Kenali dan Ketahui Cara Atasi Trauma Pada Anak Korban Kekerasan Seksual

5/5 (9)

Belakangan ini marak terjadi pelecehan dan bahkan kekerasan seksual yang terjadi dimasyarakat.

Mirisnya, si pelaku bukan hanya mengincar para korban orang dewasa saja, namun juga tak pandang bulu dengan menajdikan anak-anak tak berdosa sebagai korban kekejiannya. Kasus yang masih hangat di telinga kita adalah kasus pelecehan seksual yang tejadi di salam satu Taman Kanak-Kanak Internasional di ibu kota. Hal ini seolah menjadikan sinyal bahwa kewaspadaan pada orangtua dalam hal mendidik, melindungi dan mengasuh anak-anaknya harus senantiasa ditingkatkan dan diperkuat, sebab kita tidak pernah tahu kapan masalah dan musibah akan menimpa buah hati kita.

Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan atau bahkan menjadi bagian dari korban sebuah kejahatan, tentu akan meninggalkan luka dan trauma yang besar dalam diri seseorang, apalagi yang terkait dengan korban tersebut adalah melibatkan anak-anak. Kondisi mental dan kejiwaan yang masih tidak stabil dalam diri anak-anak membuat mereka lebih rentan terguncang ketika mendapatkan tekanan baik dari pihak dalam maupun pihak luar, yang dalam hal ini adalah orang asing bukan bagian dari keluarga.

mengatasi trauma anak korban kekerasan seksual

Ya, kekerasan yang terjadi atau mungkin dialami buah hati kita bisa mungkin bukan hanya didapat dari orang-orang dalam seperti keluargnya. Meskipun usaha kita sudah begitu besar dalam melindungi dan menjaga agar buah hati kita tidak serta merta mendapatkan tekanan dari orang-orang sekitarnya. Akan tetapi pada kenyataannya, sulit sekali melindungi mereka dengan begitu ketat. Selalu saja ada hambatan dan tantangan yang datang dari orang lain seperti orang-orang yang ada si sekolah anak, pengasuhnya dan lain sebagainya. Nah jika sudah begini, tak sedikit orangtua yang merasa kecolongan saat mereka merasa telah menjaga dan melindungi anak-anak mereka dengan begitu baik.

Sebagai orangtua, tentu kita tidak ingin jika suatu hal buruk menimpa buah hati yang begitu kita cintai. Akan tetapi ketika masalah telah datang, rasanya sulit untuk memperbaiki dan mustahil bagi kita untuk bisa memutar kembali waktu dan mengubah apa yang telah terjadi.

Menghilangkan trauma pada anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual memang agak sulit. Namun demikian, bukan berarti langkah tersebut tidak dapat kita usahakan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua atau kita semua dalam rangka membantu anak-anak yang menjadi korban kekerasan untuk dapat mengatasi traumatiknya.

Seperti yang kita ketahui, traumatik yang dirasakan pada anak-anak bila terus dibiarkan bukan tidak mungkin trauma tersebut terbawa hingga mereka dewasa dan pada akhirnya membentuk pribadi yang mengkhawatirkan dalam diri anak. Seperti misalkan membentuk pribadi yang keras, berontak, minder atau ketakutan ini akan tertanam dalam diri anak hingga ia menjadi dewasa sehingga sulit baginya untuk bisa bergaul dan berbaur secara normal dengan teman-temannya yang lain.

Untuk itulah, mengupayakan segala hal untuk membantu anak-anak korban kekerasan seksual adalah hal penting yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang dewasa apalagi sebagai orangtua.

Lantas seperti apa sih cara mengatasi trauma pada anak korban kekerasan seksual? Mari kita simak berikut ini.

1. Hindarkan Mengisolasi Anak

Ketika anda mendapati si anak menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual oleh orang lain, anda lantas begitu khawatir dengan keselamatan si buah hati dan malah mungkin, ketakutan yang baru muncul dalam diri anda bahwa si kecil bisa jadi mengalami hal serupa dan dilakukan oleh orang lain. Dengan begini anda kemudian menjauhkan anak  dari kehidupan sosialnya dan melarangnya pergi keluar rumah atau bergaul dengan teman-temannya.

Ketahui lebih dini, menjauhkan anak yang baru saja mengalami hal buruk dalam hidupnya, terutama kekerasan seksual, hanya akan menimbulkan raa kesepian pada anak. Ketika anak merasa sendiri dan kesepian, buka tidak mungkin hal ini akan mengikat mereka pada kejadian buruk yang telah menimpanya dan ketakutan ini akan semakin membesar.

Untuk itulah, sebaiknya usahakan anak agar tetap bisa ceria dan bermain layaknya seperti anak biasa. Upayakan agar anak bisa mendapatkan kembali kehidupan normalnya seperti sediakala. Karena hanya dengan begini, perlahan mereka akan dapat melupakan traumatik dan ketakutannya pada masalah yang telah menimpa mereka.

Akan tetapi, pengawasan ekstra dari kita para orangtuanya adalah jaminan pasti keselamatan si anak. Untuk itu, biarkan anak bermain, namun dengan perhatian dan pengawasan penuh dari orangtunya.

2. Jauhkan Anak Dari Tempat Dimana Kejadian Tersebut Terjadi

Jika anak mendapatkan kekerasan seksual atau pelecehan di sekolah atau mungkin tempatnya mendapatkan tambahan pelajaran seperti les. Sebaiknya, ibu bisa memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan anak ditempat yang sama. Selain akan mempengaruhi pergaulan si anak dalam lingkungan tersebut, tekanan baru akan mungkin mereka dapatkan. Terutama, tekanan dari teman-temannya yang mengetahui kejadian tersebut. Hal inilah yang dikhawatirkan akan semakin memperburuk memori dan traumatik anak akan kejadian yang telah menimpanya.

Akan lebih baik, guna mengembalikan dan membantu menghilangkan trauma anak dari kejadian tersebut, ibu memilih menjaga anak sementara dirumah agar ibu bisa memberikan perhatian pada kondisi anak hingga kondisinya bisa kembali pulih.

3. Aplikasikan Metode Terapi EMDR

Terapi EMDR atau merupakan kepanjangan dari Eye Movement Desensitization Reprocessing adalah salah satu bentuk psikoterapi yang banyak diusulkan oleh para psikolog untuk mengatasi trauma mendalam pada anak-anak. Terapi ini awalnya dirancang untuk dapat menghilangkan stres yang kerap kali berkaitan dengan pengalaman atau ingatan traumatik.

Terapi ini mulai bisa diaplikasikan pada anak berusia 4 sampai 5 tahun keatas. Terapi ini telah melalui uji coba dan hasilnya terbukti efektif dan cepat mengatasi trauma pada anak. Terapi EMDR tidak menggunakan obat atau hipnotis pada anak. Yang mana ini merupakan aplikasi terapi yang sederhana dengan tidak menyakiti si kecil namun melibatkan peran serta terapis pasien agar penyembuhan bisa berlangsung efektif. Untuk itulah, terapi ini dianjurkan untuk langsung melibatkan orangtua didalamnya.

4. Alihkan Anak Pada Kegiatan yang Lebih Positif

Anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan mendapatkan trauma mendalam, umumnya akan membuat anak menjadi lebih pendiam, murung dan seringkali menutup diri. Nah, agar anak tak melulu merasakan ketakutan dan dihantui kepanikan yang mendalam. Maka tidak ada salahnya orangtua mengupayakan segala hal agar si buah hati bisa teralihkan pada kegiatan yang lebih positif sesuai dengan hobinya. Seperti misalkan bermain sepakbola, bermain boneka atau membuat mereka tetap merasa sibuk dimana sebagian besar perhatiannya teralihkan pada kegiatan tersebut.

5. Berikan Dukungan dan Tetaplah Optimis

Anak yang masih begitu kecil, umumnya akan lebih banyak meniru semua perbuatan dan hal yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk orangtua mereka sendiri. Ketika anda mendapati anak-anak menjadi korban kekerasan seksual atau pelecehan, bukan berarti anda harus terus-terusan menyesal dan menyalahkan segala sesuatunya pada kondisi dan keadaan. Sebab hal ini malah akan membawa tekanan baru pada si anak dan membuat mereka semakin dihantui dengan ketakutan. Untuk itu, sebaiknya berikan dukungan pada anak bahwa mereka akan baik-baik saja dan kelak dimasa depan kehidupan mereka akan bisa berjalan dengan baik dengan bantuan anda.

Selain itu, berikanlah pengaruh yang positif dengan tetap berpikiran positif. Ketakutan dan trauma yang mendalam pada anak akan semakin besar jika anda memberikan mereka dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam kehidupan mereka dimasa depan. Untuk itu, berikan mereka dukungan dengan cinta dan kasih sayang anda.

Anak-anak yang mengalami kejadian buruk dan pengalaman yang kelam akan dapat menimbulkan trauma mendalam bagi anak, termasuk anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Untuk itu, mengetahui dan mengenali beberapa cara membantu anak mengatasi trauma tersebut diharapkan mampu meringankan beban dan trauma mereka.  

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel