Mengapa Bayi Selalu Tutup Mulut saat Diberi MPASI?

4.5/5 (28)

Umumnya penolakan MPASI pada bayi seringkali ditandai dengan gerakan bayi menutup mulut. Penyebabnya masih belum ditemukan pasti meskipun demikian bayi seringkali tidak suka dengan rasa, bosan dengan menu yang sama, cara pemberian makanan, kondisi kesehatan bayi atau karena lingkungan saat bayi sedang makan. Walaupun ini dianggap wajar akan tetapi penolakan makanan pada bayi yang terus menerus akan menggangu pengenalan MPASI.

Penolakan MPASI oleh bayi umum terjadi apabila pada perkenalan pertama MPASI. Bayi membutuhkan waktu adaptasi untuk mengenal tekstur, rasa dan cara saat dikenalkan MPASI. Kewajaran penolakan MPASI dalam rentan waktu 3 bulan, diantara mulai usia 6 hingga 9 bulan. Sedangkan apabila pada usia 9 bulan bayi masih menolak MPASI maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Sikap yang ditunjukan oleh bayi yang menutup mulut rapat-rapat saat diberikan MPASI hingga mengakibatkan dia menangis, menjerit bahkan hingga meronta-ronta merupakan penolakan MPASI,

Berikut ini adalah penyebab penolakan saat MPASI oleh bayi :

1. Belum mengenali rasa makanan

Penolakan pertama yang dilakukan bayi ketika mendapatkan MPASI adalah rasa. Bayi dapat diperkenalkan dengan variasi rasa dari bahan untuk MPASI. Dengan demikian bayi dapat mengingat rasa dan tidak bosan dengan pemberian ASI yang sama.

2. Belum mengenali tekstur makanan

Salah satu penyebab Bayi melakukan penolakan adalah tekstur makanan yang masih asing sehingga ketika anda memberikan MPASI bayi mencoba beradaptasi. Pertama memperkenalkan MPASI adalah bubur saring secara bertahap ke tekstur yang lebih padat sehingga dapat memudahkan menerima MPASI.

3. Makanan sambil jalan-jalan

Berbagai cara dilakukan agar bayi tidak menolak MPASI. Padahal seharusnya anda mengenalkan cara makan yang baik sejak dini. Anda dapat membuatnya duduk di tempat makan sambil bercerita melihat aktivitas lainnya.

Sedangkan untuk mengatasi penolakan MPASI, maka dapat dilakukan cara berikut ini :

  1. Anda mengetahui jadwal makan sehingga lebih teratur mengenalkan jadwal makan pada bayi.
  2. Miliki kesabaran dan kreativitas ketika memberikan MPASI. Anda dapat mulai bercerita yang mengalihkan bayi dan menerima MPASI.
  3. Cermati Bahan MPASI. Anda dapat membuat jadwal menu makanan bayi hingga tidak bosan dengan jenis makanan yang disajikan.
  4. Berikan MPASI oleh satu orang. Pemberian MPASI yang dilakukan lebih dari satu orang akan menyulitkan untuk mempelajari perilaku bayi.
  5. Berikan ASI tidak terlalu kenyang. Penolakan MPASI dapat terjadi karena bayi sudah kenyang, sehingga hindari memberikan ASI pada saat akan diberikan MPASI.

Bagi bayi yang menolak MPASI dengan cara tutup mulut maka dapat dikhawatirkan akan menghambat nutrisi. Solusi tercepat memang dengan memberikan vitamin akan tetapi sebenarnya vitamin sudah dapat dilengkapi dari sayur dan buah untuk dikonsumsi. Sedangkan pada bayi yang mengalami penolakan maka pemenuhan vitamin, mineral yang dibutuhkan tubuh dapat dengan vitamin meskipun demikian sebaiknya anda konsultasikan dulu pada dokter.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel