Bolehkah Memulai Program Hamil dalam Kondisi Depresi?

Pengaruh Depresi Terhadap Kesuksesan Program Hamil

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum diketahui secara medis pasti bahwa depresi yang dirasakan oleh seorang wanita akan dapat berpengaruh terhadap sulitnya kehamilan. Akan tetapi, data dari seluruh dunia yang terangkum menyatakan bahwa depresi memang erat kaitannya dengan masalah kesuburan.

Ada sebuah teori yang mendukung kuat dan diyakini bahwa pengaruh depresi memang membuat seorang wanita menjadi tidak subur. Ketika kita mengalami depresi makan kadar hormon didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Padahal demi mendapatkan program hamil yang sukses. Biasanya anda diminta untuk menjaga keseimbangan hormon didalam tubuh.

Bukan hanya itu, pengaruh depresi pun akan cukup buruk terhadap pola hidup anda. Misalkan, umumnya orang  yang mengalami depresi akan cenderung mengalami penurunan nafsu makan dan sulit tidur pada malam hari. Atau mungkin sebaliknya, seseorang bisa saja mengalami obesitas akibat pola makan yang tidak diperhatikan dengan baik.

Bahkan beberapa penderita depresi modern saat ini lebih sering menumpahkan perasaan depresinya pada konsumsi minuman beralkohol atau merokok. Hal seperti inilah yang akan dapat mempersulit peluang kehamilan anda.

Disamping itu, dampak dari depresi pun akan dapat membunuh hasrat berhubungan bersama dengan pasangan. Hal ini yang akan mungkin membuat hubungan intim bersama dengan pasangan tidak terjalin dengan baik. Akibatnya anda dan pasangan mungkin sering melewatkan jadwal berhubungan. Inipulalah yang mempengaruhi kehamilan yang lebih kecil peluangnya.

Pengaruh Depresi Pada Kesehatan Ibu dan Bayi

Apabila anda akhirnya berhasil mendapatkan kehamilan setelah mengikuti program hamil namun masih dalam kondisi depresi. Maka biasanya dokter akan meresepkan anda obat antidepresan. Hal ini dikarenakan depresi yang tidak segera diberikan penanganan yang baik akan mungkin tinggi resikonya terhadap kehamilan yang dijalani oleh seorang ibu.

Bahkan dalam beberapa kasus, depresi pada saat hamil akan dapat berpengaruh terhadap kecacatan janin, kelahiran prematur atau bahkan kematian janin dalam kandungan atau keguguran.

Penggunaan obat antidepresan akan tentu berdampak aman selama anda menggunakan obat ini dibawah pengawasan dokter. Lewat resep yang diberikan oleh dokter maka dosis dan takarannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan janin yang ada didalam kandungan ibu.

Akan tetapi sayangnya, meski demikian hal ini pun masih memiliki kemungkinan bahwa obat-obatan antidepresan yang dikonsumsi bisa mungkin memiliki efek samping untuk ibu dan bayi. Meskipun jarang dijumpai, efek samping penggunaan obat antidepresan selama kehamilan akan dapat menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan yang rendah.

Kapankah Waktu Terbaik Untuk Mengikuti Program Hamil?

Meski akan beresiko cukup besar, namun hal ini bukan berarti bahwa mereka yang mengalami depresi atau pernah mengalami depresi dilarang untuk ikut program hamil. Bagaimana pun kehamilan adalah angan-angan terbesar seorang istri dalam melengkapi kehidupan berumah tangganya.

Jadi demikian, anda akan bisa mewujudkan impian untuk menimang buah hati anda sendiri. Asalkan program hamil dilakukan pada waktu dan masa yang tepat maka besar kemungkinannya kehamilan yang dijalani akan sehat.

Dalam kasus ini, anda hanya perlu mengutamakan kesehatan anda terlebih dahulu. Daripada pusing memikirkan waktu kehamilan. Sebaiknya prioritaskan perawatan depresi anda sampai benar-benar tuntas.

Sebab setelah anda bisa mengobati depresi yang dialami. Maka sejak saat itulah anda sudah mulai dapat mempertimbangkan untuk mengikuti program hamil. Dengan begini maka kehamilan yang dijalani akan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kekhawatiran yang besar dari dampak depresi yang dirasakan.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari bolehkah mulai program hamil saat depresi. Semoga informasi diatas akan membantu anda untuk bisa mendapatkan wawasan kehamilan dengan baik.

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelumnya1 2

Tinggalkan komentar

Show Buttons
Hide Buttons