Mengenal Lebih Dalam Kencing Berdarah Pada Diabetes

5/5 (6)

Munculnya darah pada saat buang air kecil bersamaan dengan keluarnya urin memang menimbulkan kecemasan. Apalagi bila anda adalah seorang penderita diabetes, baik itu tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Namun, darah yang timbul bersama dengan urin tidak selalu berbahaya. Hanya saja, kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kondisi serius dalam tubuh anda yang perlu untuk segera mendapatkan penanganan yang lebih dalam.

Lalu mengapa diabetes dapat menyebabkan kencing berdarah? Kencing berdarah pada diabetes dikenal dengan sebutan hematuria. Dari penelitian para ahli didapatkan penjelasan bahkan kondisi hematuria terbagi kedalam 2 kelompok yakni hematuria gross dan hematuria mikroskopik.

Hematuria gross adalah kondisi keluarnya darah dalam urin yang dapat dilihat secara kasat mata. Sementara hematuria mikroskopik adalah keluarnya darah yang tidak kasat mata namun dapat terlihat pada miskroskop.

Kolerasi Antara Hematuria dengan Diabetes

Diabetes adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemik kronik dan akut. Ketika seorang penderita diabetes memiliki kontrol yang buruk terhadap kesehatannya, hiperglikemik akan dapat menimbulkan komplikasi diabetes. Sementara itu, salah satu komplikasi jangka panjang dari kondisi diabetes melitus adalah kerusakan pada bagian ginjal atau nefropati diabetik. Komplikasi ini merupakan hasil dari kelainan tekanan yang terjadi pada pembuluh darah yang menyertai kondisi diabetes dan meningkatan resiko gagal ginjal pada si penderita.

Selain itu, kondisi ini dapat terjadi akibat dari tingginya kadar gula darah yang kronik yang membuat ginjal dituntut untuk bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Seiring dengan berjalannya waktu, ginjal akan mengalami kerusakan sehingga daya filter ginjal mulai mengalami kebocoran dan menghasilkan sejumlah kecil protein (proteinuria) dan kondisi ini membuat darah mengalir kedalam urin dimana kondisi ini lebih dikenal dengan hematuria.

Faktor Resiko Hematuria Pada Penderita Diabetes

Tidak semua penderita penyakit diabetes memiliki resiko untuk mengembangkan hematuria. Ada beberapa faktor yang dapat memicu dan mempengaruhi perkembangan penyakit ginjal dan hematuria dalam tubuh diantaranya adalah kontrol gula darah dalam tubuh, tekanan darah dan juga faktor genetika. Hanya saja, bila seseorang semakin baik dalam mengontrol diabetes dan tekanan darah didalam tubuhnya maka semakin rendah resiko kemungkinan mereka untuk mengalami nefropati diabetik.

Apa Saja Gejala Hematuria?

Ketika pipa kapiler gagal menyaring darah maka kondisi ini akan membuat ginjal dituntut untuk bekerja lebih keras guna menebus kegagalan ini sehingga penyakit ginjal seringkali tidak menimbulkan gejala yang berarti sebelum hampir semua fungsinya hilang. Akan tetapi, para ahli telah menemukan beberapa gejala yang mungkin mengindikasi bila kondisi ginjal mengalami kerusakan diantaranya adalah:

  • Kehilangan kualitas tidur
  • Nafsu makan yang buruk
  • Terasa lemah dan tidak berdaya
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Perut yang terasa sakit
  • Timbulnya darah pada urin

Ketika mendapatkan gejala-gejala diatas maka sebaiknya segera kondisi kesehatan anda ke dokter dengan teratur. Ahli medik akan melakukan pemeriksaan lebih adalah terhadap kondisi kesehatan anda termasuk dengan melakukan tes tekanan darah, tes urin untuk protein, tes darah untuk mengetahui produk-produk limbah dan pemeriksaan organ-organ lainnya yang dicurigai rentan mengalami komplikasi diabetes.

Pencegahan Hematuria Diabetes

Kondisi hematuria memang menyeramkan dan siapa saja yang mengalami kondisi keluarnya darah bersama dengan urin tentu akan panik melihat kondisi ini. Apalagi untuk anda yang menderita diabetes kondisi ini bisa mungkin mengindikasikan adanya masalah serius dengan kondisi kesehatan anda. Untuk itulah, pencegahan terhadap kondisi ini tentu akan menjadi hal yang penting untuk diketahui. Nah, dibawah ini adalah pencegahan terhadap kondisi hematurian diabetes.

Komplikasi nefropati diabetik akan dapat dicegah dengan menjaga gula darah dalam kisaran atau target yang normal. Sebuah penelitian menunjukan bahwa pengontrolan gula darah didalam tubuh yang baik dan senantiasa dilakukan dengan ketat akan dapat mengurangi resiko terhadap hematuria dan proteinuria sebnyak 30% lebih banyak.

Sementara itu, untuk pasien yang sudah memiliki kondisi ini atau baru saja didiagnosis terkena dengan hematuria dan proteinuria maka cobalah untuk menjaga kadar gula darah anda dengan baik. Upayakan untuk menjaga kadar gula darah dalam rentang normal untuk membalikkan keadaan. Pemerhatian kadar gula ini akan membantu anda terhindar dari kondisi hematuria yang mungkin terjadi. Selain itu, pemerhatian ini pun akan bermanfaat untuk mengontrol diabetes anda dengan lebih baik.

Pengobatan Hematuria Diabetes

Perawatan mandiri adalah bagian penting yang perlu dilakukan guna mengontrol ketat kadar glukosa didalam darah dan tekanan darah. Tekanan darah yang tidak normal akan memiliki efek drastis terhadap perkembangan nefropati diabetik, bahkan kondisi ini akan dapat menyebabkan kenaikan ringan pada tekanan darah. Dimana kondisi ini merupakan gejala dan tanda yang buruk pada hematuria. Nah, dibawah ini adalah pengobatan hematuria dengan baik.

Mengontrol Tekanan Darah

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam pengobatan hematuria adalah dengan mengontol tekanan darah dalam tubuh dengan baik. Untuk itu, upayakan agar anda selalu mengelola tekanan darah dengan menurunkan berat badan anda bila anda adalah seorang penderita obesitas. Kurangi pula konsumsi garam, hindari konsumsi alkohol dan rokok. Selain itu, berolahraga secara teratur akan memberikan manfaat dan membantu pengobatan berjalan dengan lebih baik.

Jalankan Diet Sehat

Beberapa ahli merekomendasikan penderita diabetes untuk menjalankan diet rendah protein. Protein nampaknya untuk meningkatkan seberapa keras ginjal anda perlu bekerja. Sebuah diet rendah protein akan dapat menurunkan resiko hematuria dan proteinuria. Sementara itu, bicarakan mengenai jenis diet seperti apa yang baik untuk anda jalankan dalam mengatasi kondisi ini.

Transplantasi

Jika anda mengalami kondisi gagal ginjal maka dialisis atau transplantasi menjadi hal yang akan sangat diperlukan. Anda dapat memilih apakah dialis atau tranplantasi ginjal yang akan diambil. Pilihan ini tentu perlu dibuat berdasarkan dengan persetujuan dua belah pihak, yakni penderita dan tim medis yang menangani anda. Adapun tim medi ini umumnya akan mencakup dokter, ahli ginjal, ahli bedah transplantasi ginjal, psikolog dan juga pekerja sosial. Jadi demikian, pada saat anda dihadapkan pada kondisi ini maka pertimbangkan terlebih dahulu dengan baik dan bila perlu lakukan research dan konsultasi dengan baik bersama dengan dokter yang menangani kondisi anda dengan baik.

Pada intinya penanganan yang tepat dan menjalankan pola hidup sehat serta diet rendah protein menjadi hal yang penting untuk anda perhatikan. Kondisi keluarnya darah bersama dengan urin atau yang dikenal dengan hematuria tentu menjadi hal yang menakutkan dan menyeramkan. Untuk itulah, penanganan dengan tepat dan cepat menjadi solusi yang penting untuk segera diupayakan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga dengan mengetahui beberapa informasi ini membuat anda lebih waspada terhadap kesehatan dan segera membawa kondisi ini ke dokter sehingga penanganan yang lebih baik bisa segera anda dapatkan.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel