data-ad-format="auto"

Mengenal Jenis dan Tips Pola Asuh yang Efektif yang Baik Diterapkan Untuk Anak

Pola asuh atau parenting merupakan bagian terpenting dalam pembentukan tingkah laku dan kecerdasan dari dalam diri seorang anak yang tentunya hal ini adalah kewajiban bagi setiap orangtua dimanapun ia berada.

Tugas seorang orangtua yang memiliki anak, tidak cukup hanya dengan bertanggung jawab untuk merawat dan membesarkannya saja. Ada begitu banyak tanggung jawab besar yang siap menanti anda didepan. Adalah kewajiban mendidik anak dan mengasuh mereka agar kecerdasan dan karakter serta perilaku yang baik tumbuh dalam diri mereka. Untuk itulah, pola asuh yang anda berikan pada mereka akan berpengaruh pada pembentukan hal tersebut.

Pengasuhan dan pola asuh adalah dua hal yang berbeda yang penting sekali diketahui para orangtua. Pengasuhan adalah hal yang mencakup proses menjaga dan merawat anak-anak seperti diantaranya memberi makan, menjaga kesehatannya dan melindungi si kecil dari ancaman dan bahaya yang bisa merenggut kehidupannya. Ada juga sosialisasi atau yang kita kenal dengan mengajarkan tingkah laku yang sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat, yakni pendidikan tentang bagaimana anak dapat berinteraksi dengan lingkungannya dimasyarakat dan yang terkahir adalah komunikasi. Semantara itu, berbeda dengan pola asuh yang mana ini berarti adalah gaya atau cara pengasuhan tertentu yang dilakukan masing-masing orangtua dan diterapkan secara konsisten terhadap buah hatinya. Pola asuh ini tentunya memiliki maksud dan tujuan tertentu yang mana tidak heran jika antara satu orangtua dengan orangtua yang lain memiliki pola pengasuhan anak yang berbeda-beda.

mengenal pola asuh yang efektif

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Setiap orangtua tentunya menginginkan jika buah hati yang dimilikinya tumbuh menjadi seorang yang memiliki budi pekerti yang baik, memiliki jiwa sosialisasi yang baik dan memiliki kecerdasan dan prestasi yang gemilang. Setidaknya inilah beberapa hal yang umum yang seringkali menjadi harapan para orangtua. Sementara itu, dimasing-masing orangtua tentu memiliki harapan yang lebih spesifik yang mereka simpan dalam benaknya pada diri anak-anaknya. Untuk mencapai maksud dan tujuan inilah, maka diterapkan pola asuhan yang berbeda-beda pada diri anak-anak. Misalkan orangtua A memiliki buah hati perempuan dan ia menginginkan jika anaknya bisa menjadi seorang artis saat ia dewasa kelak, maka sudah sejak dini pola asuh yang diberikan mencakup berbagai hal dasar yang bisa melatih kemampuan dan kepercaya dirian dalam diri anaknya. Sementara orangtua B menginginkan jika anak laki-lakinya menjadi dokter ditambah dengan bakat dan kemampuan otaknya yang gemilang, maka orangtua B sudah sejak dini mengarahkan anaknya pada pelajaran yang menjurus dalam bidang kedokteran. (Baca juga: Cara Menghadapi dan Mendidik Anak Bandel dan Nakal Agar Patuh dan MenurutCara Menghadapi dan Mendidik Anak Bandel dan Nakal Agar Patuh dan Menurut)

Pada umunya pola asuh yang seringkali diterapkan banyak orangtua terhadap anaknya dibagi menjadi 4 macam pola asuh. Nah, bagi anda para calon orangtua, sebaiknya kita kenali terlebih dahulu apa sajakah 4 macam pola asuh tersebut. Hal ini penting sekali kita ketahui karena hal ini dapat berpengaruh besar pada kemampuan emosional, sosial dan intelektual si buah hati.

Mengenal 4 Macam Pola Asuh yang Umumnya diterapkan Oleh Orangtua

1. Pola Asuh Authoritative (Pola Asuh yang Demokratis)

Dalam pola asuh ini orangtua cenderung memiliki kontrol tertinggi dalam kehidupan anak-anaknya, namun tidak  berarti orangtua adalah pengendali dan pengatur kehidupan anak secara mutlak seperti apa yang mereka inginkan. Dalam pola asuh ini hubungan antara orangtua dan anak amatlah hangat, sebab dalam pola asuh ini orangtua membuat aturan dan bersikap tegas terhadap anak-anaknya namun tetap fleksible, memberikan dukungan dan melatih anak-anak untuk mengatur diri mereka sendiri. Tidak ada peraturan yang mengikat anak dengan begitu mutlak dimana perkataan dan perintah orangtua dianggap perkataan Dewa yang mau tidak mau harus mereka lakukan.

Meskipun ada aturan dan ketentuan yang diberlakukan orangtua terhadap anak, orangtua yang demokratis tetap memberikan ruang dan kebebasan anak-anaknya untuk mengeksplorasi dan berkreasi dalam berbagai hal namun tetap dalam pengawasan orangtua. Pola asuh yang demokratis seringkali melibatkan anak-anak dan anggota keluarga lain ketika akan ditetapkan ketentuan baru dan sewaktu akan mengambil keputusan yang berkaitan dengan kelangsungan keluarga.

2. Pola Asuh Uninvolved (Pola Asuh yang Tidak Terlibat)

Dalam pola asuh ini, hubungan orangtua dan anak terlihat kurang hangat. Orangtua cenderung menjaga jarak dan kurang tertarik serta pasif terhadap kehidupan anak, mengabaikan emosi mereka, namun tetap menyediakan dan memperhatikan kebutuhan dasar anak-anak. Seperti halnya, makanan, baju, seragam, pendidikan, rumah dan lain sebagainya. Dalam pola asuh uninvolved, orangtua cenderung tidak peduli terhadap respon dan reaksi yang diberikan anak, yang terpenting adalah mereka sudah memberikan dan memenuhi tanggung jawab serta kewajiban mereka.

Contohnya, ketika pagi hari tiba dan anak-anak hendak pergi ke sekolah orangtua akan menyediakan peralatan sekolah dan sarapan dimeja makan, lalu memanggil mereka untuk sarapan. Namun dihabiskan atau tidak sarapan tersebut, tidak pernah menjadi masalah ataupun perdebatan. Dalam pola asuh ini anak akan cenderung kurang perhatian, mengalami penyesuaian diri yang cukup suli serta immature.

3. Pola Asuh Authotarian (Pola Asuh yang Otoriter)

Kebalikan dari pola asuh yang demokratis, dalam pola asuh ini orangtua begitu mengontol sepenuhnya kehidupan anak dan menjadi ketentuan dan peraturan yang mereka buat adalah ketentuan mutlak yang harus dijalankan oleh anak-anak, jika hal tersebut dilanggar maka hukuman berat dan murka orangtualah yang akan mereka terima. Namun dalam pola asuh ini orangtua tidak menjaga kehangatan dan hubungan yang baik dengan anak-anaknya. Dalam hal ini orangtua lebih cenderung berperan sebagai seorang penguasa yang menuntut anak-anak mereka untuk patuh, mereka cenderung lebih kaku dan penuh dengan aturan serta arahan.

Dalam pola asuh yang seperti ini biasanya akan melahirkan anak dengan mental yang mudah cemas, kurang komunikatif, sulit membuat keputusan dan kurang percaya diri. Namun, ia juga bisa sangat disiplin, bertanggung jawab besar terhadap sesuatu, mandiri dan bisa juga menjadi begitu idealis.

4. Pola Asuh Indulgent (Pola Asuh yang Permisif)

Dalam pola asuh Indulgent, hubungan orangtua dengan anak terbentuk begitu hangat dan begitu dekat. Sayanganya, pola asuh indulgent membuat orangtua kurang megontol perilaku anak karena kedekatan mereka yang sudah bak teman dan sahabat. Dalam pola asuh ini orangtua begitu terlibat dengan kehidupan buah hatinya. Orangtua yang menerapkan pola asuh ini cenderung terlalu melunak dan kurang mengarahkan buah hatinya. Ia juga tidak memberikan aturan yang jelas dan konsisten terhadap buah hatinya, dalam hal ini justru si anaklah yang cenderung menjadi bos. Pola asuh ini menghasilkan anak-anak yang manja, kurang dewasa dan kurang disiplin. Namun, anak ini juga menjadi lebih percaya diri , asertif dan kreatif.

Cara Menerapkan Pola Asuh yang Efektif Untuk Anak

Nah, dari keempat macam pola asuh diatas, sebenarnya kita bisa menerapkannya secara bergantian tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi oleh anak.

Misalkan ketika anak hendak melakukan hal yang berbahaya, maka tidak ada salahnya kita menerapkan pola asuh Authotarian, sementara saat anak sedang membuat lukisan atau kerajinan tangan kita bisa menerapkan pola asuh indulgent agar anak lebih kreatif.

Sayangnya, dalam praktinya banyak orangtua yang memiliki salah satu pola asuh dan mengaplikasikannya terlalu dominan sehingga membuat kita salah menjalankan pola asuh untuk membentuk kepribadian anak-anak.

Loading...

Follow us