Ciri- ciri Warna Keputihan

4. Berwarna Coklat

Biasanya keputihan warna coklat terjadi karena periode haid, eliminasi endometrial, kehamilan di awal, menopouse atau sebagai tanda penyakit alat kelamin anda. Keputihan abnormal yang bercirikan adanya penyakit yaitu di tandai dengan cairan yang dikeluarkan disertai dengan rasa nyeri pada pinggang dan bokong anda, cairan berbau tidak sedap. Hal ini patut anda waspadai jangan-jangan ini merupakan tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.

5. Berwarna Abu-abu

Jika cairan keputihan anda berwarna abu-abu dengan disertai gatal, bau tidak sedap dan bengkak kemerangan pada sekitar mulut kewanitaan anda, sebaiknya hal ini mendapatkan perhatian serius dari dokter karena bisa disebabkan oleh bakteri berbahaya. Terparah adalah warna abu-abu dengan garis darah dan bersifat encer. Kemungkinan anda sedang mengalami kanker. Adapula jiga cairan anda terinfeksi bakteri non spesifik kemungkinan gejalanya ditimbulkan kelebihan hormon estrogen.

6. Berwarna Hijau

Cairan keputihan berwarna hijau jika debit dari cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, anda patut mewaspadainya ini bisa pertanda dari infeksi organ reproduksi. Biasanya penyebab keputihan berwarna hijau adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tingkatan yang parah anda akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar kewanitaan , kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau GO.

Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan berwarna, berbau , timbul rasa gatal di area kewanitaan . Anda harus waspada, seperti yang diuraikan di atas. Keputihan (flour albus) merupakan pertanda anda mengalami masalah pada kewanitaan anda. Keputihan juga dapat disebabkan oleh pola kehidupan anda yang tidak dapat menjaga kebersihan area kewanitaan dan pola hidup yang seimbang.Anda masih bermasalah dengan keputihan anda? Konsultasikan sekarang juga dengan dokter untuk mendeteksi secara dini sebelum menyebar ke organ-organ lainnya.

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons