Mencegah Kenaikan Berat Badan dari Penggunaan Insulin

Tidak sedikit pasien pengguna insulin, baik itu pada penderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 mengeluhkan mengalami kenaikan berat badan, kemudian mereka menyalahkan efek penggunaan insulin sebagai penyebab utama melambungnya berat badan tersebut. Akan tetapi, sebenarnya jawaban ini akan tergantung dari kondisi dan aktivitas yang dijalani oleh si pasien itu sendiri, bisa ya atau juga tidak. Apabila pasien mampu mengelola diabetes dengan baik dan benar maka mereka akan dapat mengendalikan kenaikan berat badannya sebagai akibat dari penggunaan insulin.

Akan tetapi, bila pasien belum memahami cara mengendalikan insulin dalam kehidupan sehari-harinya maka bisa jadi kondisi kenaikan berat badan timbul akibat dari penggunaan obat diabetes yang satu ini. Lantas bagaimana sebenarnya mekanisme kinerja insulin didalam tubuh? Mari kita simak lebih dalam dibawah ini.

Mekanisme Kinerja Insulin Didalam Tubuh

Sebelum membahas lebih jauh bagaimana penanganan kenaikan berat badan dari penggunaan insulin. Akan lebih baik jika kita kenali lebih dalam seperti apa kinerja si insulin itu sendiri didalam tubuh kita.

Insulin adalah salah satu hormon pening yang amat dibutuhkan oleh tubuh. Hormon ini bekerja untuk merubah kadar glukosa menjadi energi atau lemak. Untuk itulah, insulin seringkali disebut dengan hormon pertumbahn karena terkait dengan pembentukan lemak, tulang dan juga daging.

Pada orang normal yang hidup lebih aktif, insulin yang dihasilkan oleh bagian pankreas akan mengubah glukosa menjadi energi secara alami. Meskipun mereka makan dalam jumlah yang banyak akan tetapi orang normal yang hidup pasif dan kurang bergerak, insulin akan mengubah glukosa tersebut menjadi timbunan lemak yang akan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Apalagi ketika mereka mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dan besar.

Sementara itu, pada penderita diabetes, insulin yang dihasilkan oleh bagian pankreas lebih sedikit jumlahnya, kondisi ini umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Bahkan pada penderita diabetes tipe 1, insulin tidak dihasilkan sama sekali. Nah, kedua kondisi kesehatan ini membutuhkan insulin sintetik.

Jika kondisi diabetes tidak mendapatkan tambahan insulin dari luar maka mereka akan dapat mengalami penurunan atau bahkan kehilangan berat badan secara berlebihan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tanpa adanya hormon insulin didalam tubuh maka glukosa tidak akan dapat diproses menjadi lemak. Sementara kelebihan glukosa akan dibuang melalui urine.

Sementara itu, jika diabetes pengguna insulin mempunyai perawatan diabetes yang rendah dan cenderung pasif dalam menjalani aktivitas maka mungkin mereka akan dapat mengalami kenaikan berat badan dari penggunaan insulin. Resiko ini akan sama saja dengan orang yang tidak mengalami diabetes.

Jadi pada intinya, kenaikan berat badan akan dapat terjadi pada siapapun, bahkan mereka yang normal dan tidak menderita penyakit diabetes. Jika anda tidak segera merubah gaya hidup anda maka kenaikan berat badan akan dapat terlihat dengan nyata. Hanya saja, resiko kenaikan berat badan adalah hal yang lebih dominan terjadi pada mereka para penderita diabetes sebagai akibat dari pengunaan insulin sintetik dibandingkan dengan mereka orang yang normal. Dan hal ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Nah, simak dibawah ini beberapa pencegahan kenaikan berat badan dari penggunaan insulin.

Mengurangi Penggunaan Insulin

Disadari atau tidak, salah satu efek dari penggunaan insulin sintetik dalam tubuh efeknya dapat dirasakan oleh sistem pencernaan, yakni dengan meningkatkan rasa lapar. Rasa lapar ini dapat terjadi karena kadar gula didalam darah menurun dan biasanya kondisi ini akan membuat pasien mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak. Dimana hal inilah yang membuat kenaikan berat badan dapat terjadi dengan lebih mudah. Sementara itu, ketika dosis insulin yang digunakan diturunkan maka perubahan akan secara signifikan dapat terlihat dimana resiko hiperglikemik akan mengancam.

Lalu bagaimana cara mengatasi kondisi seperti ini? Akitivitas fisik seperti banyak terlibat dalam melakukan olahraga adalah jawaban paling tepat untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan dengan mengurangi dosis penggunaan insulin. Apabila anda mengurangi dosis insulin namun tetap mengimbanginya dengan serangkaian olaharaga yang baik, maka secara ototmatis kelebihan glukosa didalam tubuh anda akan dapat diolah menjadi energi, bukan lemak. Hal ini pun akan dapat bekerja untuk menghindari resiko hiperglikemik sebagai akibat dari pengurangan dosis insulin yang anda lakukan.

Hanya saja, jika selama melakukan kegiatan olahraga anda tidak mengurangi dosis penggunaan insulin maka kemungkinan anda akan mengalami hiperglikemik. Lantas sebenarnya, berapa dosis insulin yang perlu untuk dikurangi? Nah, untuk mengetahui jawaban ini maka anda akan membutuhkan dokter ahli untuk menangani kasus ini. Saran dari dokter tentu lebih aman karena mempertimbangkan segala hal dan faktor yang perlu untuk dilakukan.

Tidak Melewatkan Cek Gula Darah

Cek gula darah menjadi hal penting selama anda melakukan aktivitas fisik. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mengontrol hipoglikemik dan hiperglikemik karena anda mengurangi dosis insulin anda. Adapun patokan standar gula darah yang normal pada kondisi ini adalah berkisar antara 70 mg/dl hingga 100 mg/dl. Sementara itu, bila anda mengalami gejala hipo pada saat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga maka anda perlu mengkonsumsi tablet glukosa atau jus buah dengan rasa manis.

Pada posisi antara mengurangi dosis insulin dan melakukan aktivitas fisik anda memang cenderung rentan dengan kondisi 2 kondisi, yakni hipoglikemik dan hiperglikemik. Jika latihan fisik anda tidak maksimal maka anda mungkin akan rentan dengan hiperglikemik sementara bila anda terlalu berlebihan melakukan aktivitas maka anda rentan dengan hipoglikemik. Untuk itu, selalu siapkan glukotest diatas pinggang anda guna mempermudah pengecekan gula darah dengan baik.

Glukosa Juga Penting

Guna mendukung program pengendalian berat badan, penting sekali untuk anda mendapatkan cukup glukosa selama melakukan aktivitas fisik. Hal ini tentu dilakukan untuk mencegah timbulnya hipoglikemik. Jadi demikian, anda tidak boleh meninggalkan glukosa, namun anda perlu menambah asupannya guna menambah energi. Untuk itu, tambahkan madu atau susu rendah lemak pada waktu makan anda untuk menghindari kondisi hipoglikemik.

Relaksasi dan Rekreasi

Merelaksasi tubuh anda akan baik untuk menghindarkan stres yang terjadi. Sebagaimana kita ketahui stres bukanlah kondisi yang baik saat anda adalah seorang penderita diabetes. Sementara itu, rekreasi adalah media yang baik untuk menghindarkan stres. Memilih tempat rekreasi yang memaksa tubuh anda untuk dapat mengeluarkan tenaga dan keringat adalah kombinasi ide yang baik guna merelaksasi dan menurunkan atau mengendalikan berat badan dalam waktu yang bersamaan.

Dengan begini hiking ke tempat-tempat yang sejuk dan bernuansa alam akan menjadi pilihan yang baik. Biasanya gardu pandang dan air terjun yang berada diketinggian tertentu akan menjadi hal yang menyenangkan untuk dikunjungi. Selain itu, rekreasi inipun akan menjadi media yang baik untuk anda para penderita diabetes yang memiliki gangguan psikologis akibat penyakit yang diderita.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply