19 Perawatan Hamil Muda Agar Tetap Sehat

4.84/5 (44)

Hamil Muda – Setiap pasangan pasti menginginkan kehadiran anak untuk melengkapi keluarga. Sehingga setelah menikah, pasangan umumnya akan merencanakan kehamilan. Untuk mewujudkan impian menjadi orangtua, bukan hanya merencanakan memiliki berapa anak saja. Yang menjadi tantangan paling besar yaitu menjaga kehamilan agar tetap sehat hingga melahirkan nanti.

Saat ibu hamil muda, maka kesehatan ibu maupun janin yang dikandung harus dijaga dengan baik. Kehamilan muda menjadi masa yang paling rentan dan membutuhkan perhatian yang lebih.

Hamil Muda

Keluhan Saat Hamil Muda

Awal kehamilan atau hamil muda menjadi masa-masa yang membingungkan. Pada masa ini banyak keluhan dan perubahan yang akan ibu alami. Berbagai perubahan dan keluhan yang dialami sebaiknya ditanggapi dengan baik untuk menjaga agar kehamilan tetap sehat. Berikut ini keluhan yang akan terjadi saat hamil muda.

Mual

Perasaan mual yang ibu hamil alami saat trimester pertama kehamilan merupakan keadaan normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Mual yang dialami oleh ibu hamil dikenal dengan morning sickness. Keadaan mual dan muntah hampir dialami oleh semua ibu hamil dan masih tergolong normal, jika tidak disertai dengan tanda bahaya.

Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah yang disertai dengan penurunan berat badan, frekuensi mual dan muntah sering, serta keurangan cairan maka harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan.

Mudah Lelah dan Perubahan Mood

Ibu hamil mengalami perubahan mood disebabkan karena adanya perubahan hormon kehamilan. Perubahan mood yang dialami oleh ibu hamil terkadang membuat ibu lebih emosional.

Keadaan yang berhubungan dengan perubahan mood ini sebenarnya tidak membahayakan, namun aktifitas ibu akan terganggu sehingga peranan suami sangat penting untuk mendampingi.

Sakit Punggung

Keluhan lainnya yang sering dialami oleh ibu hamil saat trimester pertama yaitu nyeri punggung. Nyeri punggung disebabkan karena ibu hamil mengalami perubahan. Keluhan fisik sudah mulai dirasakan saat trimester pertama, meskipun tidak terlalu signifikan. Nyeri punggung biasanya akan disertai keluhan lainnya seperti pegal leher dan kaki bengkak.

Gangguan Pencernaan

Ibu hamil seringkali mengalami heart burn yang membuat tidak nyaman. Selain itu, ibu hamil juga biasanya mengalami perut kembung, sendawa dan buang gas karena perubahan hormon.

Sering Buang Air Kecil

Saat trimester pertama, ibu hamil sering merasa ingin buang air kecil. Keadaan ini disebabkan karena terdapat hormon HCG yang akan meningkatkan aliran darah ke area panggul selama hamil. Keadaan ini normal dialami oleh ibu hamil saat trimester pertama.

Perawatan Hamil Muda Agar Tetap Sehat

Saat hamil, perawatan harus ibu perhatikan agar kehamilan tetap sehat. Selain itu, menjaga kesehatan saat hamil muda menjadi langkah penting agar janin yang dikandung sehat dan berkembang dengan baik.

Memenuhi Nutrisi yang Dibutuhkan

Saat trimester pertama kehamilan, kesehatan ibu dan pertumbuhan janin dipengaruhi oleh asupan makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan nutrisi yang cukup bagi ibu hamil untuk mendukung perkembangan janin. Terlebih lagi saat awal kehamilan biasanya ibu hamil akan mengalami sensitivitas pada beberapa makanan tertentu. Anda dapat memilih makanan yang mengandung vitamin, asam folat, protein dan mineral. Untuk lebih jelasnya simak panduan nutrisi yang dibutuhkan saat awal kehamilan di bawah ini:

Sayuran

Sayuran memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Saat hamil sebaiknya anda memilih jenis sayuran berwarna hijau, sayuran orange seperti wortel dan lain sebagainya. Agar tidak bosan mengonsumsi sayuran, anda dapat membuat jadwal untuk menu makan.

Mengonsumsi sayuran dapat membantu anda mengatasi perasaan mual dan muntah. Bayam termasuk sayuran hijau yang disarankan karena kaya akan kandungan zat besi untuk pembentukan hemoglobin. Sayuran hijau mengandung mineral yang dibutuhkan oleh ibu dan janin selama hamil.

Buah-Buahan

Lelah dan lesu seringkali dialami oleh ibu hamil. Untuk mengatasi keadaan tersebut dibutuhkan makanan yang akan dapat meningkatkan stamina. Makanan yang dapat membantu meningkatkan stamina di antaranya buah-buahan. Buah-buahan yang dapat dijadikan pilihan yaitu buah pisang dan apel. Buah-buahan ini dapat dijadikan sebagai cemilan sehat.

Buah pisang mengandung asam folat yang bermanfaat untuk pembentukan otak janin. Jika bosan dikonsumsi langsung, anda dapat mengolah buah-buahan menjadi salad buah, jus ataupun puding. Selain dapat membantu mengurangi mual, buah-buahan juga akan meningkatkan kekebalan tubuh dan metabolisme.

Makanan yang Mengandung Protein

Ikan menjadi salah satu makanan yang baik untuk ibu hamil karena bermanfaat untuk pembentukan otak janin. Beberapa jenis ikan laut seperti udang, cumi dan rumput laut mengandung tinggi protein dan mengandung omega 3 yang bermanfaat untuk membantu pembentukan otak janin saat awal kehamilan. Hindari konsumsi ikan yang mengandung tinggi merkuri. Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai ikan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan saat hamil.

Olahan susu bermanfaat untuk kehamilan. Diawal kehamilan akan memberikan asupan protein yang tinggi. Sumber protein yang bisa dikonsumsi saat hamil dari produk olahan susu yaitu keju dan yoghurt. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan sel si kecil dalam kandungan.

Kacang dan Sereal

Jika ibu hamil sering merasa mual dan muntah saat mengonsumsi nasi, sereal dapat jadikan sebagai menu sarapan. Sereal yang mengandung karbohidrat, kalsium dan vitamin B dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mendukung aktifitas, serta kebutuhan nutrisi janin.

Kacang-kacangan yang mengandung protein akan memberikan energi. Ibu hamil dapat mengonsumsi kacang-kacangan dan makanan yang mengandung vitamin B, serta asam folat yang memiliki manfaat untuk pembentukan sistem saraf janin.

Menyikapi Keluhan dengan Bijak

Gejala morning sickness yang ibu hamil alami dapat diringankan dengan cara makan lebih sering namun porsinya kecil. Penting untuk mencukupi cairan dengan minum banyak air putih agar ibu tidak dehidrasi.

Ibu harus menghindari melakukan aktifitas berat karena kehamilan pada trimester pertama masih terbilang rentan. Sebaiknya ibu istirahat yang cukup untuk mengurangi rasa lelah dan lemas. Hindari konsumsi makanan pedas, makanan yang digoreng dan minuman soda untuk mencegah sembelit. Anda dapat menyertakan makanan yang kaya akan serat.

Jangan pernah menahan buang air kecil untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jika anda merasa pusing, sebaiknya jangan berdiri terlalu lama. Anda dapat berbaring ke kiri agar pusing yang anda rasakan dapat hilang.

Mengendalikan Emosi

Saat hamil ibu akan lebih mudah mengalami perubahan mood. Ibu akan mengalami perasaan gembira, bersemangat sampai gelisah. Banyak hal yang menghantui ibu hamil muda yang akan menyebabkan stres. Perubahan emosi, terkadang naik atau turun normal dialami oleh ibu hamil. Anda dapat meminta dukungan dari pasangan dan keluarga. Sebisa mungkin ibu hamil harus menghindari stres. Stres akan berdampak buruk untuk janin. Untuk mengatasi stres anda bisa melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan tentunya aman untuk ibu hamil.

Waspada Terhadap Tanda-Tanda Bahaya

Tanda-tanda bahaya harus ibu hamil waspadai, sehingga saat tanda bahaya tersebut dialami dapat dilakukan penanganan lebih cepat sehingga dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Salah satu tanda bahaya yang harus diwaspadai yaitu perdarahan. Perdarahan ringan atau timbulnya flek saat kehamilan muda masih tergolong normal. Namun, anda harus lebih waspada jika perdarahan banyak yang disertai dengan rasa nyeri di area perut. Selain itu, anda juga harus waspada jika mengalami perubahan pada cairan vagina seperti bau, mengalami perubahan warna dan menyebabkan gatal. Keadaan tersebut kemungkinan tanda terjadinya infeksi yang harus segera diatasi oleh dokter.  Rasa panas dan sakit saat buang air kecil dapat timbul jika mengalami infeksi.

Saat hamil muda, kondisi mual dan muntah termasuk normal. Umumnya keadaan ini akan semakin ringan saat usia kehamilan 12 hingga 14 minggu. Anda sebaiknya berkonsultasi pada dokter jika mual dan muntah yang anda alami disertai dengan gejala lainnya seperti muntah berdarah, demam, berat badan turun, pusing berlebih, dehidrasi dan detak jantung yang tidak beraturan.

Hindari Konsumsi Makanan Mentah

Makanan mentah tidak boleh dikonsumsi oleh ibu saat hamil karena akan membahayakan janin yang anda kandung. Risiko mengonsumsi makanan mentah yaitu mengalami cacat lahir atau bahkan keguguran. Pada makanan mentah bisa saja terdapat bakteri ataupun kuman menempel yang dapat menginfeksi anda dan janin. Mengonsumsi makanan mentah juga dapat menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, penting memastikan jika makanan yang anda konsumsi benar-benar matang, khususnya telur dan daging.

Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol

Merokok dan minum minuman beralkohol tidak baik untuk kesehatan. Khususnya bagi kehamilan, kedua hal ini dapat membahayakan bayi yang anda kandung. Kebiasaan merokok saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah. Sebisa mungkin anda juga harus menghindari asap rokok. Jika suami anda perokok, pastikan ia tidak merokok dekat anda. Sedangkan jika ibu hamil minum minuman alkohol bayi akan mengalami Fetal Alcohol Syndrome (FAS). Kedua hal ini akan berdampak untuk pertumbuhan maupun perkembangan bayi  di masa akan datang.

Mengetahui seperti itu, selama hamil penting untuk menghindari kedua hal tersebut. Mulailah menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari  hal-hal yang dilarang selama kehamilan, akan lebih baik jika anda bisa terus menerapkan gaya hidup sehat meskipun sudah tidak hamil.

Hindari Kegiatan yang Mengandung Zat Kimia

Setelah mengetahui anda hamil, maka kegiatan yang biasa ibu hamil lakukan, khususnya yang menggunakan zat kimia seperti cairan pembersih atau yang mengandung logam berat harus dihindari. Selain itu, anda juga harus memperhatikan penggunaan produk make up saat hamil. Sebaiknya konsultasikan pada dokter tentang produk make up apa yang cocok digunakan oleh ibu hamil.

Batasi Kafein

Kopi merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein. Apabila anda penggemar kopi, selama hamil sebaiknya batasi jumlahnya. Minum kopi dalam jumlah kecil tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan janin yang anda kandung. Hanya saja, konsumsi kopi dalam jumlah banyak dalam perharinya akan menyebabkan masalah kesehatan pada bayi anda. Penting untuk selalu memperhatikan apa yang anda konsumsi selama anda hamil.

Hindari Minum Obat Tanpa Resep Dari Dokter

Kehamilan muda masih rentan sehingga ibu harus lebih waspada, khususnya apa yang masuk ke dalam tubuh termasuk obat. Selama hamil, sebaiknya hindari minum obat tanpa resep atau rekomendasi dari dokter. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai segala obat yang akan anda gunakan. Selain itu, sebelum anda meminum obat penting untuk memperhatikan petunjuk penggunaan obat.

Hindari Diet

Melonjaknya berat badan terkadang membuat wanita frustasi. Untuk mempertahankan berat badanya, tidak sedikit wanita yang melakukan diet. Perlu diketahui, diet selama hamil tidak diperbolehkan. Diet akan membuat ibu kekurangan nutrisi dan keadaan ini tentunya berbahaya karena pertumbuhan janin dalam kandungan akan menjadi terganggu.

Hindari Minum Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Untuk menambah nutrisi yang dibutuhkan, biasanya ibu mengonsumsi susu saat hamil. Dalam memilih susu, pastikan anda memilihnya khusus untuk ibu hamil. Hindari memilih susu yang tidak melalui proses pasteurisasi atau susu mentah. Susu yang belum dipasteurisasi bisa saja mengandung bakteri yang akan menyebabkan penyakit, bahkan hingga menyebabkan keguguran.

Istirahat yang Cukup

Saat hamil usia muda anda akan merasa mudah lelah. Keadaan ini disebabkan karena adanya perubahan hormon. Ketika anda merasa lelah, jangan paksakan untuk melakukan aktifitas. Anda harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Waktu tidur yang teratur akan membantu anda mengatasi masalah tidur. Apabila saat malam hari anda kurang tidur, anda bisa menyempatkan tidur siang.

Melakukan Pemeriksaan Secara Rutin

Saat hamil, anda harus melakukan pemeriksaan rutin pada bidan ataupun dokter untuk memantau keadaan kesehatan anda dan kehamilan, apalagi jika usia anda sudah tidak muda lagi. Saat hamil risiko komplikasi bisa saja terjadi. Untuk mencegah keadaan ini sebaiknya anda memeriksakan kandungan pada dokter atau bidan. Selain itu, dokter atau bidan akan merekomendasikan berbagai suplemen prenatal yang diperlukan untuk menunjang kehamilan.

Menjaga Suhu Tubuh Agar Tetap Normal

Suhu tubuh yang tinggi akan berbahaya untuk bayi yang anda kandung, terutama saat usia kehamilan anda masih muda. Oleh karena itu, sebaiknya anda membatasi sauna dan mandi dengan menggunakan air panas. Jika ingin mandi dengan air panas, jangan terlalu lama karena akan membuat kulit anda kering dan bersisik.

Hindari Paparan Pestisida

Saat hamil sebaiknya hindari paparan pestisida, termasuk insektisida, herbisida dan fungsida. Semua itu akan menimbulkan efek negatif untuk janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran.

Hindari Mencuci Kandang Binatang Peliharaan

Bagi anda yang memiliki binatang peliharaan, saat hamil sebaiknya hindari mencuci kandang binatang, tidak terkecuali kucing. Pasalnya, kotoran kucing mengandung parasit Toxoplasma gondii yang akan menyebabkan toksoplasmosis. Selain berbahaya untuk ibu hamil, infeksi ini juga berbahaya untuk janin yang anda kandung.

Memperhatikan Berat Badan

Saat hamil ibu harus memperhatikan berat badan. Jangan takut gemuk, karena kenaikan berat badan saat hamil memang dibutuhkan. Kenaikan berat badan yang diperlukan saat hamil tergantung dari status gizi ibu sebelum hamil. Masalah kekurangan atau kelebihan berat badan selama hamil tidak baik dan dapat membahayakan kesehatan janin yang anda kandung. Penting untuk mengetahui berapa banyak berat badan yang harus anda penuhi saat anda hamil. Untuk mengetahuinya anda dapat melakukan konsultasi pada dokter ataupun bidan.

Menghindari Guncangan

Saat hamil muda anda harus menghindari semua jenis guncangan. Guncangan yang keras akan menyebabkan kontraksi pada rahim. Dimana keadaan ini sering menjadi penyebab keguguran pada ibu hamil, karena janin yang dikandung masih belum kuat. Oleh karena itu, berbagai aktifitas yang dapat menyebabkan guncangan keras sebaiknya dihindari.

Sertakan Pasangan Dalam Merawat Kehamilan

Kehamilan menjadi saat yang tepat bagi anda untuk meningkatkan kedekatan dengan pasangan. Anda dapat meminta bantuan pasangan mengenai apa yang anda butuhkan. Anda juga sebaiknya mengungkapkan mengenai kebutuhan, permasalah, kekhawatiran dan harapan yang anda rasakan. Dengan membahas hal-hal tersebut akan meringankan beban anda dan rasa kebersamaan dengan pasangan akan semakin kuat.

Dengan demikian, menjaga kehamilan muda bisa dilakukan dengan menghindari hal-hal yang akan membahayakan kesehatan ibu atau janin, memenuhi kebutuhan nutrisi, menyikapi keluhan dengan tepat dan menerapkan gaya hidup sehat. Penting untuk melakukan konsultasi pada dokter atau bidan dengan rutin untuk memastikan anda dan janin yang dikandung dalam keadaan sehat. Itulah perawatan hamil muda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel