data-ad-format="auto"

Mengapa Sering Buang Gas Saat Hamil?

Keluhan yang seringkali dialami oleh ibu hamil adalah masalah pencernaan. Umumnya masalah pencernaan akan dialami oleh ibu hamil di akhir trimester ke dua menjelang trimester ketiga. Bahkan pada usia kehamilan trimester pertama sekalipun dapat terjadi keluhan pencernaan seperti mual dan muntah. Beberapa kasus berbeda-beda, ada yang mengalami heartburn, sembelit atau masalah buang gas selama kehamilan.

Satu contohnya yaitu ibu hamil yang mengeluhkan sering buang gas pada usia kehamilan 15 minggu. Kondisi ibu hamil sulit mengontrol buang angin hingga menyebabkan ibu mengalami kembung dan kram. Tentu saja kondisi ini membuat ibu hamil cemas keluhan yang dialami merupakan keluhan normal atau abnormal? Bagaimana solusi agar menjadi nyaman selama kehamilan?

Gangguan Pencernaan Pada Ibu Hamil

Selama kehamilan seringkali ibu mengalami gangguan pencernaan dari masalah ringan hingga berat. Meskipun sebagian besar relatif lebih aman untuk janin akan tetapi apabila berlangsung memburuk sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter.

Pada umumnya ibu hamil mengalami gangguan pencernaan dibawah ini :

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

1. Sembelit

Kondisi dimana ibu hamil mengalami kesulitan buang air besar yang dapat terjadi pada usia kehamilan trimester pertama, kedua ataupun ketiga. Meskipun demikian seringkali dialami oleh ibu hamil pada akhir kehamilan. Kondisi sembelit pada ibu hamil dikarenakan ukuran tubuh ibu hamil dan kepala bayi yang menekan usus sehingga membuat ibu hamil sulit buang air besar.

Penyebab gangguan pencernaan seperti sembelit dipicu karena sistem hormonal ibu yang berubah, rahim yang semakin membesar hingga menekan usus, ibu hamil yang menderita wasir. Adapun penyebab lainnya yaitu karena malas bergerak atau kurang minum atau ibu hamil mengalami kelainan katup usus. Bahkan bawaan kelain sebelum ibu hamil.  

2. Morning Sickness

Sepertinya semua ibu hamil mengalami muntah-muntah yang cukup berat. Gangguan pencernaan ini akan berlangsung hingga usia kehamilan 5 bulan. Bahkan pada kondisi yang sangat parah akan menganggu aktivitas ibu hamil. Walaupun demikian kondisi masing masing ibu hamil berbeda-beda adapula ibu hamil yang tidak mengalami mual dan muntah. Anda tidak perlu khawatir hal ini disebabkan karena perubahan hormon estrogen dan juga progesteron selama kehamilan. Sehingga mempengaruhi terjadinya peningkatan asam lambung dan memicu terjadinya mual dan muntah selama kehamilan.

3. Diare

Ibu hamil dapat mengalami buang air besar yang lebih sering. Bahkan hingga 4 kali dalam sehari. KOndisi ini apabila diabiarkan akan mengganggu kesehatan ibu dan janin. Diare yang dialami oleh ibu hamil dapat disebabkan karena faktor psikis yaitu terjadinya tekanan yang membuat ibu hamil stress atau karena bakteri seperti salmonela. E coli dan cacing parasit. Apabila tidak ditangani lebih cepat dikhawatirkan akan mengganggu janin sehingga asupan dan nutrisinya menjadi terganggu sehinga janin mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan.

4. Perut Terasa Panas dan Sulit Buang Gas

Selama kehamilan perubahan fisik memang sangat tampak memasuki usia kehamilan trimester tiga. Bahkan seringkali ibu hamil mengalami perasaan tidak nyaman dari perubahan fisik tersebut. Salah satunya merasakan kembung, perih dan terasa panas. Kondisi seperti ini sering dialami oleh ibu hamil. Meskipun tidak berdampak negatif pada janin akan tetapi akan membuat ibu tidak nyaman dan mengganggu kesehatan ibu hamil. Sehingga diperlukan penanganan yang tepat untuk memberikan kenyamanan selama kehamilan apalagi ibu hamil yang memasuki waktu persalinan.

Kondisi ibu hamil yang mengalami gangguan pencernana

Ibu hamil yang mengalami gangguan pencernaan dapat dipicu karena perubahan fisik dan perubahan psikis selama kehamilan. Selain itu gangguan pencernaan pada ibu hamil dapat terjadi karena ibu hamil memiliki riwayat kesehatan pencernaan. Apalagi bila ibu hamil mengalami maag, luka usus atau gastritis. Ibu hamil seringkali mengalami mulas dan perut yang kembung seperti sedang masung angin. Bahkan beberapa ibu hamil mengalami diare.

Memasuki usia kehamilan di trimester terakhir ibu hamil lebih beresiko tinggi mengalami gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan yang dialami ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Tidak semua gangguan pencernaan akan berdampa negatif pada ibu hamil. Ada yang dapat diatasi dengan pola hidup yang sehat. Meskipun demikian jangan anggap bahwa semua dapat sembuh dengan sendirinya. Diperlukan penanganan dan konsultasi pada dokter apabila gangguan pencernaan belum kunjung sembuh.

Kondisi ibu hamil sering buang gas

Sulit buang gas memang bukan merupakan gangguan pencernaan yang akan berdampak negatif akan tetapi apabila dibiarkan akan mengganggu kenyamanan anda. Apalagi kondisi kesulitan buang gas yang dialami ibu hamil yang terjadi di trimester ke tiga yang akan mengganggu persiapan persalinan ibu hamil.

Buang gas saat hamil memang terkadang sulit atau susah di kontrol. Salah satu penyebab susah dikontrol karena ukuran rahim yang mengalami pembesaran seiring dengan perkembangan bayi. Hal ini yang menyebabkan ibu hamil hanya memiliki sedikit ruang untuk memproduksi gas di dalam perutnya.

Pada ibu hamil di trimester ketiga seringkali mengalami kesulitan dalam mengontrol buang gas. Bahkan ada beberapa ibu hamil sering mengalami buang gas. Ibu hamil dapat beberapa kali buang gas dalam satu hari bahkan tidak tertahankan. Gejalanya yang dialami ibu hamil adalah kondisi kembung yang terjadi karena kram perut dan juga dorongan buang angin lebih sering. Selain itu penyebabnya adalah karena usus bekerja lebih lambat pada saat ibu hamil yang diakibatkan adanya gangguan hormon progesteron pada tubuh ibu hamil.

Solusi Sering buang gas saat hamil

Kondisi ibu hamil yang sering buang gas bukan merupakan kondisi yang berpengaruh negatif pada kesehatan ibu dan janin. Meskipun demikian ketidaknyaman dapat terjadi pada ibu hamil. Ketidaknyamanan ini yang membuat ibu hamil terganggu melakukan aktivitas atau menjadi berkurang dalam mengkonsumsi makanan.

Cara terbaik yang dilakukan adalah dengan mengurangi rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari buang gas. Ibu hamil dapat dengan mengurangi gas yang berlebihan dengan memperhatikan asupan makanan. Kurangi makanan yang mengandung gas seperti kol, tape, ubi jalar dan lobak. Selain itu makanlah dalam porsi yang sedikit akan tetapi ssering sehingga dapat disiasati untuk pencernaan yang baik.

Hindari menggunakan pakaian yang ketat, gunakan pakaian yang longgar sehingga dapat mengurangi perut kembung dan tidak nyaman. Ibu hamil juga mengkonsumsi makanan dan minuman yang hangat yang dapat membantu mengusir gas di dalam perut. Bahkan olahraga khusus ibu hamil akan membantu mengurangi resiko gas yang berlebih.

Dengan demikian kondisi ibu hamil yang sering buang gas bukan merupakan bahaya dan tidak akan berpengaruh negatif pada bayi. Meskipun demikian ketidaknyamanan yang akan menyebabkan gangguan aktivitas dan asupan makanan pada ibu hamil harus diminimalisir dengan cara-cara terbaik sehingga dapat mengurangi gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin.

Loading...

Follow us