data-ad-format="auto"

Ibu Hamil Darah Tinggi Rentan Melahirkan Bayi Obesitas

Risiko darah tinggi tentunya dapat dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali ibu hamil. Tidak jarang ibu hamil yang menderita penyakit darah tinggi. Hipertensi atau darah tinggi memang menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh ibu hamil. Hal ini dikarenakan penyakit darah tinggi dapat berdampak buruk pada kehamilannya baik ibu maupun janin.

Risiko yang mungkin dialami oelh ibu hamil yang menderita darah tinggi ialah rasa pusing yang berkepanjangan. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini telah berhasil membuktikan bahwa ibu hamil yang terkena penyakit darah tinggi memang memiliki peluang lebih besar dalam melahirkan bayi obesitas. Hal ini tentunya bukan menjadi suatu permasalahan yang sepele karena obesitas pada anak-anak juga dapat memiliki risiko yang cukup besar.

Seperti yang kita tahu bahwa obesitas pada anak telah menjadi krisis kesehatan global. Hal ini dibuktikan pada data WHO yang memperkirakan terdapat 42 juta anak di bawah usia lima tahun yang memiliki berat badan ataupun obesitas. Jumlah tersebut tentunya telah meningkat sejak tahun 1990 pada sekitar 32 juta anak. Lantas, apa kaitannya penyakit darah tinggi yang diderita oleh ibu hamil dengan bahaya obesitas pada bayi?

 Ibu Hamil Darah Tinggi Rentan Melahirkan Bayi Obesitas

Tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan bayi obesitas tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti gaya hidup, faktor genetik, asupan nutrisi, kelebihan berat badan. Salah satu penyebab yang memungkinkan seorang ibu melahirkan bayi obesitas yakni hipertensi yang diderita oleh ibu hamil. Darah tinggi memang kerap menyerang ibu hamil yang tentu saja dikarenakan berbagai faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah naik pada saat hamil.

Kaitan antara penyakit darah tinggi yang diderita oleh ibu hamil dengan bayi obesitas tentunya disebabkan oleh beberapa hal. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Qingdao dengan menggunakan sampel pada data sekitar 338.413 pasangan antara ibu dan juga anak yang terdaftar dari tahun 1999 hingga 2013. Penelitian tersebut dilakukan pada ibu hamil yang selalu mengunjungi klinik untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur. Dalam pemeriksaan ini, ibu hamil menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari berat badan, tekanan darah dan juga pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan ini juga dilakukan pada anak-anak untuk mengukur tinggi badan dan juga berat badan secara berkala.

Penelitian yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama tersebut setidaknya ditemukan beberapa ibu hamil yang mengalami darah tinggi ketika memasuki trimester kedua. Fakta membuktikan bahwa tekanan darah tinggi akan meningkat pada ibu hamil yang telah memasuki trimester kedua. Pada umumnya memang risiko tekanan darah yang meningkat jarang terjadi pada ibu hamil yang masih memasuki usia kehamilan trimester pertama. Jika ibu hamil mulai mengalami tekanan darah tinggi ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua, hal ini tentu saja meningkatkan peluang sekitar 49% lebih besar untuk memiliki anak yang memiliki berat badan yang berlebih jika dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki tekanan darah yang normal. Selain itu, ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi ketika usia kehamilan memasuki trismester ketiga akan berisiko 14% lebih besar untuk melahirkan bayi yan obesitas.

Selain penelitian di atas, tentunya kaitan antara penyakit darah tinggi dan juga obesitas pada anak dibuktikan pula oleh sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Penelitian tersebut telah membuktikan bahwa diperkirakan 42 juta anak yang berusia 5 tahun atau kurang berisiko mengalami kelebihan berat badan. Penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa antara ibu hamil, tekanan darah tinggi sera risiko melahirkan bayi obesitas memang saling berkaitan satu sama lain. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk senantiasa menjaga tekanan darah ketika sedang hamil karena kondisi tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan Anda dan juga janin.

Penyebab Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Setelah kita mengetahui bahwa darah tinggi pada ibu hamil dan juga obesitas pada bayi sangatlah berkaitan. Tentunya, kita mulai penasaran dan juga bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab darah tinggi yang umum diderita oleh ibu hamil. Untuk mengetahui hal tersebut, berikut kami sajikan beberapa penyebab hipertensi pada ibu hamil yang paling sering terjadi diantaranya:

 Kehamilan di usia tua

Penyebab pertama yang tidak dapat diragukan lagi akan kebenarannya ialah kehamilan yang dialami oleh wanita yang sudah berusia lanjut. Tidak dapat dipungkiri bahwa hamil pada usia tua memang berisiko sangat tinggi dan dapat menyebabkan beberapa dampak buruk lainnya seperti keguguran, bayi lahir cacat, bayi prematur, bayi kurang gizi, tidak terkecuali hipertensi yang sering diderita.

Penyebab tekanan darah naik pada ibu hamil tentunya dapat disebabkan oleh kurangnya kadar kalsium pada saat proses metabolisme tubuh. Akhirnya, tubuh akan mengambil kadar kalsium yang terdapat pada tulang serta mengedarkannya ke pembuluh darah serta untuk menunjang pertumbuhan janin di dalam kandungan. Kondisi ini tentunya menyebabkan tingginya kadar kalsium di dalam darah sehingga akan menyebabkan penebalan dan juga penyempitan pembuluh darah yang akhirnya akan memicu timbulnya hipertensi pada ibu hamil.

Pengentalan darah saat hamil

Selain kehamilan pada usia yang sudah senja, hipertensi yang sering dialami oleh ibu hamil juga dapat disebabkan oleh adanya pengentalan darah saat hamil atau yang sering disebut dengan istilah thrombophilia. Jika pengentalan darah terjadi pada ibu hamil, maka akan menyebabkan aliran darah yang akan menuju plasenta akan terganggu sehingga akan memicu terjadinya hipertensi. Selain itu, pengentalan darah yang terjadi pada ibu hamil akan menyebabkan perkembangan bayi terganggu bahkan berisiko mengalami keguguran.

 Obesitas

Kondisi kelebihan berat badan yang dialami oleh ibu hamil tentunya akan memicu timbulnya hipertensi pada kehamilan. Ketika seorang wanita mengalami obesitas, maka akan menyebabkan pengumpulan dan juga tumpukan lemak yang cukup banyak pada tubuh. Jika lemak tersebut terus saja dibiarkan, maka kondisi ini akan membuat jantung memompa darah menjadi lebih keras sehingga sirkulasi darah akan menjadi lebih cepat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

 Kurang olahraga

Satu aktivitas yang dirasa sangat sulit dan juga malas untuk dilakukan oleh banyak orang ternyata memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kita. Pada wanita yang memiliki kelebihan berat badan serta kurang melakukan olahraga, maka sangat dimungkinkan wanita tersebut akan mengalami tekanan darah tinggi ketika ia hamil. Ketika Anda hamil tentunya bukan menjadi sebuah halangan untuk melakukan olahraga. Tentu saja, Anda dapat memilih jenis olahraga yang tergolong cukup ringan untuk dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Jenis olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu hamil seperti berjalan, dan juga senam ibu hamil.

 Mengonsumsi kafein yang berlebih

Jika Anda termasuk pada wanita penyuka kopi yang cukup berat, sebaiknya Anda menghindari atau mengurangi porsi konsumsi kopi sekarang juga terlebih jika Anda sedang hamil. Hal ini dikarenakan mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebih dapat meningkatkan denyut jantung sehingga akan menyebabkan tingginya tekanan darah pada pembuluh arteri.

 Meminum alkohol

Kebiasaan buruk ini tidak hanya dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun juga akan berdampak buruk pada kesehatan lainnya pada tubuh Anda. Konsumsi alkohol meski dalam kadar yang cukup sedikit tentunya dapat menyebabkan pengentalan pada darah dan juga asam. Jika kondisi ini terus terjadi, maka akan menyebabkan darah sulit untuk dialirkan ke jantung. Jika suplai darah berkurang, hal ini akan membuat kinerja jantung memompa darah semakin keras hingga tekanan darah pada dinding pembuluh arteri menjadi semakin meningkat pula. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi.

 Konsumsi garam yang berlebih

Bumbu dapur yang satu ini memang memiliki peranan yang cukup penting dalam membuat cita rasa masakan menjadi lebih sedap. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa garam dapat memicu tekanan daran menjadi cukup tinggi. Jika garam  dikonsumsi dalam kadar yang cukup berlebih, tentunya hal ini akan mengakibatkan volume darah serta aliran darahnya menjadi lebih cepat. Jika kondisi ini terjadi, maka akan berpeluang besar meningkatkan risiko hipertensi terlebih bagi ibu hamil. Oleh karena itu, jika Anda tengah hamil sebaiknya jangan terlalu banyak dalam mengonsumsi garam.

 Riwayat keluarga

Bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga yangd arah tinggi, tentunya akan sedikit berpeluang terkena hipertensi. Hal ini mungkin saja dapat disebabkan oleh faktor genetik yang ada pada tubuh Anda. Jika terdapat keluarga yang sering mengalami hipertensi pada saat hamil termasuk ibu Anda, maka ketika Anda sedang hamil akan sedikit berisiko terkena tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, risiko terkena tekanan darah tinggi dapat juga dicegah dengan selalu menjalankan pola hidup sehat dan juga rutin berolahraga.

Bahaya Tekanan Darah Tinggi Bagi Ibu Hamil

Setelah kita mengetahui beberapa penyebab seorang wanita hamil mengalami tekanan darah tinggi. Tentunya juga sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa saja dampak dan juga risiko yang dapat timbul pada ibu hamil yang menderita hipertensi. Terlepas dari bahaya atau tidaknya hipertensi pada ibu hamil, kami juga akan membahas beberapa bahaya hipertensi pada ibu hamil seperti pada beberapa poin berikut ini:

Kelahiran bayi prematur

Risiko pertama yang mugnkin terjadi pada ibu hamil yang menderita hipertensi ialah melahirkan bayi sebelum waktunya. Kondisi ini menyebabkan bayi yang belum memiliki waktu yang cukup untuk lahir terpakas harus terlahir lebih dulu sebelum pada waktunya. Kondisi kelahiran prematur ini mungkin saja dilakukan untuk mencegah bahaya lain yang lebih serius akibat komplikasi dari tekanan darah tinggi yang lebih serius.

Kelahiran bayi berat rendah

Siapa juga yang tidak ingin melahirkan bayi yang memiliki berat badan yang normal. Namun, jika ibu hamil menderita darah tinggi atau hipertensi ketika sedang hamil, maka akan berisiko melahirkan bayi yang memiliki berat badan yang rendah bahkan dibawah rata-rata. Hal ini dikarenakan ibu hamil tidak mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang cukup ketika sedang hamil.

Cairan ketuban yang sedikit

Bahaya lain yang dapat terjadi ketika ibu hamil mengalami tekanan darah yang tinggi ialah produksi cairan ketuban yang sedikit. Seperti yang Anda tahu bahwa ketuban berfungsi untuk melindungi bayi ketika berada di dalam kandungan sehingga membuatnya merasa cukup nyaman. Ketika sedang hamil dan tekanan darah menjadi lebih tinggi, maka akan berisiko memiliki cairan ketuban yang cukup sedikit. Hal ini tentunya akan membahayakan keselamatan janin ketika dalam proses persalinan.

Janin meninggal di dalam kandungan

Ibu yang memiliki tekanan darah yang tinggi memang memiliki dampak yang sangat buruk bagi keselamatan bayi. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan asupan nutrisi, oksigen dan juga nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh janin. Hal ini jika ditangani lebih lanjut tentunya akan menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan tanpa sepengetahuan ibu hamil.

 Pembengkakan saraf mata

Bahaya tekanan darah tinggi juga tidak hanya membahayakan janin, namun juga membahayakan ibu hamil. Dalam hal ini, jika ibu hamil mengalami hipertensi, maka akan menyebabkan pembuluh darah yang ada pada retina menjadi terganggu. Tidak menutup kemungkinan ketika melahirkan dalam keadaan hipertensi, maka akan menyebabkan gangguan penglihatan dan juga kebutaan untuk sementara. Ketika saraf yang membengkak tersebut kembali kempes, maka akan membuat ibu dapat melihat kembali dnegan cukup baik.

Risiko Melahirkan Bayi Obesitas Pada Ibu Yang Tidak Menderita Hipertensi

Selain ibu yang mengalami hipertensi, kelahiran bayi obesitas juga dapat terjadi pada ibu yang tidak menderita tekanan darah yang tinggi. Ibu yang tidak mengalami hipertensi tidak akan memiliki pengaruh yang cukup besar pada kelahiran bayi obesitas di usia trimester pertama. Akan tetapi, jika kehamilan memasuki trimester kedua bahkan ketiga, maka setiap peningkatan tekanan darah sistolik akan meningkatkan risiko obesitas pada anak sebanyak 5%. Setiap peningkatan tekanan darah diastolik sebanyak 10mmHg tentunya akan berisiko meningkatkan risiko obesitas pada anak-anak sebanyak 6%.

Risiko kelahiran bayi diabetes juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:

- Usia ibu hamil yang terlalu muda ketika sedang hamil

- Ibu mengalami menstruasi pertama yang terlalu awal

- Kehamilan pertama

- Anak yang dilahirkan melalui operasi caesar

- Tingkat pendidikan ibu yang rendah

- Ibu memiliki BMI yang tinggi

Penting Menjaga Tekanan Darah Ketika Hamil

Setelah kita mengetahui beberapa penyebab dan juga dampak buruk yang dapat terjadi pada ibu hamil dan juga janin. Tentunya, hal ini menjadi tugas bagi kita untuk mencari cara untuk senantiasa menjaga tekanan darah tetap stabil. Hal ini tentunya berkaitan dengan sebuah penelitian mengenai hubungan antara tekanan darah dan juga risiko melahirkan bayi obesitas. Penelitian terbaru juga membuktikan bahwa peningkatan darah pada trimester kedua dan juga ketiga memmang dapat meningkatkan risiko obesitas.

Penelitian mengungkapkan bahwa memantau dan juga mengendalikan tekanan darah selama hamil sangatlah penting. Selain itu, menjaga tekanan darah tetap seimbang dapat sedikit mencegah melahirkan anak obesitas. Untuk itu, ketika wanita sedang hamil, alangkah baiknya jika Anda memonitor dan juga mengontrol tekanan darah Anda selama kehamilan. Jika Anda mengalami tekanan darah tinggi ketika hamil, lebih baik Anda memeriksakan secara rutin ke bidan dan juga dokter kandungan Anda.

Menjaga keseimbangan tekanan darah yang tinggi tentunya menjadi sebuah tugas bagi kita. Hal ini tentunya dapat menjadi jalan bagi Anda dalam mencegah kelahiran bayi yang obesitas. Itulah beberapa hal yang dapat ketahui mengenai ibu hamil darah tinggi rentan melahirkan bayi obesitas. Semoga bermanfaat!

 

Author: Nina Astuti
Artikel ini di supervisi oleh Bidan Pevi Revina STr.Keb