Mengenal Penyakit Scabies (Kudis/Gudik), Penyebab, Gejala dan Penanganannya


Apa Penyebab Scabies?

 

Sebagaimana telah kita bahas diatas bahwa penyakit ini penyebabnya dipengaruhi sebab adanya tungau yang ukurannya kecil yang tak tampak oleh mata telanjang. Dimana tungau tersebut masuk kedalam bagian kulit dan membentuk sarangnya pada jaringan kulit.

Tungau jenis ini hanya akan nampak bila and amelihatnya menggunakan alat bantu mikroskop. Ukuran kutu (tungau) betina bisa mencapai 0,3-0,4 mm, sementara S. scabies jantan ukurannya bisa setengah lebih kecil dari ukuran betina. Bisa dibayangkan betapa kecilnya ukuran tungau-tungau tersebut yang membuat mereka akan tentunya lebih mudah masuk kedalam kulit melalui lubang pori-pori. Bila anda tidak berhati-hati atau tidak sigap dalam memperhatikan kebersihan anda, maka tungau atau kutu-kutu ini akan lebih mudah masuk kedalam tubuh dan menginfeksi kulit anda.

Tungau betina yang telah dibuahi oleh si pejantan akan masuk kedalam kulit dengan membuat lubang atau terowongan pada kulit anda, disanalah mereka akan mulai membuat sarang untuk berkembang biak dan menetaskan telurnya sekitar 40-50 butir, yang mana nantinya telur-telur tersebut akan menetasa dalam kurun waktu sekitar 3-5 hari.

Dibagian kulit luar, kutu atau tungau-tungau ini hanya akan mampu bertahan selama kurang lebih 2-3 hari saja pada suhu kamar atau ruangan yang lembab. Daerah sekitaran sarang yang terjangkiti oleh tungau tersebut kemudian akan menimbulkan rasa gatal, terutama kondisi ini akan lebih parah dialami pada malam hari, yang mana pada akhirnya akan terbentuk ruam pada bagian kulit yang terserang.

Mekanisme Penularan Scabies

Karena penyebab scabies ini dipicu sebab adanya kutu atau tungau yang bersarang dalam kulit, maka kondisi penyakit ini sifatnya menular dan perlu diketahui penularan dari penyakit ini mudah sekali terjadi. Penularan scabies dapat terjadi secara kontak langsung atau bersentuhan lewat kulit dengan kulit atau hubungan intim suami-isteri. Selain itu, bisa juga terjadi secara tidak langsung seperti misalkan melalui pakaian, handuk atau tempat tidur yang digunakan bersama-sama.

Untuk itulah, bagi anda yang sehat atau mungkin sebaliknya anda rupanya adalah seseorang yang terjangkiti dengan penyakit menular ini, maka sebaiknya hindari menggunakan pakaian atau beberapa properti yang akan memungkinkan terjadinya penularan. Sebaliknya, hindari berbagi barang-barang bersama dengan orang lain agar anda terhindar dari resiko penularan penyakit ini.

Leave a Reply