Mengapa Mainan Harus Sesuai Usia Anak?

4.8/5 (10)

Memang tidak ada yang salah dengan jenis mainan yang disukai oleh anak. Meskipun demikian sebaiknya orang tua mengarahkan pada permainan yang sesuai usianya. Pertama-tama mungkin anak tidak bisa menerima akan tetapi lambat laun akan menyukainya. Apalagi mainan anak memang dirancang berwarna dan menarik sesuai dengan kesukaan anak anda.

Mainan anak sebenarnya tidak saja mengenai teman anak. Mainan anak dapat menjadi alat atau media yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Dengan melakukan permainan yang tepat maka anak anda dapat dirangsang mengembangkan kemampuan kognitif, perkembangan motorik, emosional, bahasa dan interaksi dengan teman sebayanya.

Setiap anak tida dapat dipaksakan untuk melakukan mainan yang belum tepat usianya. Apabila anak anda lebih suka memilih mainan yang seharusnya untuk usia dibawahnya maka rangsangan /stimulasi dari mainan untuk tumbuh kembangnya kurang optimal. Begitu pula dengan mainan yang dipaksakan diberikan pada anak yang umurnya belum saatnya bermain dengan jenis mainan tersebut. Manfaat dari mainan untuk merangsang kemampuan anak tidak akan maksimal. ( Artikel lainnya: Perlengkapan Bayi )

Pada usia anak anda di bawah 6 bulan akan berbeda dengan mainan anak 12 bulan. Ini dikarenakan daya dukung dari organ tubuh anak juga berbeda. Kemampuan dan kebutuhan anak anda berbeda-beda sesuai dengan usianya. Tidak akan menjadi masalah anak anda bermain cilukba yang sering dilakukan pada usia 6 bulan ke bawah akan tetapi manfaatnya sudah berkurang ketimbang dilakukan ketika merangsang kemampuan melihat dan mendengar pada usia 6 bulan ke bawah. Artikel Bersangkutan: Permainan Bayi

Kemapuan fisik tidak dapat dipaksakan untuk mampu bermain. Umumnya aktivitas fisik sering dilakukan pada usia anak 3-5 tahun dimana anak mengenal lingkungan dan teman sebaya. Pada usia ini akan sudah dapat mengembangkan kemampuan motorik halus dan motorik kasar yang lebih manipulatif.

Pada umumnya mainan anak tidak hanya sekedar teman untuk membuat anak anda senang melainkan dirancang untuk pembelajaran anak. Maka dari itu mainan anak memiliki desain, warna dan bentuk yang berbeda sesuai dengan karakter dan fungsi usia anak. Untuk dapat memahami mainan anak yang sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan anak dan jenis mainan yang dibutuhkan untuk mendukung proses perkembangan anak.

1. Mainan untuk usia 0-9 bulan

Awal bayi lahir belum memiliki penglihatan yang sempurna. Masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan rangsangan dengan menggunakan warna yang mencolok. Warna-warna yang menarik diantaranya adalah merah, biru, kuning atau warna terang lainnya.
Selanjutnya anak akan mengalami proses duduk, mengalami merangkak, merambat dan juga melangkah. Kemampuan inilah yang harus didukung oleh kemampuan kontras dan berdesain. Selain itu perhatikan juga keamanan dari bahan yang digunakan sehingga tidak memiliki resiko berbahaya dan melukai bayi.

Jenis mainan untuk usia 0-9 bulan

Adapun jenis mainan yang cocok untuk usia 0-9 bulan : Mainan rattle atau kerincingan,mainan gigitan (teether), matras gimnastik, beberapa boneka yang berbahan kain, bola karet, boneka yang memiliki bunyi, matras berbentuk boneka, boneka gantung, buku kain atau boneka jari yang memiliki beranekaragam karakter. Selain itu permainan yang tidak menggunakan alat bisa dilakukan dengan bermain cilukba atau mainan menepuk tubuh ibu oleh tangan anak.

2. Mainan untuk Usia 9-18 bulan

Rentang waktu yang seringkali dikategorikan anak batita. Inilah periode emas yang banyak sekali mengalami perkembangan. Pada usia ini anak sudah kuat ketika memegang, menganggkat, dan menarik benda asing. Mainan yang diberikan sudah dalam bentuk pengembangan kreativitas dan emosi. Dengan demikian anak akan lebih banyak belajar ketelitian, kesabaran, inovasi, kepercayaan, ketekunan dan juga pengalaman.

Jenis mainan untuk usia 9-18 bulan

Beberapa mainan yang dapat dilakukan untuk usia 9-18 bulan ini adalah mainan yang menirukan kehidupan sehari-hari seperti sayuran, buah, binatang, telepon dan mobil-mobilan. Sedangkan untuk memecahkan masalah diantaranya adalah mainan buka tutup, balok susun, puzzle dan bola besar.

3. Mainan untuk Usia 18-36 bulan

Merupakan masa yang aktif, dimana anak lebih suka melakukan gerakan. Dengan mulau berjalan lebih cepat, berjinjit, berlari, memanjat kursi dan melompat kecil. Bahkan kemampuan berbicara semakin bertambah ketika sudah mampu menirukan penyanyi idolanya.

Jenis mainan untuk usia 18-36 bulan

Mainan yang membuatnya berkreasi seperti crayon, lilin kreasi, melukis, drum, piano atau gitar mainan. Selain itu dapat mengembangkan imajinasi dengan menggunakan mainan rumah boneka, merias diri, berpakaian, berdandan dan peralatan memasak.

4 . Mainan untuk Usia 4-5 tahun

Perkembangan motorik yang dilakukan oleh anak usia 4-5 tahun lebih pesat dibandingkan usia sebelumnya. Pada usia ini anak akan dipersiapkan untuk berpikie dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Kemampuan daya pikir dan daya ingat yang tajam akan membantu dalam menunjukan dan menggemari kegiatannya. Bahkan anak anda sudah dapat belajar menggunakan jemari dan benda sekitarnya.

Jenis mainan untuk usia 4-5 tahun

Pada usia ini anak dapat menggunakan jenis mainan seperti monopolu, ular tangga atau lego. Selain itu anak akan belajar untuk angka dan waktu seperti permainan sempoa, model huruf dan angka. Bahkan dengan teknologi yang semakin berkembang anak dapat bermain dengan permainan komputer atau aplikasi pada gadget asalkan dilakukan pengawasan orang tua.

Sedangkan untuk mainan yang menggunakan teknologi memang boleh dikenalkan kepada anak akan tetapi peranan orang tua sangat berpengaruh. Orang tua dapat memilihkan permainan dengan tema kekerasan atau menggunakan senjata tajam. Selain itu anda dapat mendampingi dan mengingatkan durasi bermain sehingga anak tidak megalami kecanduan dan membahayakan kesehatan akibat dari mata yang terlalu lama menatap monitor

Permainan yang menggunakan teknologi memang sangat membantu terlebih dapat mengatur siasat dan memiliki skor yang baik dengan permasalah yang dihadapi dalam permainan tersebut. Meskipun demikian tetap harus melalui pengawasan dan bimbingan orang tua agar anak dapat bijak menggunakan permainan online .

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply