Kenali Penyebab Perut Buncit pada Anak

4.63/5 (19)

Anak-anak lebih rentan terkena perut buncit meskipun pada kenyataannya orang dewasa sekalipun dapat mengalami perut buncit. Meskipun perut buncit bukan suatu yang perlu dikhawatirkan apabila terjadi pada anak, akan tetapi sering kali anak-anak mengalami gangguan makan dikarenakan mengalami perasaan kenyang dan tidak nyaman di dalam perutnya. Oleh karena itu ada baiknya anda mencegah perut buncit pada anak dengan mengenali penyebab-penyebab yang akan menyebabkan perut buncit pada anak.

Berikut adalah beberapa penyebab perut buncit :

1.    Cara makan yang salah

Salah satu penyebab yang tidak disadari terjadinya perut kembung adalah cara makan yang salah diantaranya adalah anak-anak terburu buru dalam menghabiskan makannya kemudian makan berlebihan atau makan sambil berbicara. Beberapa kondisi tersebut membuat anak anda menelan banyak udara ke dalam perut sehingga memicu perut kembung.

2.    Intoleransi laktosa

Apabila anak anda mengalami perut buncit berhari hari, mungkin salah satu penyebabnya adalah intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa ditimbulkan karena anak mengalami alergi terhadap beberapa produk susu. Meskipun susu, keju dan yogurth sangat baik untuk kesehatan anak karena mengandung kalsium yang tinggi tapi untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa akan mengalami  perubahan kondisi kesehatan. Anak yang mengalami intoleransi laktosa disebabkan karena sistem tubuh anak tidak dapat mampu dalam menghasilkan enzim laktase, yaitu enzim yang mencerna gula di dalam makanan yang mengandung susu.

3.    Penyakit Celiac

Penyakit ini merupakan salah satu intoleransi terhadap beberapa jenis makanan pada anak, salah satunya dikarenakan anak tidak dapat mencerna protein gandum atau gluten. Sehingga anak yang menderita penyakit ini sering kali mengalami distensi perut setiap kali mengkonsumsi roti, pasta atau makanan lain yang mengandung gandum. Bahkan beberapa anak yang menderita penyakit ini selain mengalami perut kembung juga mengalami diare, muntah dan juga ruam pada kulit.

4.    Sembelit

Ketika anak-anak tidak memiliki buang air besar teratur dan buang air besar keras, maka kemungkinan akan mengalami perut yang buncit. Gejala lain dari sembelit adalah sakit perut dan sesak. Ini biasanya bukan masalah serius dan merupakan fase sementara. Setelah mengalami buang air yang besar yang normal maka anak anda akan terhindar dari perut buncit.

5.    Giardia

Giardia adalah parasit usus yang menyerang sistem pencernaan anak-anak kecil dan tubuh mereka gagal untuk menyerap zat lemak dari makanan. Balita dan anak-anak kecil lebih rentan terhadap infeksi ini dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini menular dan akan ditularkan dari satu anak ke anak lain melalui kontak. Ini adalah parasit yang ditularkan melalui air dan dapat masuk ke dalam tubuh mereka karena minum air yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat diidentifikasi dengan gejala seperti diare berair, kram perut, mual dan perut kembung.

6.    Apendisitis

Perut buncit pada anak-anak dapat menjadi gejala usus buntu. Dalam kasus ini, distensi abdomen disertai dengan sakit perut yang terutama dipusatkan di bagian bawah daerah perut bagian kanan. Anak juga bisa mendapatkan demam dan mual. Jika pada setiap titik waktu, Anda menduga bahwa gejala sangat mirip dengan radang usus buntu, kemudian mencari intervensi medis segera. Ini tidak boleh diabaikan karena ada resiko pecahnya usus buntu yang bisa menjadi kondisi yang mengancam kesehatan anak anda.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

2 komentar pada “Kenali Penyebab Perut Buncit pada Anak

  1. Wiwik says:

    Anak saya usia 19bln, sering mengalami konstipasi padahal saya selalu memberi sayur&buah disetiap harinya, masih asi dan minun air putihnya jg banyak. Akhirnya saya periksakan ke bidan, lalu dikasih obat pencahar. Kata bidannya obat itu boleh diberikan kalau si kecil susah bab.

    Seminggu yg lalu dia muntah2, saya kira gejala kembung masuk angin biasa. Pagi harinya dia susah lg bab, lalu saya beri obat itu. Selang setengah jam dia bab, banyak sekali smpai nangis2 mlh. Saya pikir itu wajar krn reaksi diberi pencahar. Tapi bab nya berlanjut sampai 5x dlm sehari. Saya mulai panik, apalagi warna fesesnya pucat dan seperti berlemak, ditambah baunya yg tdk seperti biasanya. Keesokan harinya bab 2x, masih berwujud sama (pucat&baunya seperti lemak). Saya bawa ke klinik, diperksa sm dokter, katanya kembung dan kurang cairan. Dikasi obat supaya nggk muntah dan suruh minum lacto b sama suruh banyakin minumnya. Iya muntahnya udah nggak, bab jg sehari 1x. Tapi fesesnya masih sama. Saya takut, krn tiap dia bilang mau bab dia nangis kenceng. Saya kira dia trauma.

    Daripada penasaran akhirnya saya bawa ke dr.spesialis anak. Saya jelaskan kronologinya seperti diatas, dokternya menjelaskan kalau si anak kurang cairan, trus juga dikasi obat 2 macam. Kalau blm ada perubahan suruh kontrol lg. Sehari minum obat, fesesnya msh sama, cm dia udah nggak nangis histeris. Sedikit lega, tp feses yg seperti itu masih mengganggu pikiran saya. Takutnya adek kenapa2, ini nanti kalau msh sama saya mau bawa kesana lagi. Saya berharap ini hanya diare biasa, bkn masalah serius, tp begitu nyari di internet kok gejalanya mengerucut ke celiac, dan saya berharap semoga itu cm kekhawatiran saya saja.

    • Bidan Pevi Revina, STr.Keb says:

      Salam Bunda wiwik,
      Mudah-mudahan bukan celiac, karena celiac itu sifatnya genetik dan biasanya di sebabkan oleh alergi terhadap gluten, yaitu protein yang tedapat dalam gandum dan biji-bijian.
      Jika melihat dari kondisi feses yang pucat dan seperti berlemak, sepertinya kekurangan cairan empedu yang menyebabkan adanya gangguan penyerapan makananan pada usus halus bun atau juga karena adanya gangguan hati yang menyebabkan kurangnya cairan empedu. Makanya di perlukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebab utamanya.
      Warna pucat pada feses biasanya akibat tidak tersalurkannya/terhambatnya bilirubin (yang menyebabkan feses coklat) yang terdapat dalam kandung empedu menuju usus halus. Hal ini karena adanya gangguan pada hati yang kurang memproduksi cairan empedu atau juga karena tersumbatnya saluran empedu sehingga bilirubin tidak terserap oleh usus halus dan menyebabkan feses menjadi pucat.
      Saran Kami, Terus lanjutkan konsultasi dengan dokternya, kalau masih belum berubah warna fesesnya segera kontrol kembali
      Terima kasih

Diskusikan Tema Artikel