Astaga, Bayi Terkecil di Dunia Hanya 10 ons

Kelahiran bayi slealu menjadi perhatian banyak orang, diantaranya adalah pertanyaan mirip siapa dan berat badan bayi yang baru lahir. Apakah anda mengalami pertanyaan tersebut? Lalu bagaimana dengan kisah yang satu ini terlahir dengan berat badan hanya 10 ons, inilah kisahnya.

Berat badan ideal bayi yang baru lahir berbeda-beda. Di Eropa- Amerika yang memiliki standar berat badan bayi ideal 2,5 hingga 4 kg. Sedangkan di Indonesia dokter sepakat antara 2,5-3,5 kg. Kondisi ini tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah nutrisi ibu hamil, riwayat kesehatan hingga kondisi selama kehamilan. Lalu bagaimana dengan berat badan bayi yang cukup rendah saat kelahiran?

Seorang bayi baru-baru ini terlahir ke dunia dengan berat badan yang cukup kecil. Bahkan bayi yang diberi nama E’layah Faith Pegues dijuluki sebagai bayi yang terkecil di dunia. Bayi yang lahir dengan panjang 10 inci dan berat hanya 10 ons. Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 3 bulan, bayi yang dijuluki bayi terkecil di dunia ini boleh pulang ke rumah.

6

Tim dokter yang membantu proses persalinan Megan Smith, ibu E’layah mengakui bahwa bayi ini memiliki bobot yang paling kecil bahkan mungkin paling kecil di dunia. Pada masa kehamilan Megan seringkali mengalami masalah, morning sickness yang tidak umum, preeklamsia dan juga dua kali mengalami serangan stroke. Selama kehamilan Megan mendapatkan penanganan khusus dari tim dokter untuk mengatasi keluhan kehamilannya.

Megan yang mendapatkan penanganan media pada bulan Agustus berusaha untuk menjalankan kehamilan dengan kuat. Bahkan ia menjalankan bed rest dan bedah caesar sebulan setalah ia mengalami keluhan kehamilannya. Pada bulan September dokter menghkawatirkan kondisi kandungan yang berhenti bergerak, sehingga dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar dengan kondisi E’layah 10 inci dengan berat yang cukup kecil.
Seperti yang dilansi di laman Goodhousekeeping, E’layah yang mendapat julukan bayi terkecil di dunia dengan berat badan hanya 10 ons ini mendapatkan penanganan eksklusif. Bahkan ibunya juga lebih dulu mengalami kondisi yang cukup berat ketika mengandung E’layah. Tim dokter sudah memberikan yang terbaik untuk persalinan dan kondisi E’layah pada saat itu namun Megan dan suami tetap semangat untuk mewujudan harapan terbaik membesarkan E’layah.

Tim dokter yang membantu proses persalinan E’layah mengungkapkan kemampuannya pada Megan. Seperti yang dikutip dalam laman Goodhousekeeping, dokter Andrew Herman yang bekerja di rumah sakit tempat E’layah dilahirkan, Levine Children Hospital mengatakan bahwa E’layah sudah diberikan yang terbaik bahkan sudah sampai pada batas yang bisa dilakukan teknologi yang ada di rumah sakit tersebut.

Megan dan suaminya yaitu Eric Pegues tidak menyerah berharap E’layah mendapatkan yang terbaik di rumah sakit Levine Children. Bahkan pasangan tersebut tidak hentinya untuk tetap menemani dan mendampingi putrinya. Bahkan dalam sebuah blog Carolinas HealthCare System, Megan menulis rasa semangat untuk tetap mendampingi putri kecilnya hingga ia pulih. Bahkan ia menolak kemungkinan yang dokter berikan, ia tetap percaya bahwa anaknya akan Faith sama seperti nama tengah yang diberikan pada buah hati tercintanya.

Harapan besar dari orangtuanya kini berbuah hasil, setelah menjalani perawatan intensif selama 3 bulan E’layah dilepas dari alat bantu pernapasan, tidak lagi diberi transfusi darah bahkan E’layah tanpa ada komplikasi yang berkembang karena sistem organ yang belum siap. Kini bobot badan E’layah sudah mencapai lima kali dari berat badan saat ia dilahirkan.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel