Bahayakah Peningkatan Detak Jantung Saat Hamil?

5/5 (11)

Peningkatan detak jantung atau jantung berdebar pada saat anda hamil harus anda waspadai, meskipun setiap kondisi ibu hamil akan berbeda beda. Beberapa ibu hamil akan mengalami jantung yang berdebar bersama dengan gejala-gejala lain seperti kembung, sembelit bahkan sakit kepala. Dalam kondisi yang normal, jantung ibu hamil akan bekerja lebih berat dikarenaka adanya perubahan yang dialami oleh ibu selama kehamilan, salah satunya dikarenakan volume darah yang bertambah sekitar 40% dan juga dipengaruhi oleh peningkatan kadar hormon estrogen. Pada usia kehamilan memasuki trimester akhirkerja jantung akan semakin berat dan lebih cepat dalam memompa darah. Sehingga sering kali ibu hamil merasakan napas yang terengah-engah dan kelelahan pada usia kehamilan akhir.

Beberapa ibu hamil mengeluhkan terjadinya peningkatan detak jantung saat hamil setelah makan. Meskipun peningkatan detak jantung dianggap was-was oleh ibu hamil, akan tetapi hal yang harus anda ketahui adalah peningkatan volume darah pada ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan ibu dan janin sehingga mengkompensasi peningkatan volume darah dengan meningkatkan detak jantung dalam mendistribusikan volume darah sesuai dengan kebutuhan. Adapun detak jantung yang meningkat setelah anda makan dapat disebabkan oleh makanan yang mempunyai kaitan dengan peningkatan detak jantung yaitu Monosodium Glutamat (MSG) atau makanan lainnya.

Berikut adalah beberapa penyebab denyut jantung meningkat saat hamil :

1.  Asupan kafein yang berlebihan

Apabila anda pencinta kopi, sebaiknya anda mengurangi ketika anda sedang hamil. Minuman yang mengandung kafein seperi kopi dan teh akan menyebabkan detak jantung semakin cepat. Kafein akan meningkatkan gejala mirip kecemasan pada ibu hamil.

2.  Kekurangan magnesium

Apabila selama kehamilan anda kekurangan asupan magnesium maka sebaiknya segera penuhi asupan magnesium sesuai dengan kebutuhan harian. Salah satu penyebab jantung berdebar selama kehamilan adalah karena kekurangan magnesium yang ditandai dengan gejala mual dan muntah dipagi hari.

3.  Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi selama kehamilanan akan mengakibatkan terjadinya anemia. Selain membuat ibu hamil lemah, letih dan juga lesu, kekurangan zat besi akan mengakibatkan jantung berdebar selama kehamilan.

4.  Stres Fisik

Apabila wanita yang mengalami kelelahan selama kehamilan apalagi yang diakibatkan oleh beberapa pekerjaan yang mengakibatkan kelelahan secara fisik akan mengakibatkan beberapa gejala pusing dan jantung yang berdebar.

Bagi anda yang mengalami peningkatan detak jantung selama kehamilan sebaiknya diawasi secara intensif oleh dokter. Hal ini berhubungan dengan pemeriksaaan kesehatan dan untuk mengetahui penyebab utama dari peningkatan detak jantung pada ibu hamil. Apabila anda mengalami peningkatan detak jantung selama kehamilan disertai dengan beberapa gejala lainnya seperti sesak napas, nyeri dada sampai pingsan, hal ini merupakan tanda abnormal. Sehingga peningkatan detak jantung selama kehamilan akan dianggap berbahaya apabila anda tidak melakukan konsultasi dan pemeriksaan selama kehamilan, hal ini berhubungan dengan kondisi kesehatan masing masing ibu hamil yang berbeda. 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel