Mengenal Apa Itu Abortus Inkomplit | Penyebab & Cara Penanganan

5/5 (13)

Mungkin sebagian besar orang tidak mengenal akan dua kata ini. Akan tetapi, dua kata tersebut dapat menjadi sebuah permasalahan yang sangat besar bagi wanita dan juga hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, ini menyangkut gagalnya seorang wanita mendapatkan kehamilan.

Jika Anda mengalami pendarahan pada saat hamil muda, sudah pasti Anda harus waspada akan semua kemungkinan yang terjadi. Pendarahan yang terjadi pada saat hamil muda memang sesuatu yang sangat dikhawatir bagi setiap wanita yang tengah hamil. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan abortus inkomplit? Tentunya, kami akan menyajikan beberapa pembahasan mengenai abortus inkomplit mulai dari pengertian, gejala, akibat dan juga cara penanganannya.

Apa Itu Abortus Inkomplit?

Keguguran memang sangat rentan terjadi pada wanita hamil terutama pada usia kandungan masih muda tepatnya pada trimester I.Pada umumnya, keguguran terjadi akibat pecahnya selaput ketuban pada usia kehamilan masih sangat muda. Biasanya, wanita yang mengalami keguguran akan ditangani dengan cara kuretasi oleh tenaga kesehatan. Namun, hal ini jangan diabaikan bila terdapat sisa-sisa jaringan kehamilan yang menempel pada dinding rahim.

Seperti pada kasus abortus inkomplit yaitu suatu keguguran yang dialami oleh wanita akan tetapi tidak seluruh janin atau jaringan kehamilan tidak ikut luruh. Terdapat sisa-sisa kehamilan yang menempel dan juga tertinggal di dalam rahim. Biasanya, abortus inkomplit terjadi pada usia kandungan dibawah 20 minggu.

Pendarahan pada kasus abortus inkomplit memang tergolong pada pendarahan yang cukup banyak disertai dengan rasa sakit yang sangat hebat. Keguguran jenis ini memang diawali dengan pecahnya selaput ketuban sehingga janin akan keluar dan akibatnya terjadi pendarahan hebat. Pada saat keadaan mulut rahim yang menipis dan juga terbuka, tenaga kesehatan akan melakukan pengecekan pada panggul untuk memastikan adanya abortus inkomplit.

Dapat kita simpulkan bahwa abortus inkomplit ialah suatu kondisi dimana sebagian sisa-sisa dan juga jaringan kehamilan masih tertinggal di dalam rahim pada saat pemeriksaan vagina. Hal ini tentunya ditandai dengan serviks yang masih terbuka dan juga teraba sebuah jaringan uteri. Pendarahan pada abortus inkomplit masih sangat banyak dan juga masih terjadi tergantung dari jaringan kehamilan yang masih tersisa. Hal ini menyebabkan placenta site terbuka sehingga pendarahan akan terus terjadi dengan sendirinya.

Seperti yang kita tahu bahwa abortus merupakan suatu proses dikeluarkannya janin yang disebabkan oleh sesuatu hal sebelum akhirnya ia dapat bertahan hidup di luar kandungan. Abortus ditandai dengan kehamilan yang kurang dari 20 minggu atau  keluarnya janin yang berukuran kurang dari 1000 gram.

Abortus memiliki berbagai macam jenis diantaranya abortus imminens, abortus insipiens, abortus infeksiosis, abortus komplitus dan juga abortus inkomplitus. Sekilas mengenai jenis-jenis abortus tersebut, kami jelaskan dibawah ini:

1. Abortus imminens

Jenis abortus berikut ini terjadi pada seorang wanita hamil yang mengalami pendarahan pada saat kehamilan belum cukup bulan. Abortus ini ditandai dengan terjadinya bercak pendarahan yang akan mengancam kelangsungan hidup janin di dalam kandungan.

Pada kondisi ini, tidak diperlukan penanganan secara khusus, akan tetapi diperlukan penanganan yang tepat seperti bed rest atau istirahat penuh di tempat tidur. Abortus imminens ini, kehamilan sebenarnya bisa dipertahankan, namun jika terjadi rasa sakit hebat yang berkelanjutan, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

2. Abortus insipiens

Abortus ini adalah kelanjutan dari abortus imminens yakni suatu pendarahan yang semakin meningkat dan terasa pada ibu hamil yang belum cukup bulan. Abortus insipiens ini ditandai dengan pendarahan yang cukup ringan sampai berat pada saat kehamilan masih sangat muda. Abortus insipiens terjadi dimana janin masih di dalam kandungan, akan tetapi ini akan menyebabkan proses keguguran sedang berlangsung.

3. Abortus inkomplitus

Abortus ini terjadi setelah abortus insipens yang berlanjut ke suatu pendarahan yang terjadi pada usia kehamilan muda. Abortus ini merupakan suatu proses keguguran dimana janin telah keluar dari dalam rahim melalui mulut rahim.Jika seseorang mengalami abortus inkomplitus, maka diperlukan tindakan curetase yang dapat membersihkan rahim dari sisa-sisa kehamilan yang masih menempel. Abortus jenis inilah yang akan kita bahas secara lebih mendalam.

4. Abortus komplitus

Abortus ini terjadi pada saat kehamilan masih sangat muda dan pendarahan terjadi disertai dengan keluarnya janin dari dalam rahim. Pada abortus jenis ini tidak diperlukan tindakan kuretasi dengan pemeriksaan ultrasonografi jika dinyatakan tidak ada hasil dan gambaran sisa kehamilan. Sebaiknya ibu hamil yang mengalami abortus komplitus diwajibkan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan juga tablet Fe.

5. Abortus infeksiosis

Abortus ini disebabkan oleh indeksi dari penyebaran kuman dan juga toxin yang akan beresiko tinggi dalam terjadinya sepsis. Perlu Anda tahu bahwa sepsis merupakan suatu infeksi yang memerlukan pengobatan yang serius dan harus dirujuk ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Beberapa jenis abortus di atas memang dapat dikatakan berbahaya dan juga tidak berbahaya. Untuk itu, diperlukan cara dan juga  penanganan khusus agar sisa-sisa kehamilan tidak tertinggal yang nantinya akan mengakibatkan masalah penyakit yang lebih serius. 

Penyebab Terjadinya Abortus Inkomplit

Penyebab abortus inkomplit terjadi karena kondisi janin yang tidak berkembang sempurna di dalam rahim. Hal ini sering terjadi di usia kehamilan pada trimester pertama. Pada umumnya, abortus inkomplit hampir sama dengan keguguran lainnya. Salah satu penyebab yang umum terjadi yaitu masalah di dalam plasenta. Sedangkan penyebab lain terjadinya abortus inkomplit yaitu karena adanya sel telur dan juga sperma yang mengalami kerusakan atau karena faktor lain seperti genetik dan juga kromosom.

Keguguran juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti internal dan juga eksternal. Abortus juga dapat terjadi yang diakibatkan oleh banyak faktor lainnya dan terjadi dengan spontan. Beberapa faktor tentunya dapat memicu terjadinya abortus inkomplit seperti pada berikut ini:

Faktor Genetik

Faktor yang pertama memang tidak dapat dipisahkan dari genetik yang berarti seseorang akan mengalami abortus inkomplit jika memang terdapat riwayat seperti ini pada keluarganya. Faktor genetik ini berasal dari ibu dan juga bapak yang membentuk janin tersebut berkembang.

Faktor genetik yang paling sering menjadi penyebab abortus spontai ialah abnormalitas kromosom pada janin.  Aneuplodi merupakan suatu abnormalitas genetik yang sering terjadi dan dapat menyebabkan lebih dari 50% abortus spontan terjadi. Beberapa faktor genetik lain diantaranya:

1. Faktor ibu

Faktor genetik ini tentunya seputar permasalahan yang berasal dari ibu diantaranya kelainan bentuk rahim, faktor kekebalan tubuh, kelainan endoktrin dan juga kelemahan pada otot leher rahim. Hal ini juga dapat disebabkan oleh sang ibu yang tengah melakukan abortus dua kali karena adanya kelainan kromosom.

2. Faktor bapak

Faktor genetik yang kedua berasal dari bapak yang merupakan salah satu kelainan kromosom. Kelainan ini sering kita jumpai pada triploid, trisomi, dan juga monosomi. Faktor ini juga dapat dipengaruhi oleh adanya infeksi pada sperma yang dapat menyebabkan abortus.

3. Faktor janin

Tentunya, faktor genetik ini menjadi salah satu penyebab terjadinya keguguran. Pada sekitar 50-60% kasus keguguran, faktor janin sangat mempengaruhi bertahannya kelangsungan hidup janin. Faktor janin yang sering kita temui pada abortus seperti adanya gangguan pertumbuhan pada zigot, embrio, plasenta dan juga janin. 

Faktor Hormonal

Faktor hormonal juga termasuk ke dalam penyebab terjadinya abortus inkomplit. Beberapa faktor hormonal diantaranya defisiensi luetal, abortus berulang karena faktor hormonal dan juga ibu hamil yang menderita penyakit hormonal seperti gangguan kelenjar tyroid dan diabetes mellitus.

Faktor Endoktrin

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya abortus inkomplit yakni faktor endoktrin. Faktor ini merupakan sebuah gangguan yang terjadi dan juga terlibat di dalam abortus spontan yang berulang seperti hipo dan hipertiroid, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, penyakit polikistik ovarium, hiperkresi luteinizing hormone, disfungsi fase luteal atau insufisiensi korpus luteum. Perkembangan terbaru dalam peranan hiperprolaktinemia dan juga hiperandrogenemia dapat mengakibatkan terjadinya abortus yang berulang. Pada sekitar 10-20% kasus, faktor endoktrin  berpotensi sebagai penyebab terjadinya aborsi. Insufisiensi fase luteal dan juga gangguan sindrom polikistik ovarium juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan keguguran.

Faktor Anatomi

Faktor anatomi ini termasuk ke dalam penyebab terjadinya abortus inkomplit. Anomali uterus seperti malformasi kongenital, leiomioma, defek uterus dan juga inkompetensia serviks sering dihubungkan ke dalam abortus spontan yang klasifikasi dan peranannya belum diketahui dengan pasti.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa wanita yang memiliki anomali dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti adhesi uterus, asherman’s syndrome dan juga melalui paparan dietilestilbestrol yang memiliki angka yang lebih rendah dari angka abortus.  Sedangkan faktor anatomi kogenital terjadi pada 10-15% wanita dengan abortus spontan yang rekuren.

Faktor Imunologi

Faktor ini memang sangat berpengaruh pada penyebab terjadinya abortus inkomplit. Pada kehamilan normal, sistem imun tubuh tidak bereaksi pada embrio atau spermatozoa, akan tetapi pada kasus abortus inkomplit sekitar 40% secara imunologis keberadaan fetus tidak dapat diterima dengan baik.

Respon imun tentunya dapat dipicu oleh berbagai faktor baik endogen maupun eksogen yang merupakan bagian dalam pembentukan antibodi dan  gangguan autoimun mengacu pada pembentukan antibodi, infeksi dan juga toksin di dalam tubuh. Pada faktor immunologi juga melibatkan keseimbangan antara jalur antikoagulan dan juga prekoagulan yang akan mengawali keadaan hiperkoagulasi.

Faktor ini juga dapat mengakibatkan pembekuan darah tepat dibelakang ari-ari janin sehingga hal ini menyebabkan kematian pada janin dikarenakan kurangnya aliran darah dari sang ibu melalui ari-ari tersebut.

Faktor Infeksi

Faktor ini juga sebagai penyebab terjadinya abortus inkomplit. Infeksi yang menyerang ibu hamil sudah pasti mengganggu kehamilan. Virus-virus seperti HIV, malaria, sifilis, parvovirus B19 dan juga TORCH sangat rentan menyerang ibu hamil.

Seperti yang kita tahu bahwa virus TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) merupakan virus yang sangat mematikan baik bagi ibu hamil maupun janin. Virus ini biasanya berasal dari hewan peliharaan seperti ayam, kucing, burung dan unggas lainnya yang akan menyerang ibu hamil dan virus ini sudah ada pada ibu hamil sebelum ia hamil. Virus ini selain dapat menyebabkan keguguran dan juga kematian pada bayi, juga dapat berpotensi menyebabkan cacat lahir pada bayi juga kelainan penyakit jantung bawaan pada bayi.

Faktor Penyakit Ibu

Jika seorang ibu menderita suatu penyakit yang cukup berbahaya, maka akan dipastikan janin akan mengalami gangguan pertumbuhan sehingga akan menyebabkan keguguran. Penyakit kronis pada ibu hamil seperti anemia berat, laparotomi, keracunan dan penyakit menahun lainnya tentu sangat berpotensi menyebabkan terjadinya abortus inkomplit. Dalam kondisi ini tentu akan melemahkan sistem imun pada ibu sehingga ibu akan mudah terkena penyakit yang nantinya dapat mengancam tumbuh kembang janin.

Gaya Hidup Buruk dan Alkoholisme

Jika Anda memiliki gaya hidup yang buruk seperti alkoholisme dan juga merokok, maka akan ada kemungkinan besar Anda mengalami gangguan kehamilan.  Kandungan alkohol dan rokok tentu akan sangat merusak kelangsungan hidup janin di dalam kandungan Anda.

Penanganan Pada Kasus Abortus Inkomplit

Tentunya, setiap penyakit dan juga gangguan pada tubuh harus ditangani dengan cara yang tepat. Cara penanganan yang tepat pada kasus abortus inkomplit yaitu memastikan bahwa rahim sudah dalam kondisi yang cukup bersih dari jaringan kehamilan yang masih tersisa dan juga menempel pada rahim. Hal ini dianjurkan untuk mencegah komplikasi dan juga pendarahan yang berat.

Pada umumnya, dokter akan memantau terlebih dahulu selama beberapa hari sampai semua jaringan kehamilan keluar dan luruh secara alami. Jika jaringan kehamilan tidak keluar, biasanya dokter akan memberikan obat perangsang rahim untuk mendorong sisa kehamilan agar keluar. Cara ini tentunya dilakukan bagi seorang wanita yang tidak memiliki kontradiksi obat dan tidak mengalami komplikasi.

Tentunya, cara penanganan tersebut sudah selayaknya diberikan oleh tenaga kesehatan, Kemungkinan Anda akan disarankan untuk menjalankan rawat inap di Rumah Sakit karena kemungkinan besar Anda akan mengalami pendarahan yang sangat banyak serta efek samping seperti mual, muntah, lelah, sakit kepala dan juga diare.

Cara terakhir yang akan dilakukan oleh dokter tidak lain adalah tindakan kuretasi. Tindakan ini dilakukan jika Anda harus mendapatkan penanganan dengan segera yang nantinya akan mengancam nyawa.

Kapan Wanita Bisa Hamil Lagi?

Kasus abortus inkomplit yang terjadi pada Anda bukanlah menjadi penghalang untuk mendapatkan kehamilan lagi. Tentunya, setelah Anda mengalami keguguran, Anda bisa tetap hamil dengan sehat dan juga normal. Anda dapat merencanakan kembali program hamil setidaknya satu kali setelah siklus menstruasi pasca tindakan kuretasi.

Akan tetapi, Anda dianjurkan untuk menunggu siklus menstruasi terlebih dahulu agar normal kembali. Pada kasus wanita yang mengalami keguguran berulang, mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan bila ditemukannya suatu masalah kesehatan dan penyakit yang diidap oleh ibu hamil seperti terserang penyakit TORCH juga penyakit lainnya.

Jika hal ini terjadi, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pengobatan dan pencegahan seperti terapi dan juga cara lainnya. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah keguguran agar tidak terjadi kembali pada kehamilan berikutnya.

Tentunya, mengenali abortus inkomplit, penyebab serta bagaimana penanganannya menjadi sesuatu yang wajib Anda ketahui. Hal ini memang terlihat sepele, akan tetapi memiliki dampak yang cukup berbahaya juga dapat mengancam nyawa janin Anda. Itulah beberapa hal yang wajib Anda ketahui mengenai abortus imkomplit yang rentan terjadi dan menyerang wanita hamil. Untuk itu, jagalan kehamilan Anda agar tetap sehat dengan menjalankan pola hidup sehat serta menghindarkan diri dari hal-hal sebagai penyebab terjadinya abortus inkomplit. Semoga bermanfaat!

 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply