Macam-Macam Batuk Pada Anak

4.5/5 (8)

Meskipun gangguan kesehatan anak seperti batuk tidak membahayakan akan tetapi harus tetap diwaspadai dan juga dilakukan pengobatan. Taukah anda bahwa batuk pada anak memiliki banyak macamnya dan obat yang berbeda? Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai macam-macam batuk pada anak dan solusi pencegahan batuk pada anak.

Pengertian Batuk

Batuk bukan merupakan suatu penyakit, batuk adalah pertahanan yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga saluran pernapasan. Batuk juga dapat dikatakan reaksi tubuh ketika menghadapi iritasi tenggorokan terhadap makanan, debu, asap dan juga lendir. Batuk pada anak dapat dibedakan menjadi dua yaitu batuk akut dan batuk kronis. Batuk akut merupakan batuk yang terjadi dari 14 hari. Sedangkan batuk kronis adalah batuk yang lebih dari 14 hari dan terjadi dalam 3 episode yaitu 3 bulan berturut-turut.

Batuk Pada Anak

Batuk merupakan keluhan kesehatan yang seringkali dialami oleh anak. Batuk berhubungan dengan infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi infesi pernapasan atas yaitu terjadinya pilek yang dikenal dengan hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringoronitis akut dan juga common colds. Sedangkan infeksi pernapasan bawah diantaranya adalah bronkitis, bronkiolitis dan juga pneumonia.

Meskipun batuk tidak akan membahayakan dan hanya merupakan refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas akan tetapi apabila kondisi batuk pada anak disertai dengan demam yang tinggi hingga suhu tubuh mencapai 39 erajat celcius dan berlangsung selama tiga hari, terjadi lesu dan bernapas yang cepat,kondisi tubuh anak yaitu pada bagian wajah, bibir dan lidah mengalami kebiruaan disertai dengan berdarah maka harus segera diambil tindakan.

Macam-macam batuk pada anak

1. Batuk “Menggonggong”

Batuk yang disebabkan oleh croup yaitu terjadinya peradangan trakea dan larings yang disebabkan karena alergi, infeksi pernapasan atau perubahan suhu yang terjadi di malam hari. Pada anak saluran napas akan menyempit sehingga mengalami peradangan, pita suara akan mengalami pembengkakan dan menjadi kesulitan bernapas. Inilah yang menyebabkan anak yang berusia dibawah 3 tahun menderita croup meskipun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah akan tetapi konsultasikan kepada dokter apabila sering dialami oleh anak.

2. Batuk Rejan

Batuk rejan memiliki ciri ciri kerap kali ingin muntah setelah suara batuk berakhir. Terdapat bunyi “whoop” setelah batuk berakhir yaitu disaat anak menarik napas dalam setelah mengalami batuk terus menerus. Jenis batuk ini disebabkan bakteri pertussis. Batuk jenis ini menular melalui cairan yang terinfeksi yaitu ketika penderita tertawa, batukk dan bersin. Apabila anak mengeluarkan bunyi whoop setelah batuk terus menerus kemungkinan besar merupakan gejala batuk rejan apalagi bila anak belum diberikan vaksinasi. Pada bayi yang menderita pertusis harus segera mendapatkan pertolongan dokter karena akan menyebabkan kekurangan oksigen.

3. Batuk Mengi

Pada jenis ini ditandai dengan bunyi mengi saat anak mengeluarkan napas. Batuk mengi dapat menjadi pertanda terjadinya sumbatan di jalan napas bawah yang disebabkan infeksi pernapasan seperti pneumonia atau bronkiolitis, asma atau juga tersangkut pada jalan napas. Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dokter sehingga memiliki obat yang dapat meredakan gangguan yang dialami anak terkecuali anda sudah mempersiapkan obat khusus sesuai resep dokter yang dapat menangani di rumah.

4. Batuk Mendadak

Batuk mendadaka banyak penyebabnya salah satunya karena tersedak makanan atau minuman yang masuk pada jalur yang salah. Makanan atau minuman yang harusnya masuk pada jalur pencernaan akan tetapi malah masuk pada jalur pernapasan sehingga membuat tersedak. Dengan batuk maka akan membuat jalan napas yang tersumbat dibersihkan. Batuk mendadak hanya terjadi sebentar saja meskipun demikian pada beberapa kasus seringkali anak mengalami batuk mendadak yang sulit reda maka dibutuhkan pertolongan pertama. Jangan membersihkan tenggorokan dengan jari karena akan menyumbat semakin jauh.

5. Batuk Pada Malam Hari

Seringkali anak mengalami batuk hanya pada malam hari. Kondisi dimana saat berbaring di tempat tidur, sumbatan yang terjadi pada hidung akan mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Meskipun kondisi ini tidak akan membahayakan anak. Batuk pada malam hari harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan disebabkan asma yang diderita anak.

6. Batuk Pada Siang Hari

Batuk yang hanya terjadi siang hari disebabkkan karena asma, pilek, flu, asma atau infeksi pernapasan. Bahkan kondisi lingkungan dapat menyebabkan terjadinya batuk pada siang hari sepeerti terlalu dingin atau hewan peliharaan yang dapat menyebabkan anak batuk.

7. Batuk yang disertai pilek

Kondisi anak pilek seringkali disertai dengan batuk. Batuk yang dialaminya merupakan batuk berdahak atau batuk kering. Umumnya berlangsung selama 1 minggu setelah pilek mereda.

8. Batuk dengan muntah

Batuk yang diderita anak berat seringkali merangsang refleks muntah. Meskipun kondisi ini tidak membahayakan. Kondisi ini biasa terjadi pada anak yang mengalami batuk, selama anak muntah lendir bukan muntah darah.

9. Stridor

Kondisi stridor adalah suara napas yang kasar dan berisik. Apabila terdengar stridor anda dapat segera membawa anak ke dokter. Stridor adalah pembengkakan pada jalan napas dimana terjadi karena croup (virus). Bahkan dapat terjadi dikarenakan penyumpatan jalan napas yang berat atau dikenal istilah epiglotitis.

Solusi dan Pencegahan Batuk pada Anak

Secara waktu berlangsungnya batuk dapat dibedakan menjadi batuk akut dan batuk kronis. Untuk membantu meredakan batuk pada anak adalah dengan cara cara berikut :

  1. Anak yang mengalami batuk terus menerus selama satu jam diwaspadai sebagai bronkhitis.
  2. Hindari makanan atau minuman yang dapat merangsang batuk.
  3. Ketika anak sedang batuk berikan makanan atau minuman dalam porsi yang sedikit agar tidak merangsang muntah.
  4. Anda dapat menggunakan kayu putih atau minyak telon pada dada anak untuk memberikan kehangatan.

Sedangkan untuk mencegah batuk pada anak adalah dengan cara-cara berikut ini :

  1. Apabila anda sedang batuk gunakan masker sehingga tidak mudah menular pada anak anda.
  2. Menutup mulut ketika batuk.
  3. Berikan makanan yang bergizi yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak anda.
  4. Cegah beberapa penyakit batuk dengan imunisasi. Batuk yang dapat dicegah dengan imunisasi yaitu imunisasi DPT dan imunisasi BCG.

Dengan demikian anak yang seringkali mengalami batuk harus diketahui penyebabnya dikhawatirkan menjadi gejala penyakit asma atau bronchitis. Pada dasarnya batuk adalah gangguan kesehatan yang ringan yang tidak perlu dikhawatirkan meskipun demikian harus diberikan pengobatan untuk membuat kondisi anak menjadi nyaman. Obat batuk yang diberikan pada anak harus disesuaikan dengan jenis batuk anak.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel