data-ad-format="auto"

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 91

Cara Menumbuhkan Sifat Optimis Pada Anak Untuk Menghindari Depresi

Optimisme adalah perasaan dan semangat positif yang harus dimiliki oleh setiap anak agar dapat berhasil dalah kehidupannya. Jiwa optimis merupakan jiwa seorang juara yang senantiasa berani dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan untuk meraih tujuan hidup dan kesuksesan. Sifat optimis dalam diri seseorang sudah selayaknya ditanamkan sejak dini. Sebab hal ini akan terus melekat dalam diri anak sebagai modal utama yang penting yang amat ia perlukan di masa depannya nanti.

Sikap optimis dapat melahirkan banyak manfaat. Orang yang optimis diketahui memiliki kemampuan dalam mengendalikan stres yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekannya yang kurang memiliki sifat optimis. Sehingga demikian, orang optimis akan terhindar dari depresi dan stress yang menyiksa.

Nah, lantas bagaimana cara menumbuhkan sifat optimis pada anak agar mereka terhindari dari depresi?

1. Latih Anak Untuk Behadapan dengan Situasi dimana Terdapat "Resiko dan Kegagalan" Didalamnya.

Untuk menumbuhkan sifat optimis pada anak, orangtua perlu melatih anak berhadapan dengan berbagai situasi dan kondisi yang didalamnya terdapat "resiko dan kegagalannya". Dengan demikian, anak yang terbiasa dilatih dalam kondisi-kondisi tersebut akan melahirkan mental anak yang lebih baik dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi suatu masalah. Ketika anak berhadapan dengan kondisi yang beresiko, orang tua perlu mendodong anaknya untuk mengganggap resiko dan kegagalan yang mungkin terjadi sebagai sebuah tantangan yang harus bisa ditaklukan dan dilewati atau dihindari. Selain itu, anak yang dilatih pada kondisi seperti ini akan melahirkan anak yang lebih matang secara mental dan membuat jiwa mereka tidak mudah rapuh sehingga anak tidak akan mudah mengalami depresi ketika ia harus dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya.

2. Jangan Berikan Anak 'Citra yang Buruk'

Orang tua sebaiknya tidak memberikan citra yang buruk terhadap anak, seperti dengan memberikan sebutan tertentu pada anak. Sebab secara disadari atau tidak, anak akan menyerap citra yang diberikan oleh orangtua. Citra tersebut akan menempel dalam diri anak menjadi sebuah identitas dan karakter anak. Tahukah anda citra negatif yang anda berikan kepada anak akan terus menempel dan diingat oleh anak sehinga membuat anak terhambat dalam melakukan segala hal yang membuat mereka tidak percaya diri. Misalkan ketika anda memberikan anak citra 'si penakut' disadari atau tidak hal ini akan diserap anak dan membuat mereka memiliki batasan untuk melakukan segala hal akibat citra yang ibu berikan.

3. Bantu Anak Untuk Menggapai Kesuksesannya

Meski memberikan tantangan agar anak dapat merasakan resiko dan kegagalan dari hal yang dikerjakannya adalah hal yang harus dilakukan. Namun membantu anak untuk menggapai kesuksesannya merupakan peranan penting yang harus dilakukan oleh orang tua. Bantuan anda disini tentu akan lebih mengarah pada dukugan dan dorongan pada anak untuk meraih impian anak dan menggapai kesuksesannya. Sehingga anak akan menjadi lebih percaya diri dengan keyakinan akan mimpi yang telah diidamkannya. Dukungan atau dorongan untuk menggapai kesuksesanya bisa anda lakukan dengan memberikan penghargaan kecil sewaktu anak berhasil dengan hal yang ia kerjakan. Dengan demikian anak akan termotivasi untuk melakukan lebih dan pada akhirnya impiannya akan tercapai.

Itulah dia beberapa cara menumbuhkan sifat optimis pada anak. Kita tentu tahu bahwa kehidupan tidaklah selalu indah. Tantangan dan cobaan serta masalah kerap kali datang silih berganti. Dan sikap yang terbaik dalam menghadapi berbagai masalah serta kesulitan dalam hidup adalah dengan sikap optimis.

Follow us