Awas! Efek Bahaya Dari Penggunaan Korset Jangka Panjang

5/5 (3)

Namun sayangnya, masalah yang kerap dihadapi adalah seseorang terkadang melupakan efek buruk yang bisa saja ditimbulkan dari sebuah tren mode. Dalam dunia medis sendiri korset hanya digunakan sesuai dengan kebutuhan saja dan bukan dugunakan sebagai aksesoris yang bisa dipakai setiap waktu. Korset juga tidak bisa digunakan oleh sembarang orang, khususnya mereka yang menderita hernia dan orang yang memiliki bekas luka. Pemakaian korset juga sebenarnya dapat menimbulkan sesak napas dan mengurangi aktivitas anda karena tidak nyaman saat bergerak. Selain itu, korset dapat menghambat masuknya cukup udara untuk mengisi paru-paru. Akibatnya, para penggunanya cenderung bernafas pendek dan hanya mencapai bagain atas paru-parunya hingga menyebabkan munculnya lendir dan batuk.

Sering berjalannya waktu, penggunaan korset dalam jangka panjang membuat otot-otot punggung dibagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang dikenakan. Hal tersebut tentu saja berpengaruh pada terhentinya pertumbuhan tulang belakang karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup. Dokter memprediksikan resiko paling parah yang dapat ditimbulkan dari pemakaian korset jangka panjang adalah chlorosis (greensickness) dengan ditandai kulit menjadi putih kehijauan yang diakibatkan karena adanya gangguan empedu. Selain itu seorang dokter Manish Motwani ahli bedah laparoskopi menjelaskan penggunaan korset juga akan menyebkan radang kulit, seperti kulit menjadi kemerahan. Efek buruknya juga dapat terjadi pada tulang rusuk yang bisa saja memicu retaknya tulang akibat adanya tekanan yang begitu tinggi dari penggunaan korset yang begitu ketat.

Beberapa resiko serius lainnya juga mungkin terjadi, seperti terjadinya penurunan otot perut, usus bisa tertekan, terjadinya kompresi pada rongga dada yang dapat berpengaruh pada lambung dan hati, penurunan kapasitas paru-paru hingga terjadinya kelainan bentuk fisik, seperti tekanan yang terjadi pada perut yang dapat menyebabkan benjolan pada perut. Untuk itu, hal yang paling penting untuk diingat adalah sebaiknya mulai saat ini kurangi intensitas terhadap penggunaan korset. Atau jika tidak, sebaiknya sebelum menggunakan korset pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh anda serta usahakan untuk mengistirahatkan tubuh anda setelah pemakaian korset yang berjam-jam. Mulailah berlatih mengatur napas pendek supaya asupan oksigen pada tubuh anda tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya akan berpengaruh pada penurunan fungsi dari jaringan atau organ dalam tubuh anda.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply