Beberapa Langkah Penanganan Mandiri Untuk Penyakit Asma

5/5 (1)

Asma Adalah suatu penyakit yang menyerang bagian saluran pernapasan yakni khususnya dibagian dinding rongga bronchiale yang menyempit akibat terjadinya peradangan atau inflamasi dibagian tersebut.

Kondisi seperti ini tentunya akan berpengaruh pada kondisi kesehatan si penderita yang akan membuat si penderita yang mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.

Penyakit asma sifatnya menahun dan sulit sekali untuk disembuhkan, pengobatan dan penatalaksanaan asma hanya ditujukan untuk mengurangi frekuensi penderita yang mengalami penyakit ini dan sering kambuh.

Hingga sampai saat ini, penyakit pernapasan yang satu ini belum diketahui secara jelas apa penyebabnya. Para ahli menemukan beberapa kasus penyakit asma yang menyerang pada anak dan orang dewasa, namun belum menemui kesepakatan mengenai penyebab pasti penyakit tersebut. Adapun hal ini dikarenakan setiap penderita penyakit asma memiliki perbedaan pada hal-hal yan dapat menyebabkan asma mereka kambuh atau muncul. Akan tetapi, secara umum penderita asma memiliki sistem pernapasan yang sangat sensitif terhadap beberapa zat atau partikel kecil semisal debu, asap, makanan, bulu hewan dan olahraga berat.

penanganan asma mandiri

Untuk para penderita asma, penting sekali untuk mereka mengetahui tanda dan gejala asma yang menyerang. Hal ini dikarenakan penyakit pernapasan ini akan dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak, orang dewasa dan juga ibu hamil. Adapun penyebab timbulnya penyakit ini secara umum bisa disebabkan akibat kepulan asap dilingkungan, makanan atau bahkan bagian dari faktor genetik.

Gejala penyakit asma yang umum muncul pada penderita biasanya disertai dengan bunyi napas (mengi), tidak seperti napas normal yang tidak menimulkan suara. Akan tetapi, tidak semua penderita asma yang mengalami kondisi nafas yan disertai dengan bunyi. Kondisi seperti ini pun akan disertai dengan sesak napas akibat saluran bronchiale terutama ketika cuaca dingin atau saat berada di ruangan lembab.

Jika penyakit asma menyerang anak-anak, umumnya gejala ini akan disertai dengan rasa gatal dibagian rongga dada dan leher yang menimbulkan kecemasan yang berlebih dan juga disertai keluarnya keringat secara berlebih. Dengan mengetahui beberapa tanda dan gejala timbulnya penyakit asma ini, maka penderita dapat mengetahui bagaimana penanganan yang tepat terhadap penyakit ini.

Jika mengingat kembali poin diatas, penyakit asma sifatnya akan dapat kambuh kapan saja, bahkan kondisi inilah yang seringkali membuat seorang penderita yang kewalahan untuk dapat menangani resiko serangan asma pada dirinya.

Untuk itulah, penanganan dan perawatan terhadap penyakit asma bukanlah suatu hal yang dapat sepenuhnya diberikan pada dokter pribadi anda. Adakalanya pada suatu waktu, dokter pribadi anda tidak akan terus-terusan menyertai semua aktivitas anda.

Dengan demikian, penanganan asma mandiri merupakan bagian penting dari perawatan dan penanganan asma, sehingga asma tidak akan dapat menyita waktu dan perhatian anda. Adapun maksud dari penanganan asma mandiri ini adalah upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk dapat mengontrol dan mengurangi resiko dari serangan asma itu sendiri. Hal ini biasa dikatakan sebagai tindakan pencegahan terjadinya asma kambuh bagi para penderita asma agar dapat menjalankan sejumlah rangakain metode pengobatan sesuai dengan tingkat asma masing-masing penderitanya. Tujuan utama dari penanganan mandiri ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup si penderita agar ketika mereka seorang diri, maka mereka sedapat mungkin mengendalikan serangan tersebut.

Dokter mungkin memberikan resep obat-obatan khusus untuk dikonsumsi secara rutin oleh si penderita asma, akan tetapi tugas meminimalkan resiko serangan asma dan perawatan diri adalah tanggung jawab besar untuk anda dan keluarga. Nah, untuk itulah penting sekali mempelajari beberapa trik penanganan asma mandiri agar kondisi penyakit ini tidk terus-terusan mengganggu kehidupan anda sehari-hari.

1. Ikuti Perintah Dokter

Langkah pertama dan menjadi bagian paling penting penanganan dan perawatan asma mandiri adalah dengan selalu mengikuti anjuran dan perintah dokter. Apa yang disarankan dan diberikan oleh ahli medis dalam perawatan penyakit pasiennya tentu dilakukan semata demi kebaikan dan kesehatan si pasien itu sendiri.

Untuk itu, saat dokter memberikan anda resep obat-obatan, maka jangan berhenti minum obat hariannya. Terutama menghentikan penggunaan obat-obatan karena anda sudah merasa lebih baik. Obat-obatan yang diberikan bisa jadi dimaksudkan untuk memantau kesehatan anda sehari-hari.

2. Hentikan Kebiasaan Merokok

Jika anda adalah seorang perokok yang sekaligus menderita penyakit asma. Maka tidak ada pilihan untuk anda selain daripada memberhentikan kebiasaan buruk anda. Asap rokok adalah musuh berat untuk para penderita asma, untuk itulah hentikan kebiasaan ini dengan segera, agar kondisi asma anda tidak menjadi parah.

3. Jaga Kebersihan Lingkungan

Debu, polusi, virus, bakteri dan jamur adalah salah satu penyebab asma kambuh yang paling utama. Untuk itulah, sedapat mungkin hindarkan lingkungan anda dari debu, virus, bakteri dan lain sebagainya. Usahakan agar rumah dan lingkungan anda bersih dari beberapa zat tersebut. Pastikan agar rumah anda selalu bersih dan disapu agar debu danuodara kotor bisa dibersihkan secara merata.

4. Singkirkan Karpet dan Tirai

Karpet dan tirai adalah media paling sering tempat kuman, jamur dan bakteri berkembang biak, apalagi jika dua properti ini jarang sekali dibersihkan dan dicuci. Untuk itulah, anda bisa mengantar dua properti ini ke laundry atau jika tidak digunakan sebaiknya tidak menggunakan peralatan ini agar penyebaran debu dan kuman penyebab asma kambuh tidak menyerang anda.

5. Perhatikan Kebersihan Bantal dan Pelengkapan Tidur

Beberapa peralatan dan perlengkapan tidur seperti bantal, guling dan selimut juga bagian dari tempat kuman dan bakteri menyebar. Jika bakteri dan kuman ini terhisap dan masuk ke saluran pernapasan, maka yang terjadi adalah asma akan dapat kambuh dan saluran pernapasan akan dapat mengalami penyempitan.

6. Gunakan Masker Atau Penutup

Mengingat penyebaran debu dan polusi bisa menyebar dimana-mana, maka mungkin akan cukup sulit bagi anda bisa menghindari beberapa tempat tersebut. Untuk itulah, sebagai pencegahan, maka gunakan masker atau syal untuk melindungi bagian hidung dan mulut agar bakteri tidak menjalar dan masuk ke bagian saluran pernapasan.

7. Hindari Pemicu Alergi

Penyebab asma bisa dipicu karena berbagai hal salah satunya akibat dari serangan alergi. Untuk itu, sebaiknya hindari beberapa penyebab alergi timbul seperti makanan pemicu alergi, udara dingin, debu dan polusi dan lain sebagainya.

Kondisi serangan asma memang seringkali menyiksa. Selain itu, tak selama pula penderita asma bisa menyerahkan tanggung jawab merawat asma kepada dokter pribadinya . Adakalanya waktu dimana anda tak berada dibawah pengawan dokter.

Untuk itu, penting sekali melakukan penanganan asma dengan mandiri agar anda bisa mengurangi gejala dan resiko serangan asma oleh anda sendiri. Semoga beberapa hal diatas diharapkan bisa membantu anda dalam meredakan resiko dari serangan asma yang bisa kambuh kapan saja dan dimana saja .

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply