Mengapa Wanita Cenderung Lebih Gampang Kehabisan Napas Saat Berolahraga?

Dalam riset tersebut dilibatkan sekitar 50 orang wanita dan pria dewasa yang sehat dan tidak merokok. Para peserta rata-rata berusia 20-40 tahunan. Penelitian tersebut diawali dengan meminta para responden untuk mengayuh sepeda statis. Diwaktu yang bersamaan, para peneliti juga memantau fungsi organ dalam para responden seperti paru-paru, jantung serta fungsi tubuh lainnya. Setelah latihan usai, mereka baru mengukur kadar kesulitan bernapas dari tiap peserta. Peneliti yang mengetahui riset tersebut yakni Dr. Dennis Jensen dari McGill University mengungkapkan, bahwa studi yang dilakukannya menunjukkan, adanya aktivasi listrik pada otot pernapasan wanita selama berolahraga. Hal tersebut dilakukan sebagai kompensasi dari ukuran paru-paru, otot pernapasan dan jalur udara yang lebih kecil.

Para peneliti beranggapan, sebuah riset dapat membantu menyediakan layanan kesehatan guna mengidentifikasi sebuah metode baru memperbaiki pernapasan dan kapasitas olahraga wanita, para penderita penyakit jantung, orang lanjut usia dan penderita paru-paru kronik. Dr. Jensen menegaskan, masih dibutuhkan studi lanjutan untuk menentukan apakah hasil dari studi ini juga dapat diimplikasikan pada kelompok pria dan wanita yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Untuk mensiasati agar tidak terlalu terengah-engah saat melakukan olahraga berat, sebaiknya lakukan beberapa tips dibawah ini :

1.    Bernapas Dengan Mulut

Menggunakan mulut untuk bernapas saat melakukan olahraga memungkinkan oksigen yang masuk lebih banyak dan karbon dioksida yang keluar lebih banyak pula dibanding saat anda bernapas melalui hidung dari hidung. Namun saat anda mencoba bernapas dari hidung saat melakukan olahraga akan membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung akan mengepal atau mengeras. Sedangkan bernapas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah menjadi lebih rileks sehingga dapat menciptakan ketenangan dan rasa yang lebih santai. Saat anda mulai merasa kelelahan dan kehabisan napas, sebaiknya mulai perlambat lari anda. Dengan begitu maka napas anda tidak akan terlalu berat saat melakukan olahraga.

2.    Mengambil Napas Pendek Dan Dangkal

Menarik napas terlalu dalam dan panjang, hanya akan membuat seseorang tidak kuat berlalu terlalu jauh atau lama. Untuk itulah, sebaiknya ambilah napas pendek dan dangkal agar lebih mudah mengatur napas.

3.    Gunakan Pernapasan Perut Lebih Sering

Cobalah untuk bernapas melalui perut atau diafragma dan bukan dada. Untuk melatihnya, coba berbaring terlentang dan coba perhatikan gerakan perut ketika bernapas. Seseorang yang bernapas dengan benar bagian permukaan perutnya akan naik-turun setiap kali bernapas, sementara bagian dada minim pergerakan. Agar napas anda teratur saat melakukan olahraga lari, maka aplikasikan cara ini.

Bernapas dengan benar amat sangat penting untuk menurunkan stress dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernapasan saat di arena olahraga terutama saat lari memang bukanlah hal yang mudah,namun hal tersebut bisa dilatih ketika anda berjalan hingga nantinya tubuh akan terbiasa.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply