalkan oleh orang tercinta. Begitu juga yang dialami oleh seorang anak yang ditingga ibunya, ia memeluk peti mati sang Ibu.Inilah cerita mengharukan kisah anak yang memeluk peti mati ibunya.

Ditinggalkan oleh seseorang yang dicintai akan meninggalkan luka yang terdalam, tak terkecuali bagi seorang anak yang ditinggalkan oleh ibunya. Kepergian ibunya yang amat dicintai meninggalkan duka sehingga membuat anak ini memeluk peti mati ibunya. Sungguh mengharukan sampai membuat siapapun mengetahui kisah ini akan sedih seperti yang ia rasakan.

Kehilangan sosok ibu yang amat dicintainya membuat seorang anak ini memeluk untuk terakhir kalinya. Namun yang berbeda adalah memeluk yang paling disayanginya sampai ia tidak bisa melepaskan peti jenazah ibunya. Meskipun ia masih kecil dan belum mengerti akan kehilangan namun Ia seakan mengetahui bahwa ia dan ibunya akan terpisah untuk selamanya.

05

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Anak yang masih berusia lima tahun ini bernama Kheian Naelgas Castro, ia harus menerima kenyataan sedih ditinggalkan oleh ibunya selamanya. Seperti yang dilansir dalam laman racfeed.com ibunya yang bernama kaye Angeles Naelgas Castro harus meninggal setelah melahirkan adiknya yang bernama Cyril Khayzer. Meskipun ia tidak memahami kondisi ibunya akan tetapi ia membuat siapapun yang mendengar kisahnya tersentuh.

Usianya masih sangat anak-anak bahkan diusianya yang kelima tahun ia masih belum memahami kenyataan bahwa ibunya tidak akan bangun kembali untuk selamanya. Khein yang kemudian hanya bisa duduk disamping peti mati sang Ibu, sebari menunggu saja. Diantara yang ikut berbela sungkawa, ia tetap tak begitu memahami bahwa mereka sedang terharu terhadap kisah Kheian yang baru saja ditinggal oleh ibunya.

Kheian yang bisa mengambi kursi dan meletakan tepat dipinggir jenazah sang Ibu. Lalu ia naik ke atas kursi sebari sesekali memandang wajah ibunya dibalik peti jenazah. Bahkan menurut neneknya yaitu ibu mertua dari Kaye melalui akun Facebook Kheian sampai menarik sebuah kursi untuk meletakan disamping peti sang Ibu. Kheian hanya bisa berdiri dan memandang wajah ibunya saja.

Kheian yang terus memandangi wajah jenazah ibunya terus menerus sebari menarik sebuah kursi yang diletakan di samping peti mati sang ibunya. Bahkan sesekali ia duduk kembali sebari menunggu orang yang ikut berbelasungkawa mendekatinya. Bahkan penuturan neneknya setiap malam Kheian menempatkan kipas angin di tempat favoritnya selama lima hari bahkan di posisi paling nyaman di samping mamanya.

Bahkan Marichu Gabriel menambahkan setiap malam ketika suasana sudah sepi dan semua orang yang berbelasungkawa telah pergi ia sering kali melihat cucunya berada di posisi nyaman disamping jenazah mamanya. Di usianya yang masih kecil sangat sulit untuk pihak keluarga menjelaskan kondisi yang dialami oleh Kheian, bahwa ia sudah ditingga oleh ibunya selamanya.

Begitu sulitnya pihak keluarga memberikan penjelasan bahwa Kheian telah ditinggalkan oleh ibunya selamanya. Bahkan situasi tersulit adalah ketika Kheian yang bertanya berulang kali Kenapa Mama tidak tidur di samping Kheian, itu yang membuat keluarga sulit untuk menjelaskan bahwa ibunya sudah meninggal.

Sedangkan adiknya Cyril Khayzer masih belum stabil. Ia harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit yang menyediakan peralatan yang lebih lengkap. Pihak keluarga berharap adiknya Kheian cepat pulih. Bahkan keluarga khawatir kehilangan Cyril yang masih rentan dalam kondisinya yang baru lahir ini.

Hampir seluruh netizen ikut prihatin terhadap kisah yang dialami oleh Kheian dan juga adiknya yang membutuhkan perawatan medis. Foto yang diunggah di Facebook langsung viral dan banyak yang merasa tersentuh dan terharu dan banyak yang mengucapkan belasungkawa dan mengirimkan doa agar Kheian dan keluarga diberikan ketabahan.