Kenali Fakta Mengenai Lupus

Pengobatan penyakit lupus dapat dilakukan sesuai dengan gejala yang muncul pada penderita. Penyakit yang kerap kali disebut penyakit seribu wajah karena memiliki gejala yang berbeda-beda pada penderitanya. Penyakit lupus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan memiliki tanda yang harus dicermati sehingga risiko yang terjadi dari pengobatan dapat diminimalisir.

Penyakit lupus yang sering digunakan diantaranya adalah obat anti inflammatory non steroid, anti malaria, obat korkosteroid dan adapuka yang diberikan obat penekan kekebalan tubuh. Dimaksudkan pemberian obat kekebalan tubuh dapat membantu kasus lupus yang berat dalam menekan kekebalan tubuh. Potensi efek samping dari obat ini adalah kerusakan hati, risiko infeksi, peningkatan kanker dan penurunan kesuburan. Bahkan setiap obat memiliki efek sampung yang berbeda-beda.

Fakta Mengenai penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit yang rumit sehingga membuat penderita kadang kali tidak menyadari bahwa sudah mengidap penyakit lupus yang serius. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penyakit lupus sehingga dapat membantu anda untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit lupus .

Berikut adalah fakta mengenai penyakit lupus :

  1. Lupus merupakan penyakit yang berhubungan dengan autoimun yaitu gangguan kekebalan tubuh sehingga jaringan dan sel normal yang berada di kulit, sendi, ginjal, paru paru, jantung, organ dan sistem saraf mengalami gangguan.
  2. Penyakit lupus bukan merupakan penyakit menular. Sehingga hubungan badan sekalipun tidak dapat menularkan penyakit lupus. Penderita lupus tidak akan menularkan penyakit lupus hanya dengan kontak langsung. Sehingga anda tidak perlu khawatir apabila anggota keluarga yang terserang penyakit lupus, dukungan dari anggota keluarga lainnya sangat diperlukan untuk membantu dalam proses penyembuhan.
  3. Penyakit lupus adalah penyakit yang sulit dideteksi kaeena penyakit lupus seringkali disebut dengan penyakit seribu wajah dimana gejalanya dapat menyerupai penyakit yang berhubungan dengan serangan yang terjadi pada kekebalan tubuh.
  4. Lupus tidak ada hubungannya dengan kanker, lupus berhubungan dengan autoimun sedangkan kanker berhubungan dengan jaringan abnormal yang tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan sekitar.
  5. Lupus tidak berhubuangan dengan HIV /AIDS yang mengurangi sistem kekebalan tubuh sedangkan lupus menjadikan sistem kekebalan tubuh terlalu aktif. Dengan demikian penyakit lupus kebalikan dari penyakit kanker .
  6. Pada tiap orang penyakit lupus dapat hilang dan timbul. Beberapa diantaranya ketika nyeri arthritis atau sendi, mengalami pembengkakan getah bening, nyeri dada dan rasa lelah. Bahkan tanda-tanda penyakit lupus yang baru terlihat dan dialami oleh semua penderita penyakit lupus adalah mengalami ruam kupu kupu pada bagian pipi.
  7. Penyakit lupus dapat menimbulkan masalah pada darah seperti gangguan kesehatan anemia, volume darah yang rendah, pembekuan darah, trombosis dan juga radang dinding pembuluh darah. Dengan kondisi seperti ini memungkinkan terjadi gangguan fatal seperti masalah sel, jaringan dan organ bahkan hingga kematian tulang
  8. Lupus umumnya menyerang wanita pada usia subur yaitu usia 15-45 tahun , meskipun demikian lupus dapat menyerang anak-anak dan juga remaja yang terkena lupus. Penyakit lupus tidak mengenal ras atau etnis, semua dapat terserang penyakit lupus.Hanya saja wanita dengan kulit berwarna memiliki risiko lebih tinggi dua hingga tiga kali mengidap lupus dibandingkan dengan ras Kaukasia.
  9. Penyakit lupus dapat terjadi dari gejala ringan hingga gejala berat dan mengancam jiwa bahkan penderita lupus harus mendapatkan perawatan medis dengan melakukan pengobatan yang baik sehingga penderita lupus dapat melakukan kehidupan dengan baik seperti orang normal lainnya.
  10. Penyakit lupus tergolong jenis penyakit flare yaitu gejala yang semakin memburuk dan penderita megalami sakit selain itu penyakit lupus termasuk dalam kategori gejala remisi gejala berkurang dan akan semakin membaik.Bahkan tidak ada uji laboratorium yang khusus untuk dapat menentukan seseorang mengidap lupus ataupun tidak. Penelitian yang pernah dilakukan bahwa 5 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit lupus.
  11. Pengobatan penyakit lupus memiliki perbedaan pada satu penderita ke penderita lainnya. Pengobatan konservativ pada penderita lupus dengan NSAID yaitu dengan menggunakan obat anti inflamasi misalnya dengan menggunkaan ibuprofen dan plaquenil akan cocok pada penderita yang mengalami gejala nyeri sendi, kelelahan, nyeri otot dan ruam pada kulit. Bahkan pengobatan yang lebih lajut akan menggunakan obat imunosupresif dan kortikosteroid dengan dosis yang tinggi.

( Baca : Waspadai Lupus, Penyakit Mematikan )

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons