Kenali 3 Jenis Gangguan Belajar Pada Anak

Dampak yang dialami oleh anak yang mengalami gangguan belajar, bukan hanya terjadi pada proses tumbuh kembangnya, akan tetapi juga berdampak pada sosilasasi dan interaksi si anak dengan lingkungannya. Kondisi keharmonisan dalam keluarga terkadang juga dapat terganggu. Perselisihan dan saling menyalahkan antara kedua orang tua, merasa frustasi, kecewa, putus asa, marah atau bahkan menolak kejadian yang menimpa mereka.

Nah, untuk mengenal lebih jelas mengenai jenis-jenis gangguan belajar yang mungkin dapat terjadi pada anak, maka simak penjelasan dibawah ini

1.    Expresive Language Disorder

Atau yang disebut dengan gangguan berbicara muncul ketika seorang anak harus melakukan komunikasi verbal dan bahkan bahasa isyarat. Pada kondisi seperti ini, perilakuk atau kemunduran berbahasa anak tidak mencerminkan nilai mereka saat mereka melakukan kemampuan menulis yang normal. Pada anak yang mengalami gangguan berbicara mereka akan menunjukan gejala seperti diantanya keterlambatan berbicara, sulit menghafal dan mengingat kata yang baru, minim kosa kata dalam berbicara, seringnya melakukan kesalahan dalam mengucap kata dan kalimat, sulit berbicara lancar dengan orang lain, hanya dapat menyusun kalimat yang sederhana serta kemampuan bicara yang lebih laban dibandingkan anak dnegan usianya. Seorang ahli menjelaskan kondisi keterbatasan ini berkaitan dengan sistem syaraf dan juga dapat disebabkan oleh kondisi medis akibat si anak mengalami trauma atau mengalami benturan dibagian kepala.

2.    Diseleksia

Diseleksia merupakan gangguan membaca yakni sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada anak yang disebabkan oleh kesulitan melakukan aktivitas membaca dan menulis. Akan tetapi pada kondisi ini anak tidak mengalami gangguan atau keterbatasan aspek lainnya. Diseleksia dapat terjadi akibat adanya kondisi dari biokimia atau juga bisa dipicu sebagai faktor keturunan yang diwariskan oleh orang tuanya. Secara fisik para penderita diseleksia tidak menunjukan keluhan atau tanda-tandanya. Penderita diseleksia tidak hanya terbatas pada kesulitan membaca, menulis serta menyusun kata dan kalimat secara terbalik tetapi juga dalam berbabagai macam urutan, baik tulisan atau kalimat yang dibuat urutan menjadi terbalik kanan ke kiri dan bentuk lain-lain. Sehingga para penderita diseleksia kerap kali dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal.

3.    Mathematics Disorder

Gangguan yang juga menyerang sistem syaraf ini dicirikan dengan ketidakmampuan seorang anak untuk menghitung, penempatan angka yang sering terbolak-balik, pusing dan sering marah ketika mengerjakan soal matematika atau pelajaran lain yang berkaitan dengan perhitungan. Selain itu, penderita mathematic disorder cenderung membutuhkan penjelasan perhitungan berulang-ulang agar mereka dapt memahami apa yang mereka kerjakan. Namun demikian, anak-anak tetap dapat dikenalkan dengan pelajaran berhitung meski akan mengalami adaptasi dan memahami materi dengan waktu yang lebih lama.

Itulah dia beberapa jenis gangguan belajar yang mungkin terjadi pada anak. Dengan mengetahui beberapa jenis gangguan diatas, orangtua diharapkan mampu mengenali jika salah satu gejalanya terlihat pada anak, dan segeralah bawa anak untuk mengkuti terapi, agar keterbatasan mereka segera bisa diatasi.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel