5 Kiat Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah – Bayi baru lahir dikatakan BBLR apabila memiliki berat badan kurang 2500 gram. Sedangkan berat bayi baru lahir yang normal yaitu 2500 sampai 3500 gram. Penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah yaitu kelahiran prematur. Selain itu, adanya hambatan pertumbuan janin juga dapat menjadi penyebab bayi lahir dengan berat rendah.

Risiko kesehatan dapat dialami oleh bayi yang lahir dengan berat rendah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kiat mencegah bayi berat lahir rendah.

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Baca juga : Cara Mengatasi Mudah Lelah Pada Ibu Hamil

Kiat Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Nah, berikut ini beberapa tips mencegah bayi berat lahir rendah (BBLR) yang dapat anda simak.

Merencanakan Kehamilan dengan Matang

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Setiap wanita tentu ingin kehamilannya sehat dan janin dapat berkembang dengan baik dalam kandungan. Kehamilan yang sehat itu sendiri dimulai sebelum pembuahan.

  • Anda harus merencanakan kehamilan dengan baik. Selain membuat anda siap secara fisik, juga secara mental dalam menghadapi kehamilan.
  • Persiapan fisik yang bisa anda lakukan yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil. Calon ibu seharusnya melakukan pemeriksaan seputar kondisi kesehatan, termasuk tentang risiko kehamilan yang mungkin saja terjadi. Kemudian ibu juga akan memperoleh edukasi mengenai kesehatan tentang kehamilan, termasuk mengenai bayi berat lahir rendah.
  • Tidak hanya itu, keluarga pun ikut mendukung hal ini. Dukungan orang-orang terdekat, khususnya suami sangat diperlukan. Perencanaan kehamilan tidak hanya seputar dukungan fisik, namun juga secara mental.

Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Wanita hamil memerlukan asupan nutrisi lebih banyak. Selain itu, memperhatikan asupan makanan sangat penting dilakukan.

  • Saat usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, anda harus menambahkan asupan makanan 300 kalori.
  • Selain mencukupi makronutrien seperti lemak, karbohidrat dan protein, anda juga harus memastikan bahwa kebutuhan mikronutriennya tercukupi seperti sumber vitamin serta mineral. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut anda bisa mengonsumsi buah dan berbagai jenis sayur.
  • Apabila kebutuhan nutrisi terpenuhi, maka bayi berat lahir rendah risikonya akan berkurang.

Hindari Stres yang Berlebihan

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Kondisi emosional dan psikis yang tenang akan mendukung kehamilan anda. Stres berlebihan yang anda alami akan dapat memicu hormon stres yang akan berdampak terhadap ibu maupun janin yang dikandung. Jika kondisi emosional ibu hamil stabil, tidak stres dan tenang, maka ibu akan dapat berpikir rasional untuk mencukupi kebutuhan saat hamil.

Oleh karena itu, sebagai cara mencegah bayi berat lahir rendah, anda harus menghindari stres, cemas dan selalu berpikir positif. Selain itu, anda harus dapat mengelola stres dengan baik.

Hindari Kebiasaan Buruk Seperti Alkohol dan Rokok

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Seperti yang kita ketahui, merokok dan konsumsi alkohol memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Sangat penting untuk menghindari kebiasaan ini, apalagi saat anda hamil.

Sebagai cara mencegah bayi berat lahir rendah, anda harus menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Karena hal itu akan dapat menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan.

Melakukan Pemeriksaan dengan Teratur

Mencegah Bayi Berat Lahir Rendah

Pemeriksaan kehamilan harus dilakukan dengan teratur. Sehingga ketika ditemukan masalah kesehatan ibu ataupun janin dalam kandungan, maka bisa ditangani dengan segera. Selain itu, dengan melakukan pemeriksaan secara rutin akan dapat diketahui apakah berat badan ibu maupun janin sesuai diharapkan atau tidak.

Oleh karena itu, anda harus teratur memeriksakan kesehatan kehamilan pada dokter. Kunjungi dokter sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Lihat juga : Tips Mencegah Keputihan Saat Hamil 

Demikian beberapa kiat mencegah bayi berat lahir rendah. Anda juga dapat melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply