data-ad-format="auto"

Kehamilan

Tips Mengatasi Mual saat Mengkonsumsi Susu Khusus Ibu Hamil

in Pengetahuan Kehamilan by Revina
Dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan janin selama di dalam kandungan, penting sekali memperhatikan asupan nutrisi, tidak saja sekedar makan dan minum dalam jumlah yang banyak akan tetapi diperhatikan jumlah dan komposisi gizi yang terkandung apa telah mencukupi kebutuhan ibu dan janin, pada masing masing ibu akan… Baca Selengkapnya..
99506

Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?

Periode kehamilan menjadi periode emas untuk calon ibu yang mendambakan memiliki…
TIPS CEPAT HAMIL SETELAH KB SUNTIK
51179

6 Tips Agar Cepat Hamil Setelah KB Suntik

Wanita memiliki takdir untuk hamil dan melahirkan. Namun banyak wanita yang sudah menikah…
199110

Berat Badan Ideal Selama Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada kondisi ideal dan…
perkembangan janin minggu 18
125493

Perkembangan Janin Usia 18 Minggu

Usia kehamilan anda kini sudah masuk pada usia 18 minggu, yang mana pada usia ini, janin…

Persalinan

Ketahui Kenapa Remaja Suka Berontak dan Cara Menghadapinya

Sewaktu anak-anak kita masih balita dan seringkali rewel dengan segala hal, sesekali kita bertanya dan berharap kapan si anak besar dan ingin buah hati kita agar cepat besar. Kemudian waktu berjalan dengan begitu cepat, dan sebelum anda sadari, rupanya si anak tersebut sudah bukan balita lagi.

menghadapi remaja yang suka berontak

Kini mereka sudah mulai masuk TK, sekolah dasar, SMP dan tiba-tiba kini buah hati kecil kita yang dulunya selalu rewel dan seringkali merengek bila jauh bersama kita sudah tumbu menjadi seorang remaja. Mereka kini bukan lagi anak kecil yang penurut. Mereka sudah mulai suka membantah, melawan, lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya daripada dirumah bersama dengan keluarga, bahkan kini saat keinginannya tidak bisa terpenuhi si anak akan berontak dan melakukan tindakan tak terduga yang terkadang membuat orangtua sakit hati.

Ya, anak remaja ibaratkan sebuah pisau, mereka memiliki dua sisi yang berbeda dan bertolak belakang. Di satu sisi mereka adalah anak-anak manis yang selalu mendambakan perhatian, ingin dimanjakan, ingin dihargai dan juga ingin diterima keberadaannya.

Akan tetapi, di sisi lain, mereka juga adalah sosok pemberontak cilik yang suka melawan, semau gue, egois dan seringkali senang mencari-cari perkara dengan banyak mempertanyakan kebijakan dan aturan yang sudah ditetapkan dalam keluarga, sehingga tak jarang pada akhirnya perasaan orangtualah yang terluka.

Akan tetapi, sesungguhnya kita pun sebagai orangtua tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. Gejolak hormon yang mendorong pertumbuhan anak remaja memegang peranan yang begitu penting dalam setiap perubahan tingkah laku dalam diri seorang anak remaja. Selain itu, mereka pun merasa bahwa diri mereka bukan lagi anak kecil yang karena itu mereka ingin membuktikannya dengan tingkah laku dan perbuatan mereka.

Akan tetapi, sejauh mana orangtua dapat mengatasi tantangan ini dan bagaimana anda dapat "menaklukannya" akan tergantung pada sikap kita sebagai orangtuanya. Nah, untuk mengetahui beberapa penyebab pemberontakan yang seringkali dilakukan oleh anak remaja, mari kita simak beberapa hal berikut ini.

Penyebab Anak Remaja Sering Berontak

Ingin Menunjukan Jati Diri

Anggapan "dewasa" pada diri anak-anak remaja membuat mereka terkadang merasa risih terus menerus diremehkan dianggap seperti anak-anak lain. Hal inilah yang membuat mereka ingin menunjukan pada anda bahwa mereka bisa melakukannya sendiri. Dalam hal ini, sesungguhnya predikat "berontak" terdengar seolah berlebihan diberikan pada si anak. Bukan pemberontakan yang ingin mereka tunjukan, namun lebih kepada menunjukan jati diri mereka dan membuat mereka mendapatkan pengakuan anda bahwa mereka bukan lagi anak-anak.

Ingin Mandiri

Terkadang orangtua selalu merasa khawatir dengan segal hal yang dilakukan oleh anak-anaknya dan tanpa disadari hal ini terus-terusan membuat anda memperlakukan anak seperti bayi dengan banyak aturan. Sementara itu, di usia remaja si anak sudah memiliki otonominya sendiri.

Di masa ini si anak sudah mulai ingin tampil beda, dengan pribadi yang berbeda. Dengan demikian, jangan heran jika ketika orangtua bilang A, si anak malah melakukan B. Dan bila dipaksakan si anak akan marah dan pemberontakan adalah hal yang akan mereka lakukan.

Sikap Overprotective dari Orangtua

Orangtua yang terlalu berlebihan dalam mengurus dan melindungi anak-anaknya atau yang seringkali disebut dengan orangtua yang overprotective, cenderung memiliki kekhawatiran yang besar terhadap anak-anaknya.

Mereka khawatir jika anak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan saat mereka melakukan sesuatu. Namun tahukah anda, sikap seperti ini justru akan membuat anak merasa terkekang dan tidak nyaman. Pada akhirnya akan muncul pemberontakan dalam diri si anak.

Pengaruh dari Lingkungan

Anak-anak akan cendeurng lebih mudah meniru perilaku teman-temanya, oranglain atau bahkan apa yang mereka lihat dari tayangan televisi. Ketika si anak remaja melihat dan mendapati teman-temannya suka memberikan perlawanan pada perintah orangtua atau mungkin tidak patuh, maka hal ini pun akan lebih mudah ditiru dan diaplikasikan oleh si anak.

Nah, jika sudah begini, lantas bagaimana menghadapi dan mengatasi tingkah laku dan tindakan pemberontak dalam diri seorang anak remaja?

Cara Menghadapi Anak Remaja yang Suka Memberontak

Menyadari dan Menerima Setiap Tahap Perkembangan Anak

Orangtua perlu menyadari bahwa setiap anak adalah pribadi yang berkembang mengikuti kondisi dan perkembangan zaman. Anak-anak yang sudah remaja umumnya tidak suka diperlakukan sama saat mereka masih kecil yang harus diatur dalam segala hal.

Anak-anak remaja umumnya akan lebih banyak menuntut untuk dapat diperlakukan layaknya seperti orang dewasa yang mandiri. Akan tetapi di sisi lain, mereka tak akan dapat melepaskan diri dari ketergantungan masa kanak-kanaknya.

Meskipun anak remaja seringkali bersihkeras untuk bersikap mandiri, namun tetap saja mereka adalah anak-anak yang masih suka untuk dimanjakan dan diperhatikan. Untuk itu, orangtua harus bisa menerima setiap perkembagan anak.

Berikan Kepercayaan

Dalam menjaga anak remaja, anda tidak bisa terus-terusan memeriksa ponsel dan tas si buah hati atau mungkin menguping pembicaraannya bersama dengan teman-temannya. Ajarkan pada anak mengenai hukum dan peraturan yang benar.

Hal ini tentunya bisa diberikan dengan dasar agama dan memupuk budi pekerti yang luhur pada si anak. Akan tetapi, hal ini harus sudah anda tanamkan sejak mereka masih usia dini. Sebab agaknya akan lebih susah membrikan pendidikan ini saat anak sudah beranjak usia remaja.

Anak-anak remaja tentu tidak senang diperlakukan seperti anak kecil yang ketika mereka sedang bekerja kelompok dirumah temannya anda lantas terus menelpon atau bahkan menjemput dan meminta mereka agar segera pulang. Hal ini tentu saja akan membuat si anak semakin kesal dan pada akhirnya melakukan pemberontakan. Untuk itu, berikan kepercayaan pada anda dan tanggung jawab.

Menjalin Komunikasi yang Intens

Sebagai orangtua, terkadang seringkali kita lupa bahwa sebenarnya kita pun pernah mengalami masa-masa yang sama dengan si anak, yakni proses pencarian jati diri.

Bagi sebagian remaja, proses ini bisa berlangsung dengan mulus dan tanpa halangan. Akan tetapi, pada sebagian anak, proses ini bisa jadi dijalani dengan sulit dan terjal. Untuk itu, komunikasi akan menjembatani segala kekeliruan dan perbedaan yang dialami oleh si anak remaja. Untuk itu, pastikan jika anda menjadlin komunikasi yang intens bersama dengan anak-anak. Komunikasi akan membantuanak memahami proses yang tengah dialaminya.

Memahami Dunia Remaja

Tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi seorang remaja selain orangtua yang bisa mengerti dunia mereka. Keterbukaan orangtua pada remaja, akan dapat memudahkan anak menemukan hal-hal positif dan menghindari segala kemungkinan buruk yangmereka temui sepanjang kehidupan remajanya.

Untuk itulah, sebagai orangtua tidak ada salahnya jika kita bisa melakukan kegiatan yang disukai anak remaja, seperti mengobrol seputar kehidupan remaja anda dulu atau mungkin menonton tayangan televisi bersama.

Kehidupan anak-anak diusia remaja masih begitu bergejolak. Ini adalah masa dimana mereka sedang dalam proses pencarian jati diri. Untuk itulah segala hal yang menghambat anak-anak remaja dalam melakukan hal ini akan membuat emosi mereka semakin tidak stabil, pada akhirnya pemberontakanlah yang akan terjadi. Nah, beberapa hal diatas adalah cara yang bisa dilakukan orangtua untuk bisa menghadapi anak-anak remajanya.

Loading...

Follow us