data-ad-format="auto"

Mengenali Asma Eksaserbasi Akut dan Cara Penanganannya

Penyakit asma mungkin sudah tak lagi asing ditelinga anda.

Penyakit pernapasan yang menyerang bagian saluran bronkial ini akan dapat berdampak pada menyempitnya saluran tersebut. Ketika hal ini terjadi, maka dampak yang akan dirasakan oleh tubuh diantaranya adalah timbulnya batuk-batuk, napas yang terasa sesak, nafas yang terasa pendek dan bahkan pada kondisi tertentu hal ini akan dapat menimbulkan suara pada napas atau yang lebih dikenal dengan sebutan mengi dan juga dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran diri akibat si pasien tidak mampu manahan serangan dari gejala penyakit ini.

Hingga sampai saat ini belum ada pengobatan yang pasti agar penyakit asma yang diderita oleh si pasien bisa dihilangkan dan diobati secara keseluruhan. Adapun pengobatan yang dilakukan oleh tim medis saat ini lebih ditujukan pada bagaimana mengurangi dampak dari resiko serangan asma yang dialami oleh seorang pasien. Karena hanya dengan begini, pasien penderita asma dapat menjalani kehidupannya seperti normal dan dapat melakukan aktivitasnya seperti orang lain.

Penyakit pernapasan yang menyerang manusia ini, tentu tidak datang dengan mendadak dan membuat pasiennya langsung divonis menderita penyakit akut yang haru segera mendapatkan pertolongan medis. Sama halnya dengan penyakit lainnya, penyakit asma pun datang dengan beberapa gejala dan ciri. Hanya saja, umumnya keterlambatan yang terjadi pada diagnosa pasien umumnya dilatarbelakangi oleh alasan si pasien itu sendiri yang cenderung seringkali mengabaikan kesehatan dan enggan memeriksakan kesehatannya ke dokter.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

mengenali asma eksaserbasi

Tidak sedikit pasien yang menderita gangguan kesehatan, seringkali mengabaikan gejala-gejala yang datang dengan alasan gejala ini akan dapat sembuh dengan sendirinya. Yang pada akhirnya, gejala ini terakumulasi menjadi penyakit yang akut. Maka dari itu, disinilah pentingnya mengutamakan kesehatan dengan selalu memeriksakan kesehatan ke ahli medis.

Dengan demikian, saat seseorang rajin memeriksakan kesehatannya. Hal ini pun dapat dilakukan dalam rangka melakukan pencegahan agar segala penyakit bisa segera ditangani saat masih dalam tahap awal. Karena dengan penanganan yang lebih dini, maka resiko dari segala penyakit akan dapat dihindari dengan lebih baik.

Nah, selain dari beberapa gejala asma diatas dan beberapa gejala lain yang selama ini kita ketahui, rupanya ada juga tingkatan kegawatan dari asma. Salah satunya adalah asma eksaserbasi.

Mengenali Asma Eksaserbasi

Asma eksaserbasi adalah gejala pada asma yang dikategorikan paling akut dari segala gejala yang lainnya. Pada tingkatan ini gejala asma sudah harus benar-benar diwaspadai dan harus segera dicari tahu cara penanganannya. Hal ini dikarenakan, pada tingkatan gejala ini, dampak paling buruk yang akan ditimbulkan bukan saja hilangnya kesadaran diri atau pingsan, melainkan mengancam jiwa si penderita itu sendiri. Untuk itulah, penyakit asma yang akut dengan gejala ini sudah tidak lagi bisa dianggap remeh atau disepelekan.

Adapun mekanisme menjalarnya penyakit asma ini sebelum bertambah pada kondisi terburuk, biasanya timbul akibat dari tidak berjalan dengan baiknya tatalaksana asma gejala panjang.

Asma akut dengan gejala eksaserbasi ini akibatnya bisa fatal dan mengancam jiwa bila tidak dirawat dengan baik dan tidak segera mendapatkan penanganan yang lebih cepat. Untuk langkah awal dalam mengatasi serangan penyakit asma akut ini, haruslah dilakukan dengan perawatan gawat darurat.

Hal ini tentu saja dilakukan guna mengidentifikasi serangan asma akut yang diderita oleh si pasien. Dengan melakukan perawatan gawat darurat ini juga akan dapat mempercepat proses menghilangkan serangan asma jangka pendek ini.

Sementara itu, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan penatalaksanaan asma eksaserbasi akut dalam jangka panjang. Nah, untuk jangka panjang ini, penatalaksanaan asma eksaserbasi akut harus diberikan oksigen sehingga hal ini akan dapat mempercepat saturasi diatas 90% pada pasien.

Akan tetapi, tetap saja pemberian pengobatan ini harus terus dipantau secara terus menerus sampai kondisi si pasien menjadi stabil. Dengan demikian, penderita asma eksaserbasi harus diberikan inhalasi yang diberikan obat-obatan yang tentunya obat ini diresepkan oleh dokter.

Adapun setelah pemberian obat-obatan ini, kondisi si pasien perlu selalu dipantau setiap beberapa menit sekali untuk memastikan respon si penderita terhadap obat yang diberikan.

Apabila respon yang diberikan terhadap inhalasi tersebut tidak baik, maka pemberian inhalasi ini haruslah segera dihentikan. Poin terpenting dari hal ini adalah dengan tidak memberikan terapi yang tidak sesuai dengan dengan kondisi penderita asma eksaserbasi. Bila akan diberikan terapi, maka pengobatan adalah hal paling awal dan utama yang harus diberikan terlebih dahulu sehinga si penderita asma jenis ini akan dapat menerima manfaat dari terapi dengan lebih baik dan efektif.

Selain itu, poin penting untuk keluarga atau orang terdekat yang memiliki pasien penderita asma eksaserbasi adalah ketika pasien mendapatkan penanganan gawat darurat, maka penting sekali memperhatikan setiap respon yang diberikan oleh si pasien itu sendiri.

Apabila respon yang diberikan oleh si pasien merujuk pada kondisi yang lebih buruk, maka segera tempatkan penderita ke ruang gawat darurat. Akan tetapi, bila kondisinya terlihat membaik, maka si pasien cukup ditempatkan di ruangan biasa.

Penyakit asma eksaserbasi adalah gejala terburuk dari penyakit asma. Gejala asma ini adalah gejala yang timbul sebagai bagian dari pengobatan gejala asma jangka panjang yang gagal. Dengan demikian, bila anda mendapati seorang pasien asma yang telah mengalami gejala asma dengan jangka panjang dan masih belum sembuh juga sementara kondisi gejala ini semakin memburuk, maka bisa jadi asma yang dialaminya sudah menjalar kepada asma eksaserbasi atau asma dengan gejala paling buruk.

Penanganan yang bisa diberikan pada penderita asma jenis ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis. Akan tetapi, penanganan paling dini adalah tanggung jawab si keluarga pasien. Untuk itulah, dengan segera membawa si pasien ke unit gawat darurat saat timbul gejala ini adalah langkah paling penting untuk memberikan penanganan paling dini.

Loading...

Follow us