data-ad-format="auto"

Cara Merawat Luka Pada Anak-anak


Bagi anda yag mendapat masalah dengan luka anda hal yang harus anda lakukan untuk merawat luka, goresan dan jahitan pada anak-anak adalah dengan cara berikut :

1.  Jangan Panik

Pada dasarnya kepanikan yang terjadi disaat anak anda mengalami beberapa kejadian misalnya jatuh ketika bermain sepeda akan membuat  anak anda segan untuk bermain sepeda kembali dengan kata lain sedikit trauma, rasa percaya diri dan keberaniannya akan berkurang. Kepanikan anda memang tidak menyelesaikan masalah justru akan membuat anak anda menangis semakin keras.

2.  Tutupi luka dengan cepat

Langkah kedua dalam merawat luka adalah menutupi dengan cepat luka anak anda baik menggunakan kain atau perban. Dengan demikian bila terjadi pendarahan yang besar tidak akan berlangsung lama, anda sebaiknya memang cepat tanggap mengenali beberapa bahan yang bisa digunakan dalam menutupi luka dengan cepat termasuk di rumah dengan menggunakan menyediakan perlengkapan kesehatan (pertolongan pertama).

3.  Melihat Jenis Luka

Tidak selamanya luka mengeluarkan darah, beberapa luka seperti luka bakar juga perlu penanganan khusus apalagi dialami oleh anak anda. Selain itu luka lebam, memar atau benjolan mungkin terjadi anda bisa menggunakan beberapa bungkus handuk yang berisi es. Kenali jenis luka sehingga anda dapat tepat memberikan pertolongan.

4.  Menghentikan Pendarahan

Bagi anak anda yang mengalami luka dan mengeluarkan darah berlebih maka dapat menggunakan  handuk atau kain bersih yang lembut untuk menutupinya sementara. Anda harus segera membawanya ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat pertolongan selanjutnya.

Meskipun pendarahan dikhawatirkan akan mendapatkan penanganan medis berupa jahitan maka hal yang harus anda perhatikan adalah dengan melihat luka pada bagian tubuh anak anda. Jika Anda tidak yakin berikut adalah beberapa panduan :

1.  Periksa untuk melihat apakah luka yang memotong  menganga terbuka lebar. Jika tidak, maka secara lembut menarik di bagiannya untuk melihat apakah terbuka dengan lebar.

2.  Seiap luka yang terbuka dengan otot terlihat merah tua atau lemak kekuningan mungkin harus ditutup dengan jahitan.

3.  Setiap luka yang terbuka lebar dan lebih besar dari ½ cm (atau kira kira 3/16 inci) mungkin harus ditutup. Adapun jika luka yang dialami oleh anak anda lebih kecil dari ukuran tersebut mempunyai kemungkinan kecil untuk mendapat pertolongan lebih lanjut dari dokter. Meskipun demikian lebih baiknya anda memeriksakan langsung ke dokter.

4.  Bagi anak anda yang mengalami luka dibagian wajah meskipun sedikit dan tidak terlalu besar tetap harus memeriksakan ke dokter hal ini bukan karena pertolongan dengan jahitan akan tetapi berhubungan dengan resiko bekas luka.

Sebenarnya ada dua alasan utama mengapa luka anak anda harus melakukan tindakan :

1.  Untuk menghentikan perdarahan aktif. Jika potongan besar dan terus berdarah, maka menutupnya jelas menguntungkan. Pada umumnya pendarahan pada luka harus dihentikan dengan menggunakan baik menggunakan pertolongan pertama atau bantuan medis.

2.  Untuk alasan perawatan wajah. Luka di wajah jelas akan memiliki hasil kosmetik yang lebih baik jika bekas luka dapat dihilangkan. Namun, untuk luka kecil pada bagian dengan bekas luka tertentu biasanya tidak menjadi masalah beda halnya dengan wajah yang menjadi salah satunya kepercayaan diri seseorang.

Bidan Pevi Revina, STr.Keb
Author: Bidan Pevi Revina, STr.Keb
Co-Founder / Content Supervisor

Pendidikan di Akademi Kebidanan Politeknik Kesehatan Tasikmalaya dan Poltekes Bhakti Pertiwi Husada Cirebon. Saat ini bekerja sebagai bidan PNS,mengelola klinik kehamilan dan persalinan Bidanku, juga sebagai Founder dari klinik Revina: Baby, Kids n Mom Spa.

Narasumber di Kompas TV dalam acara Talkshow Wanita dan Internet, menjadi kontributor Tempo dan juga pernah sebagai partner dalam acara Srikandi Award Sebuah Ajang Penghargaan Bagi Bidan-bidan Inspirasional Indonesia


Follow us