data-ad-format="auto"

Fakta Kanker Serviks, Cari Tahu

Kanker adalah jenis penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Lebih menakutkan lagi karena kanker merupakan jenis penyakit penyebab kematian bagi penderitanya. Tidak terkecuali, kanker serviks. Kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik. Menurut WHO penyakit kanker serviks penyebab kematian  peringkat atas pada wanita. Ironisnya data WHO menunjukan Indonesia adalah negara tertinggi penderita kanker serviks.

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat seputar kanker serviks, sebelum anda mempercayainya cari tahu terlebih dahulu fakta seputar kanker serviks.

1. Kanker serviks tidak sama dengan kanker rahim karena serviks ternyata berada di bagian bawah dari rahim. Kanker serviks dipicu karena adanya sel-sel abnormal pada serviks.

2. Banyak yang mengganggap bahwa ciri-ciri kanker serviks adalah hal biasa yang dialami wanita sehingga tidak dianggap berbahaya. Padahal di Indonesia penderita kanker serviks sudah mencapai 15.000 penderita dan 8000 diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

3. Kanker serviks bukan penyakit keturunan, akan tetapi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang bersifat penyebab kanker . Ada beberapa macam virus human papilloma dan diantaranya yang paling banyak menyerang wanita adala tipe 16 dan 18 , ditemukan 80% kasus kanker serviks diserang oleh tipe jenis ini.

4. Semua wanita harus mewaspadai akan kehadiran virus human papilloma penyebab kanker serviks. wanita dapat terinfeksi virus human papilloma tanpa terkecuali anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan tetap.Fakta selanjutnya menunjukan bahwa jenis usia bukanlah faktor yang menentukan penderita kanker serviks. Penyakit kanker serviks yang paling aktif (Adenokarsinoma) jenis kanker yang sering ditemukan pada kasus perempuan muda.

5. Pemakaian kodom tidak dapat dinyatakan dalam zona aman untuk terhindar dari kanker serviks. Penyebaran virus human papilloma dapat terjadi karena adanya kontak kulit ke area genital .

6. Gejala kanker serviks merupakan gejala penyakit yang sulit ditemukan perkembangannya. Gejalanya mirip dengan wanita non-penderita. Gejala akan ditemukan setelah memasuki stadium lanjut yaitu memasuki stadium 3 sehingga telah mengalami kerusakan organ-organ di dalam tubuh.

7. Kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksinasi HPV dapat membuat perlindungan diri seseorang kuat (imunitas). Pencegahan selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan pap smear dengan berkonsultasi ke dokter.

8. Remaja putri memerlukan vaksinasi , pemberian vaksinasi merupakan pencegahan awal untung menguat sistem pertahanan tubuh (antibodi) untuk dapat terhindar dari HPV. Sehingga remaja putri harus diberikan vaksin sebelum memasuki usia 21 tahun.

9. Gaya hidup meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Gaya hidup tidak sehat dengan mengkonsumsi minuman-makanan mengandung bahan kimia berbahaya pemicu kanker, wanita perokok aktif, mengkonsumsi alkohol dan berganti-ganti pasangan seksual lebih mudah terserang HPV.

10. Penggunaan pembalut kurang baik dapat memicu kanker serviks . Pada dasarnya benda asing yang bersentuhan dengan alat kewanitaan akan memicu jamur dan bakteri. Mengganti pembalut yang tepat adalah 4 jam sekali dalam sehari.

11. Pemberian vaksinasi HPV tidak akan beresiko memberikan efek samping. Efek samping yang terjadi lumrah terjadi seperi pemberian vaksin pada umumnya yaitu nyeri pada area penyuntikan, kemerahan dan sedikit bengkak.

Menurut dr.Sigit Purbadi,SpOG(K) dalam situs tribunnews.com menyatakan bahwa perkembangan mitos dimasyarakat akan menyebabkan kesalahpahaman mengenai kanker serviks yang akan terus berlanjut di masyarakat sehingga jika tidak diluruskan akan membuat masyarakat ketergantungan akan mitos tersebut.Jadi setelah mengetahui faktanya, apakah akan mempercayai mitos yang berkembang atau segera konsultasikan keluhan alat reproduksi anda kepada dokter.

Loading...

Follow us