data-ad-format="auto"

Kehamilan

Benarkah Mendengkur Ketika Hamil Menghambat Peredaran Darah?

in Pengetahuan Kehamilan by Metta
Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli mengulas tentang resiko mendengkur pada ibu yang sedang hamil. Mendengkur pada saat ibu sedang hamil sering dikaitkan terhadap kehamilan yang beresiko buruk. Banyak sekali ibu hamil yang mengganggap dengkuran ini sebagai hal yang biasa. Apalagi ibu yang sedang hamil akan… Baca Selengkapnya..
193051

Penyebab dan Tanda-Tanda Keguguran

Keguguran adalah salah satu hal yang paling banyak dikahawatirkan dan ditakutkan oleh…
26788

Jarak Kehamilan Dapat Menunjang Pola Asuh yang Lebih Baik?

Menjaga jarak kehamilan akan berpengaruh pada pola asuh anak pertama maupun janin yang…
TIPS CEPAT HAMIL SETELAH KB SPIRAL
12842

3 Tips Cepat Hamil Setelah Melepas KB Spiral

Pemerintah sudah mencanangkan program keluarga berencana sejak akhir tahun 70-an. Yang…
39523

Bolehkah Ibu Hamil Makan Sushi?

Sushi, merupakan makanan tradisional jepang yang telah mendunia bahkan makanan ini telah…

Persalinan

Yang Unik

Menangani Kebiasaan Mencuri Pada Si Buah Hati dan Kenali Penyebabnya

Akan tetapi, bagaimana jadinya jika di usia yang sudah mulai beranjak besar, kebiasaan tersebut masih saja dilakukan si buah hati dan bahkan berubah menjadi sebuah kebiasaan buruk? Si anak seringkali dengan terang-terangan dihadapan mata anda mengambil barang milik oranglain dan mengklaim barang tersebut menjadi miliknya. Atau bahkan dengan sembunyi-sembunyi ia mengambil barang milik oranglain? Nah, jika sudah begini, bagaimana reaksi anda sebagai orangtua?

menangani kebiasaan mencuri pada anak

Ya, menghadapi anak-anak yang memiliki kebiasaan buruk, memang seringkali membuat orangtua pusing. Apalagi kebiasaan tersebut adalah hal yang akan sangat memalukan seperti mencuri dan mengambil barang milik oranglain. Akan tetapi, tidak bijak tentunya dengan memaharahi dan bereaksi berlebihan pada tingkah si anak yang demikia. Walaupun perilaku buruk yang dilakukannya adalah hal yang akan sangat memalukan, namun bukan berarti orangtua dengan leluasa bisa memberikan hukuman yang keras, apalagi hukuman ini bernada kekerasan.

Sebaiknya, orangtua perlu mengetahui dengan jelas sebab dan alasan mengapa si anak bisa mencuri atau mengambil barang milik oranglain, meski anda merasa anda sudah mencukupi kebutuhannya dengan baik.

Anak-anak yang berusia sangat muda, terkadang mengambil barang-barang yang mereka inginkan tanpa memahami dengan betul bahwa barang tersebut memiliki nilai uang dan itu salah untuk mengambilnya tanpa membayar.

Sementara pada anak sekolah biasanya, anak-anak usia ini sudah paham betul bahwa tidak seharusnya mereka mengambil tanpa membayar, akan tetapi mereka tetap melakukannya dengan sadar. Hal ini biasanya dipengaruhi, karena kurangnya kontrol dalam diri si anak.

Lalu, untuk anak-anak awal usia remaja, mereka tentu paham betul bahwa mencuri adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan mereka pun paham betul bagaimana sanksi sosial untuk seorang pencuri. Akan tetapi, mereka tetap melakukannya gara-gara sensasi dan tantangan karena temannya yang lain melakukan hal serupa. Beberapa orangtua, bahkan anak meyakini bahwa hal ini akan dapat mereka hentikan ketika kontrol dalam diri mereka meningkat. Hanya saja, ketika mereka memiliki kontrol atas dirinya sendiri, beberapa remaja melakukan pencurian sebagai bentuk pemberontakan.

Nah, selain beberapa hal diatas adapun beberapa penyebab yang umum yang memicu seorang anak melakukan pencurian atau mengambil barang milik oranglain bisa jadi dipengaruhi akibat.

Penyebab Anak Mencuri

1. Kurangnya Pemahaman dan Tanggungjawab

Seperti yang dibahas diatas, hal ini umumya akan terjadi pada anak-anak dengan usia yang masih begitu muda. Anak-anak seperti usia balita, tentunya belum memahami arti dari kepemilikan. Mengambil buku atau uang oranglain tidak mereka artikan sebagai tindakan yang besar dan merupakan kesalahan. Selain itu, anak-anak pun belum memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini.

Mereka tentu belum paham bahwa ketika mereka mengambil barang milik oranglain maka selalu ada konsekuensi yang harus mereka hadapi. Nah, dari sini tentunya menjadi tanggung jawab dan kewajiban orangtua untuk memberikan pehaman dan mendidik anak-anaknya.

2. Adanya Kesenangan

Penyebab lain yang membuat seorang anak mencuri adalah timbulnya rasa senang memiliki barang milik oranglain denga cara yang terpaksa. Dalam hal ini, mencuri atau mengambil barang oranglain dilatar belakangi oleh keinginan mereka untuk bisa memiliki barang milik orang lain, dan jika hal tersebut terwujud maka mereka akan merasa senang. Tentunya pada anak yang mengalami masalah ini, maka orangtua perlu memberikan pendidikan lebih pada anak dan menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah tindakan yang baik.

3. Kebiasaan Dimanja

Kebiasaan orangtua dalam memanjakan buah hatinya dengan harta dan kekayaan berlimpah tentu bukanlah tindakan yang bijak. Karena pada saat anda tidak bisa memberikan mereka hal ini, maka akan timbul motiv baru dalam diri anak-anak untuk bisa mendapatkan dengan menghalalkan segala cara termasuk mencuri.

4. Kebutuhan Mendesak

Kurangnya fasilitas yang diberikan oleh orangtua, bisa jadi membuat si anak mendapatkannya dengan cara yang salah, seperti mencuri karena disebabkan oleh kebutuhan yang mendesak.

5. Pergaulan dan Lingkungan yang Tidak Sehat

Inilah salah satu faktor yang biasanya mendorong si anak untuk melakukan perilaku buruknya. Untuk itu, pastikan jika anda memperhatikan pergaulan dan lingkungan buah hati anda.

Lantas Bagaimana Menghadapi Anak-Anak Dengan Kebiasaan Mencuri?

1. Tanamkan Pemahaman Mengenai Konsep Kepemilikan dan Tanggung Jawab

Anak-anak perlu tahu mana yang jadi miliknya, apa yang jadi haknya dan mana milik oranglain. Antara apa yang ia miliki dengan yang dimiliki oleh oranglain mungkin terdapat perbedaan, akan tetapi anak tidak boleh merasa iri dengan oranglain dan lantas mengklaim barang milik oranglain. Sebab mencuri adalah perbuatan yang sudah melanggar batas dan dikategorikan sebagai kejahatan. Anak pun perlu mengetahui konsekuensi ketika ia melanggar aturan yang mana tentunya dari sini anak diajarkan untuk bertanggung jawab.

2. Tanamkan Keimanan Pada Tuhan

Mengajarkan anak untuk beriman dan mengenal rasa takut kapada Tuhannya adalah hal yang penting. Dengan begini, si anak tahu bahwa apapun yang ia lakukan, meski orangtua dan oranglain tidak melihatnya ada Tuhan yang Maha melihat.

3. Ajarkan Anak Untuk Selalu Minta Izin

Ketika anak hendak menyentuh atau bahkan menggunakan atau meminta barang milik oranglain, ajarkan mereka untuk meminta izin pada orang yang bersangkutan. Ketika yang bersangkutan mengatakan tidak, maka buat si anak bisa menerimanya dengan lapang dada.

4. Berikan Hak Anak dengan Baik

Ada pepatah mengatakan tidak akan adap asap jika tidak ada api. Begitupun dengan perilaku buruk yang anak lakukan, mereka tidak akan mencuri, jika hak-hak dan kebutuhannya dapat dipenuhi dengan baik. Untuk itu, berikan hak-hak anak dengan baik dan jika bisa penuhi kebutuhan pokonya. Buat anak tidak memiliki alasan untuk meminta-minta atau bahkan mengambil barang milik oranglain.

5. Mencintai dan Mengasihi Bukan Memanjakan Anak

Seringkali karena rasa cintanya yang begitu besar, orangtua akan dengan senang hati memberikan segala hal yang anak inginkan dan memanjakannya dengan banyak kekayaan dan harta. Ingatlah, rasa cinta anda tidak harus selamanya diungkapkan dengan kekayaan dan harta, orangtua yang bijak adalah mereka yang selalu ada untuk anak-anaknya dan menjalankan kewajibannya dalam merawat dan memberikan perhatian pada anak-anaknya dengan baik.

Menghadapi perilaku buruk anak, memang seringkali membuat orangtua pusing. Apalagi perilaku tersebut sudah diluar batar seperti mencuri. Akan tetapi, tidak bijak jika anda memberikan hukuman keras pada anak. Hal ini pun belum tentu membuat si anak jera. Nah, untuk itu, beberapa hal diatas diharapkan bisa membantu ibu.

Loading...

Follow us