Bersitegang Dengan Anak Karena Beda Pendapat, Berikut Hal Bijak yang Bisa Dilakukan Orangtua

Sayangnya, terkadang pandangan hidup dan pendapat yang dimiliki anak tidak selalu sama dengan pandangan hidup kita. Hal ini juga yang terkadang menjadi penyebab anak-anak diusia remaja kerap kali mengalami masa-masa sulit dengan orangtuanya, terutama ketika anda dan anak memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda.

Ada banyak cara agar anak memiliki pendapat yang sama dengan anda, atau menjalankan nasihat yang anda berikan pada mereka, namun pada praktiknya hal ini tidak selalu mudah untuk dijalankan. Terkadang pendapat anak disertai dengan ego tinggi yang selalu ingin didengar, hal ini tak jarang membuat pendapatnya lebih kuat daripada pendapat kita.

Hal ini mungkin wajar, karena diusia remaja, anak yang bergaul dengan lingkungan sekitarnya telah mendapatkan pengaruh lain yang juga mempengaruhi pola pikirnya. Hanya saja, ironisnya ketika mereka membuat keputusan yang kontra dengan orang tua, hal ini tak jarang menyulutkan isu perdebatan anda dengan mereka. Keputusan tersebut dapat berkenaan dengan gaya hidup, memilih jurusan sekolah, hingga masalah pernikahan. Lantas apa yang harus anda lakukan ketika menghadapi masalah ini?

Berikut ada tips-tips bijak yang bisa anda lakukan.

1.    Ketahui Terlebih Dahulu Penyebabnya

Ketika anak memiliki keputusan yang kontra atau tidak sesuai dengan anda, sebelum mendebat atau memarahinya, ada baiknya ketahui terlebih dahulu apa alasan yang melatarbelakangi anak mengambil keputusan tersebut. Sumbernya mungkin saja tidak datang dari anak sendiri. Untuk itu selidiki terlebih dahulu apa alasannya, dengan meluangkan waktu untuk berbicara serius dengan emosi yang tetap terkontrol. Tanyakan pada anak sesungguhnya mengapa keputusan tersebut mereka ambil dan apa yang mereka harapkan setelah keputusan tersebut diambil. Setelah pendapat anak tersampaikan, barulah anda bisa mengkaji dan menimbang apakah keputusan tersebut bermanfaat untuk dirinya atau bahkan merugikannya.

2.    Sampaikan Pendapat Anda Dengan Bijak

Jika anda mendapati keputusan yang diambil oleh si anak kurang tepat atau bahkan tidak mendatangkan manfaat untuknya jangan dengan tiba-tiba menolak keputusan anak kemudian memarahinya. Kebanyakan anak mudah marah jika dilarang begitu saja tanpa ada alasan yang jelas dari orang tuanya. Untuk itu, sebelum memberikan keputusan ‘tidak’ untuk melarangnya. Sebaiknya utarakan pendapat anda mengapa keputusan yang mereka ambil anda tolak. Selain itu, anda juga dapat memberikan keputusan lain yang jauh lebih baik daripada keputusan yang hendak diambil oleh anak. Dengan begitu, selain mendapatkan penjelasan, anak juga bisa mempertimbangkan keputusan yang anda anjurkan dengan keputusan yang hendak mereka buat.

3.    Meminta Anak ntuk Kembali Memikirkannya

Emosi anak diusia remaja terkadang masih sangat labil. Keputusan yang mereka buat terkadang diambil karena emosi sesaat dan mereka tidak menyadarinya. Untuk itu, agar lebih bijak mintalah mereka untuk kembali memikirkan keputusan yang mereka ambil. Mintalah anak untuk membuat daftar dampak positif dan negatif jika keputusan tersebut mereka ambil. Jika hasilnya lebih banyak dampak negatif, tanpa menjelaskan pada mereka, anak akan menjadi lebih mengerti dan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Perdebatan antara anak dengan orang tua kerapkali disulut karena hal yang sepele. Jika anda tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh anak, jangan dahulu cepat melarang dan memarahinya. Berikan terlebih dahulu penjelasan dan sampaikan pendapat anda dengan bijak, mintalah mereka untuk memikirkan kembali keputusan tersebut dan mintalah ia membuatkan daftar dampak positif dan negatif ketika mereka mengambil keputusan tersebut. Dengan begitu, anak akan dapat kembali mempertimbangkan keputusan yang mereka ambil.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply