Kisah Wanita Spanyol yang Hamil Di Usia 62 Tahun

Penanaman embrio penah dilakukan oleh seorang ibu yang melahirkan delapan anak kembar. Dalam sebuah pengakuannya kepada Los Angeles Times, ia menjalankan perawatan kesuburan. Ia sudah ditanam embrio.

Setiap kali melakukan pemeriksaan ia sudah diingatkan bahwa klinik fertilitas ada konsekuensinya. Bahkan setiap ahli etika dan spesial fertilitas menganggap bahwa menanam embiro tidak bertanggung jawab dan juga tidak etis.

Bahkan di beberapa negara di Eropa, khususnya Jerman dan Italia. Batas untuk jumlah embrio yang diperbolehkan untuk ditanam hanya tiga kali. Sehingga tidak akan membahayakan ibu dan janin yang melakukan metode ini. Tentu saja embrio yang ditanam akan membelah dan kemungkinan bayi kembar delapan seperti kisah di atas mungkin terjadi.

Pasalnya delapan bayi yang lahir tidak berarti dari delapan embrio melainkan empat sampai lima perisen bisa membelah sehingga sangat mungkin apabila lima embrio yang ditanam akan menghasilkan delapan embrio. Kondisi yang sulit dipercaya oleh masyarakat, kembar delapan yang dialami oleh wanita muda berusia 33 tahun ini.

Dikabarkan, wanita muda ini diberi pilihan oleh dokter untuk mengurangi jumlah embrio. Hanya saja ia menolaknya. Atas keputusan pribadi inilah yang akhirnya mendukung si wanita untuk bisa menerima banyak embrio. Hanya saja dalam menanamnya dibutuhkan keterampilan untuk menyeleksi embrio.

Perlu diketahui bahwa penyeleksian embrio tidak sama dengan aborsi tradisional. Ada hal yang berbeda, tujuannya juga demi kebaikan dan kesehatan bayi, mungkin mengakhiri/menggugurkan kehamilan itu snediri. Sehingga pro kontra antar negara mengenai tanam embrio sangat ramai diperbincangkan.Misalnya Amerika yang menyebutkan pasien dibawah usia 35 tahun tidak boleh menanam embrio lebih dari dua, kondisi luar biasa.

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons