Menakjubkan, Ilmuwan Ini Bisa Berhasil Mengedit DNA

Baru-baru ini seorang ilmuwan melakukan pengeditan DNA embrio, mencengangkan ilmuwan ini berhasil mengedit DNA pada embrio bayi. Inilah kisah ilmuwan yang berhasil mengedit DNA, simak selanjutnya di sini.

Swedia, berhasil melakukan pengeditan pada DNA embrio. Ilmuwan yang berhasill mengedit DNA embrio sehat seorang ibu yakni Fredrik Lanner. Seringkali ia melakukan riset untuk membantu dan meningkatkan pemahaman genetik sehingga perkembangan embrio bisa mencegah penyakit bawaan.

Harapan dari ilmuwan ini akhirnya tercapai, Fredrik Lanner melakukan riset yang membantu dalam pemahaman peran genetik tersebut. Bahkan harapan besarnya ia bisa mencegah kondisi gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penyakit bawaan. Hingga akhirnya, ia bisa membantu dalam penemuan baru di dunia medis.

ss

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

Sebagai seorang ahli biologi, perkembangan yang berhubungan dengan modifikasi embrio ini menjadikan penemuan baru di dunia kedokteran. Bahkan perkembangan dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Ia berhasil menemukan alat yang bisa digunakan sebagai alat rekayasa genetik yang disebut CRISPR-Cas9.

Awalnya Fredrik hanya berencana untuk bisa meneliti modifikasi embrio pada 7 hari pertumbuhannya. Bahkan ia tidak akan membiarkan untuk melakukan perkembangan setelah 14 hari. Setelah melewati penelitian ini ia berharap bisa mengenali gen-gen yang mempengaruhi, terlibat dalam kesuburan.

Bahkan penemuan yang dilakukan ini juga diharapkan bisa membantu para ilmuwan untuk mengetahui tentang sel pundak embrionik yang bisa digunakan sebagai obat berbagai penyakit. Bahkan untuk membantu ilmuwan mengembangkan ilmu yang berhubungan dengan modikasi genetik.
Dengan demikian, kalangan dari ilmuwan yang khawatir akan tindakan sehingga memberikan dampak negatif, misalnya saja untuk memasukan gen yang salah sehingga menciptakan penyakit yang baru. Ini juga sangat dikhawatirkan, sehingga dalam metode ini dibutuhkan keseriusan dan kehati-hatian.

Ketua kelompok pengawas Center for Genetics&Society mengungkapkan bahwa saat melakukan proses editan gen di embrio manusia. Maka akan dilakukan perubahan gen pada setiap sel tubuh janin. Bahkan generasi yang akan datang (umat manusia) yang akan mengalami perubahan. Sehingga memungkinkan akan adanya perubahan permanen yang tidak bisa diubah lagi.

Di beberapa negara, adanya rekayasa genetik pada bayi dianggap masih ilegal. Bahkan untuk melakuan riset menggunakan embrio manusia. Bahkan menurut Lanner sendiri, pengembangan dan perkembangan harus terus diupayakan untuk mengetahui riset yang mendalam dalam sebuah eksperimen lanjutan yang bisa diupayakan.

Bahkan merujuk pada hasil penelitian dari Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), yang memberikan bagian penting seputar alat genom editing enzim CRISPR yang akhirnya bisa digunakan dalam penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan genetik pada manusia.
Penemuan pertama CRISPR yang pertama ditemukan bahwa ada bakteri di tahun 1980an. Enzim yang memiliki fungsi sebagai sistem kekebalan tubuh bakteri terhadap invasi virus. Bahkan para ilmuwan telah menunjukan bahwa adanya jenis dari enzim CRISPR, Cas9, yang juga bisa mengedit genom manusia.

Kini enzim itu sudah dimodifikasi dengan akurat untuk bisa menargetkan kombinasi huruf di dalam tiga miliar pasangan molekul DNA basa. Bahkan hal ini setara dengan kesalahan penulisan huruf dalam 23 volume ensiklopedia. Dalam proses penargetan membutuhkan enzim CRISPR yang dapat memisahkan untaian DNA dan juga memasukan RNA dalam membentuk struktur spesifik yang disebut R loop.

Dengan demikian berhasilnya DNA di edit ini tidak sepenuhnya memberikan kebahagian pada dunia medis terlebih dikhawatirkan akan terjadi kesalahan yang fatal yang berhubungan dengan edit kode yang salah dan menimbulkan penyakit yang baru.

Loading...

Follow us