Masih Takut Dengan Isu Efek Samping KB? Simak Artikel Berikut!

Anda pasti sudah sangat familiar dengan slogan dua anak lebih baik yang dicanangkan oleh pemerintah.

Program keluarga berencana sendiri merupakan sebuah program yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka pengendalian jumlah penduduk yang nantinya akan berefek pada kesejahteraan keluarga juga kesehatan dari seorang ibu. Secara garis besar program ini tentunya cukup memiliki sejumlah efek positif yang bisa dirasakan oleh sebuah keluarga.

Meskipun demikian, ternyata masih banyak wanit yang masih merasamalas dengan program pemerintah yang satu ini. banyak wanita atau para ibu muda yang takut akan efek samping hormonal yang ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi ini. banyak sekali kekhawatiran yang dirasakan para ibu mua ini, dari mulai efek samping hormonal yang utama, hingga permasalah seperti mengganggu terhadap hubungan suami istri dan juga kegemukan.

ii

Seorang bidan di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang, yakni Wuri Andayani seringkali menemukan masih banyak ibu yang mengeluhkan mengenai hal tersebut. Mereka banyak yang takut dan khawatir jika akan terkena dampak dari penggunaan kontrasepsi tersebut. Untuk menyikapinya, Wuri menyarankan untuk memberikan pembinaan dan penerangan kepada para ibu mengenai penggunaan alat kontrasepsi.

Wuri mencoba memberikan pengarahan untuk menghilangkan sugesti dan juga isu yang berkembang di masyarakat mengenai efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi yang digunakan oleh para ibu. Diperlukan penggunaan kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi ibu tersebut. Apalgi di era sekarang pilihan kontrsepsi sendiri terhitung sudah sangat beragam dari mulai yang hormonal hingga non-hormonal.

Mereka yang memiliki ekonomi menengah ke bawah masih banyak yang belum sadar betapa pentingnya program ini demi kesehatan masyarakat. Wuri yang merupakan Duta KB ini mengatakan jika justru dengan tidak menggunakan KB akan ada banyak sekali resiko buruk yang bisa terjadi.

Puan Maharanie selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia sempat menyinggung mengenai alasan banyak wanita tidak menggunakan KB. Dalam acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang digelar Desa Poncokusumo, Puan menyatakan jika banyak wanita yang memutuskan tidak mau menggunakan KB karena takut badannya menajdi gemuk dan tidak menarik lagi.

Secara umum, yang membuat badan menjadi gemuk itu adalah penggunaan KB suntik yang tidak dibarengi dengan pengaturan pola makan. Pada dasarnya KB suntik akan membuat ibu yang menggunakannya mengalami penambahan nafsu makan. Oleh karena itu, bagi mereka yang menggunakan haruslah diberikan edukasi, sehingga mereka bisa mengontroldan mengendalikan pola makannya sehingga bisa tetap menjado kondisinya.

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Puan Maharanie, Dwi Listyawardani selaku Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN juga mengatakan jika program KB udha mengalami berbagai macam kemajuan. Dengan adanya kemajuan ini, tersedia beragam pilihan alat kontrasepsi yang bisa disesuaikan dengan kondisi ibu tersebut. Masing-masing ibu bisa memilih alat kontrasepsi yang bisa digunakan dalam jangka pendek atau jangka panjang. Menurut Dwi sendiri, jika dibandingkan dulu, maka perbedaanya adalah pada varian pilihannya dan eek samping hormonal yang jauhlebih halus dibandingkan pad era dulu.

Dengan usaha yang tepat dan edukasi yang terus menarus, tentunya bisa membuat banyak ibu mulai menyadari pentingnya untuk mengikuti program KB yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Uapaya mengikis mitos mengenai efek hormonal dan juga budaya perlu terus dilakukan agar semua sadar akan pentingnya ber-KB.

Jangan lupa bagikan artikelnya via media sosial yang anda miliki! Tekan tombol berbagi yang telah disediakan di halaman ini dan mulailah berbagi!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel