Mengetahui Jumlah Normal Gerakan Janin Selama Kehamilan

4.2/5 (5)

Bumil mulai merasakan sakit pada usia kehamilan memasuki minggu ke 38 dan seterusnya dan juga bisa dikatakan memasuki usia persalinan akibat gerakan janin tersebut, kenapa? dikarenakan organ tubuh sang janin sudah mulai membesar sehingga  janin sangat sulit melakukan pergerakan didalam rahim  dan juga ruang geraknya yang mulai sempit  tetapi dalam hal ini  bukan berarti janin sudah mulai menurun gerakannya. Dalam usia kehamilan yang kian bertambah tua, secara alamiah, seiring dengan kondisi rahim yang mulai menipis menyebabkan bumil mengalami rasa sakit ketika janin melakukan gerakan gerakan seperti menonjok dan juga menendang. Bumil juga akan merasa sakit apabila janin melakukan pergerakan pada bagian ulu hati, tulang iga dan juga bawah iga,diafragma dan juga pada bagian vagina serta tulang kemaluan,hal ini disebabkan karena pada dinding perut terhubung dengan rahim yang terdapat  serabut saraf.

Bumil akan merasakan mual apabila terjadi tekanan pada ulu hati yang disebabkan oleh gerakan kaki janin. Selain itu tekanan janin terhadap diafragma juga akan menyebabkan sang bumil mengalami sesak nafas. Terlepas dari semua itu bumil tidak perlu takut ataupun kuatir karena semua itu masih wajar dan normal

Apabila Gerakan Janin lemah

Gerakan janin yang lemah dan juga lambat bukan pertanda tidak baik juga, mungkin saja sang janin sedang tidur atau istirahat, tetapi apabila intensitas janin sedang kuat/aktif dan jumlah gerakannya lebih dari 10 berarti janin itu sehat. apabila jumlah gerakan dibawah 10 kali dalam kurun waktu 12 jam atau juga terdapat gerakan yang sangat pelan dan atau mungkin juga tidak ada pergerakan kecuali terjadi pada trimester ketiga, alangkah baiknya sang ibu memeriksanya kepada ahlinya agar mengetahui masalah apa sebenarnya yang terjadi pada janin

Adapun usia kehamilan menginjak 20 minggu kewaspadaan dan  peran bumil sangatlah penting untuk memantau pola gerakan janin aktif, tetapi apabila tidak ada gerakan sebaiknya bumil segera untuk memeriksanya ke dokter. Meski demikian bumil juga perlu waspada terhadap gerakan janin yang berlebihan karena ditakutkan ada efek tertentu, misalkan bumil mengalami stres yang memungkinkan berdampak pada janin sehingga janin bergerak dengan sangat aktif, kalau seperti itu maka dokter akan mengupayakan dengan tepat apa yang dialami bumil tersebut, dengan cara meredakan kontraksi sebab bisa mengakibatkan rangsangan terhadap kontraksi pada gerakan janin yang sangat aktif.

Baca juga: Cara Mengukur Gerakan Janin

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel