Haruskah Khawatir Hewan Peliharaan Terinfeksi Ebola?

5/5 (1)

Dalam beberapa wabah Ebola sebelumnya, primata juga dipengaruhi oleh Ebola dan beberapa peristiwa spillover terjadi ketika orang menyentuh atau makan primata yang terinfeksi. Dalam epidemi Afrika Barat saat ini, hewan belum ditemukan menjadi faktor dalam transmisi Ebola yang sedang berlangsung.

Bagaimana dengan hewan lainnya apakah hewan peliharaan dapat menjadi perantara penyebaran virus ebola dan apa yang harus dilakukan? Melalui artikel kali ini akan membantu kekhawatiran anda yang memiliki hewan peliharaan mengenai virus ebola.

Bagaimana Ebola menyebar?

Ketika infeksi terjadi pada manusia, virus dapat menyebar dalam beberapa cara kepada orang lain. Ebola menular melalui kontak langsung melalui kulit yang terluka atau selaput lendir, misalnya, mata, hidung, atau mulut dengan darah atau cairan tubuh urin, air liur, keringat, fese, muntah, ASI, dan juga sperma dari penderita ebola. ( Baca : Kenali Ebola dan Lakukan Pencegahan Diri Sedini Mungkin )

Bahkan tidak menutup kemungkinan benda seperti jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh dari orang yang menderita ebola atau tubuh seseorang yang telah meninggal akibat Ebola dapat menjadi perantara menyebarkan virus ebola.

Perlu anda ketahui, bahwa ebola tidak menular melalui udara atau air, atau secara umum makanan. Nyamuk atau serangga lainnya tidak dapat menularkan virus Ebola. Meskipun demikian di Afrika, Ebola dapat menyebar sebagai akibat dari penanganan hewan liar (binatang liar diburu untuk makanan) dan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi.

Hanya beberapa spesies mamalia seperti, manusia, kera, dan monyet yang telah menunjukkan kemampuan terinfeksi virus Ebola dan menyebar ke manusia. Tidak ada bukti bahwa nyamuk atau serangga lainnya dapat menularkan virus Ebola.

Apa jenis hewan peliharaan yang paling mungkin untuk mendapatkan terinfeksi Ebola?

Hewan yang perlu diwaspadai adalah monyet, kera, atau babi yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi dan menyebarkan virus Ebola jika hewan tersebut terinfeksi. Pada saat ini, belum ada laporan kalau anjing atau kucing menjadi perantara Ebola atau  dapat menyebarkan Ebola ke binatang lainnya. Bahkan di daerah Afrika di mana Ebola banyak menyebar, belum ada laporan apabila anjing dan kucing menjadi perantara virus ebola.

Sampai saat ini belum dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hewan peliharaan baik pada bagian tubuh, kaki, atau bulu bisa menyebarkan Ebola. Meskipun demikian penting sekiranya anda waspada apabila menemukan hewan peliharaan yang terinfeksi ebola harus dihindari terutama adalah hewan yang sudah terbukti melalui penelitian dapat menyebarkan ebola, seperti kera, kelelawar, simpanse dan gorilla.  

Bagaimana jika ada hewan peliharaan di rumah pasien Ebola?

Harusnya masyarakat bekerja sama dengan dokter hewan mengevaluasi risiko hewan peliharaan terkena virus kontak dekat atau terpapar darah atau cairan tubuh dari pasien Ebola. Berdasarkan evaluasi ini, dapat menentukan bagaimana hewan peliharaan harus ditangani. Sedangkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan semisal anjing atau kucing  dari infeksi  Ebola apabila tidak ada paparan dari seseorang terinfeksi Ebola, tidak diperlukan. Apalagi bila hewan peliharaan tidak melakukan interaksi dengan penderita atau virus ebola.

Haruskah berhati-hati ketika memiliki peliharaan premata?

Ya,salah satunya adalah monyet yang beresiko menginfeksi Ebola. Gejala infeksi Ebola pada monyet termasuk demam, nafsu makan menurun, dan kematian mendadak. Monyet seharusnya tidak diperbolehkan untuk memiliki kontak dengan siapapun yang dapat menyebarkan Ebola. Meskipun demikian sampai saat ini artikel ini ditulis di beberapa kebun binatang di Indonesia ataupun peliharaan khusus tidak ditemukan monyet yang terinfeksi ebola.

Bisa kelelawar menyebarkan Ebola?

Kelelawar buah di Afrika dianggap reservoir alami yang dapat menyebarkan Ebola.Meskipun demikian anda tetap waspada dengan kelelawar yang dikenal untuk membawa rabies dan penyakit lainnya. Untuk mengurangi risiko penularan penyakit, tidak pernah mencoba untuk menyentuh langsung baik kelelawar hidup atau mati.

Dapat non-mamalia (burung, reptil, amfibi, atau ikan) menyebarkan Ebola?

Saat ini belum ada bukti bahwa virus Ebola dapat menginfeksi non-mamalia seperti hewan peliharaan termasuk burung, reptil, amfibi, atau ikan. Tidak ada virus Ebola yang terdeteksi pada spesies non-mamalia dikumpulkan dalam wabah Ebola di Afrika.

Adakah binatang yang harus dihindari apabila berada pada pengawasaan aktif (diduga terserang)ebola?

Risiko penularan pada hewan yang rendah dalam ebola, potensi penularan pada hewan tidak dapat sepenuhnya disalahkan. Meskipun demikian orang yang sedang berada di dalam pengawasan aktif (diduga terserang )ebola langsung harus menghindari kontak dengan anjing, kucing, hewan ternak (misalnya babi, sapi, domba, dan kambing), dan mamalia lainnya, untuk mencegah kemungkinan penularan Ebola ke hewan.

Apa yang harus saya lakukan apabila memiliki hewan peliharaan dan berada di bawah pengawasan aktif terhadap ebola?

Jika Anda menjadi sakit demam atau gejala termasuk sakit kepala parah, kelelahan, nyeri otot, muntah, diare, sakit perut, atau memar bahkan pendarahan tidak diketahui terkait dengan diagnosis medis yang ada, mengambil tindakan sebagai berikut :

  1. Menghentikan semua kontak langsung dengan orang lain dan menghindari semua interaksi dengan hewan peliharaan, memegang, mencium, berbagi makanan, atau membiarkan hewan peliharaan menjilat Anda.
  2. Segera hubungi fasilitas perawatan medis, indikasi pertama penyakit seperti suhu tubuh yang lebih tinggi.
  3. Bersiaplah untuk memberikan rincian kepada petugas kesehatan yang mencakup hewan peliharaan yang mungkin memiliki kontak dengan Anda. Seorang dokter hewan akan menentukan apakah hewan peliharaan Anda berisiko terpapar Ebola dan bagaimana untuk merawat hewan peliharaan tersebut.
  4. Jauhkan orang dan hewan dari darah atau cairan tubuh penderita ebola. Apabila penderita ebola memiliki hewan peliharaan harusnya ditempatkan dalam peti, kamar mandi, atau kamar tidur dengan makanan dan air untuk menjaga hewan peliharaan tetap aman.Jika memungkinkan, orang lain di rumah Anda harus menangani hewan peliharaan sekaligus memastikan itu aman terpisah dari Anda.

Sedangkan apabila ditemukan bahwa hewan peliharaan telah terkena virus Ebola dan perlu ditempatkan di dalam sebuah tempat, hewan peliharaan akan dikeluarkan dari rumah dan dirawat di fasilitas karantina khusus selama minimal 21 hari. Tergantung pada situasi, pengujian untuk virus Ebola dapat dilakukan. Setelah dokter hewan menentukan bahwa hewan peliharaan tidak berisiko  terinfeksi Ebola, hewan peliharaan akan dibebaskan dari karantina khusus dan kembali ke pemiliknya. Asalkan setelah hewan peliharaan dilepaskan dari karantina, hewan peliharaan tidak menimbulkan risiko bagi orang atau hewan lain. Bahkan tidak ada pembatasan yang diperlukan pada kegiatan hewan peliharaan setelah dilepaskan dari karantina apabila dinyatakan tidak terinfeksi ebola.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel