Keterbatasan Fisik Tak Menghalangi Stacey Herald Untuk Memiliki Anak

Meskipun demikian pada usia yang kini menginjak sekitar 30 tahun lebih justru ia telah memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Stacey kini hidup dengan Will sang suami yang sangat mencintainya beserta 3 orang anak yang sangat lucu buah cintanya bersama suami.

Stacey bertemu pertama kali dengan suaminya saat ia bekerja di sebuah supermarket di Kentucky, USA. Kala itu Stacey sering mengajak 2 keponakannya untuk turut serta ke toko, dan dengan ramah Will yang pada waktu itu belum menjadi suaminya mengajak bermain kedua keponakannya. Will sendiri mengaku kagum dan senang dengan sikap Stacey yang selalu positif.

Ia melihat Stacey sebagai sosok yang selalu ramah dan pandai bergaul. Kepribadian yang dimiliki oleh Stacey benar-benar telah membuat Will jatuh cinta padanya. Begitu pula dengan Stacey yang merasa senang dengan sikap-yang ditunjukan suaminya kala itu, yang ia sering mengajaknya berjalan-jalan hingga berkencan di taman. Pasangan ini menikah setelah tiga tahun menikah dan berencana untuk memiliki banyak keturunan keturunan.

Keinginan Untuk Hamil

Setelah proses lamaran yang dilakukan di sebuah restoran dan kemudian akhirnya menikah. Mereka kemudian berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan mereka untuk memiliki keturunan. Dokter sendiri sangat tidak menyarankan Stacey untuk mengandung, hal itu disebabkan oleh kondisi fisiknya yang berbeda.

Menurut dokter, proses kehamilan yang akan dilalui oleh Stacey nantinya bisa membahayakannya, sebab dengan tubuh yang kecil, keberadaan janin di dalam kandungan yang terus membesar berpotensi menekan organ-organ dalam stacey dan pada akhirnya bisa mencekik Stacey. Kemungkinan tersebut bisa mengakibatkan Stacey kehilangan nyawanya. Selain itu proses kehamilan dan persalinan juga berpontensi merusak alat vitalnya.

Mendengar hal tersebut, sungguh membuat Stacey dan Will terpukul. Dalam kondisi tersebut bahkan sang ibu pun turut memperingatkan Stacey agar ia jangan memaksakan untuk mengandung dan memiliki keturunan sebab akan membahayakan nyawanya, namun keteguhan hatinya dan keinginan hatinya yang besar membuatnya bersikeras untuk memiliki keturunan. Berkat keteguhan Stacey dan suaminya, mereka akhirnya dapat mendapatkan anak pada tahun 2007 yang bernama Kateri.

Kateri merupakan buah dari kekerasan hatinya mempertahankan proses kehamilan meskipun sangat ditentang oleh dokter bahkan ibunya sekalipun. Kateri lahir dengan proses caesar pada usia kehamilan 28 minggu. Namun sangat disayangkan ternyata Kateri lahir dengan genetik yang diwarisi oleh ibunya. Pertumbuhannya terhenti pada saat usia 1 tahun.

Pada tahun 2008, ternyata Kateri mengandung lagi, di mana kali ini doketer sangat menyarankan Stacey untuk melakukan aborsi. Pada kehamilan yang ke dua ini, proses yang dialami Stacey lebih berat dari sebelumnya, sebab bekas luka caesar yang diterimanya pada operasi yang pertama berpotensi terbuka dan membesar kembali. Kondisi perutnya yang terus membesar membuatnya kesulitan beraktivitas, ia merasa seperti kentang atau bahkan terlihat seperti sebuah bola pantai.

Pada kehamilan ke dua ini ia mencoba mempertahankan kehamilannya hingga usia 34 minggu. Hasil perjuangannya itu terbayar dengan lahirnya seorang bayi yang diberi nama Mukeya. Mukeya lahir dengan sempurna dan dapat berkembang dengan baik. kini Mukeya tumbuh menjadi anak lucu dengan postur lebih besar dari ibunya.

Kebahagiaan kembali dirasakan oleh pasangan ini ketika akhirnya pada November 2009 mereka melahirkan anak ke tiga mereka yang bernama Malachi. Namun sama seperti Kateri, Malachi mewarisi gen ibunya dan mengalami kesulitan berkembang. Meskipun demikian Stacey tetap meyakini dan menganggap bahwa kesemua anaknya adalah mukjizat dan keajaiban yang Tuhan berikan padanya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply