Apa Itu Kolesterol Tinggi | Penyebab, Gejala & Bahayanya

Mungkin banyak diantara kita yang mengalami kolesterol tinggi. Tentunya, kondisi tersebut membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan juga sangat menyiksa. Kolesterol tinggi pada umumnya terjadi pada orang yang sudah memasuki usia senja. Kolesterol tentunya terjadi dan tentu disebabkan oleh beberapa faktor yang pastinya berhubungan dengan gaya  hidup ornag tersebut.

MUngkin selama ini kolesterol dianggap sebagai salah satu penyakit yang menyerang tubuh manusia dan dianggap sebagai kondisi yang negatif. Padahal, perlu Anda tahu bahwa sebenarnya kolesterol diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi hormon seperti hormon kortisol, estrogen dan juga testosteron. Semua hormon tersebut memang sangat dibutuhkan dalam membantu memperlancar pencernaan dan juga berhubungan dengan sistem reproduksi wanita. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kolesterol? Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Apa Itu Kolesterol?

Karena sering dianggap kondisi yang negatif, banyak orang yang kerap kali menghindari makanan yang mengandung kolesterol. Namun, hal tersebut bukanlah tidak selamanya benar dimana kolesterol memang senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh. Lebih lenjut lagi kolesterol merupakan lilin seperti lemak yang ditemukan di dalam semua sel tubuh. Barngakli, hampir setiap ornag mengganggap bahwa kolesterol memang harus dihindari karena bisa mengakibatkan penyakit yang serius.

Senyawa kolesterol ini tentunya dibutuhakn oleh tubuh untuk membuat hormon, vitamin D dan juga asam empedu. Di dalam tubuh sebenarnya bisa memproduksi semua zat ini, namun tentu menghasilkan jumlah yang sedikit. Kolesterol yang tinggi memang dihasilkan dari beberapa makanan yang mengandung banyak lemak.

Dalam kondisi ini tentunya hati akan memproduksi lebih banyak lemak terutama jika Anda mengonsumsi makanan lemak jenuh dan juga lemak trans. Inilah yang membuat kolesterol di dalam darah menjadi sangat tinggi. Kolesterol juga dapat dikatakan sebagai jenis khusus lipid yang disebut dengan steroid. Steroid di sini ialah lipid yang memiliki struktur khusus yang terdiri dari 4 cincin atom karbon. Semua hormon steroid ini tentunya terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol.

Apa Itu Kolesterol Tinggi?

Untuk membedakan Anda akan definisi dari kolesterol ini tentunya kolesterol dengan kadar yang tinggi memang pantas dianggap sebagai hal negatif. Hal negatif yang terjadi pada kolesterol ialah bertambahnya kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol ini tentunya dipicu oleh makanan yang tidak sehat dan juga mengandung banyak lemak.

Beberapa pola makan dan juga kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan bisa menjadi pemicu timbulnya kolesterol tinggi di dalam tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh dapat memicu munculnya penyakit lain yang lebih serius sehingga memang kolesterol wajib untuk Anda hindari sebisa mungkin. Namun, tidak semua kadar kolesterol memiliki efek yang buruk bagi tubuh. Hanya beberapa jenis kolesterol yang memiliki dampak yang negatif bagi tubuh.

Jenis kolesterol seperti LDL tentunya berakibat buruk pada kesehatan. Sedangkan kolesterol jenis HDL ialah jenis kolesterol yang bsia melarutkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Perlu Anda tahu bahwa batas kadar kolesterol di dalam tubuh ialah sekitar 160-200 mg. Tubuh memang sangat memerlukan koletserol, namun jika kadar lemak yang masuk ke dalam tubuh tinggi, tentunya ini akan berdampak buruk pada kesehatan Anda. Selain itu, kolesterol juga ditremukan di beberapa makanan yang mungkin Anda konsumsi sehari-hari.

Intinya kolesterol yang tinggi ialah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki kadar lemak jahat yang terlalu banyak di dalam darah. Kondisi tingginya kadar lemak di dalam darah tentunya ditandai dengan berbagai gejala yang tentu membuat kita menjadi cukup khawatir. Biasanya, orang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami penyakit serius lainnya seperti penyakit jantung dan juga asam urat yang tentu sangat menyiksa Anda dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hal ini dikarenakan tingginya tingkat kolesterol LDL di dalam darah akan sagat besar kemungkinan bagi Anda untuk memicu penyakit jantung. Sedangkan semakin tingginya kadar kolesterol HDL di dalam darah, maka sangat sedikit pula kemungkinan Anda untuk mengalami penyakit jantung. Pada umumnya, kolesterol bisa menyebabkan penyakit jantung koroner yakni suatu kondisi dimana plak naik ke dalam arteri koroner (jantung). Plak di sini yaitu kolesterol, lemak, kalsium dan juga zat lainnya yang memang ditermukan di dalam darah.

Perbedaaan Antara LDL dan HDL?

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa kolesterol memang menjadi salahs atu senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh. Terdapat dua jenis kolesterol yaitu LDL dan juga HDL. Bagaimanapun juga kolesterol bergerak melalui aliran darah dan membentuk lipoprotein. Perlu Anda tahu bahwa lipoprotein terbentuk dari lemak di bagian dalamnya dan juga protein di bagian luarnya. Untuk itu, ada dua jenis lipoperotein yang banyak dikenal dengan dua jenis kolesterol, diantaranya:

Low Density Lipoprotein (LDL)

Jenis lipoprotein yang pertama disebuat-sebut sebagai jenis kolesterol yang jahat. Terjadinya penumpukan LDL yang tinggi di dalam tubuh tentu menyebabkan pembuluh darah arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh menjadi tersumbat. Akibatnya jiak terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, maka akan menyebabkan timbulnya penyakit stroke dan juga penyakit jantung.

High Density Lipoprotein (HDL)

Jenis lipoperotein ini tentunya kebalikannya dari LDL dimana dikenal dengan kolesterol yang baik. HDL ini memiliki peran dalam membawa kolesterol dari bagian tubuh lain kembali ke hati. Kemudia di dalam hati, zat ini akan pecah dan dihilangkan oleh tiubuh. Jika jumlah HDL lebih banyak dibandingkan dengan jumlah LDL, maka ini memang sangat baik karena bisa membantu Anda mencegah dari timbulnya penyakit jantung serta mencegah penyakit kronis lainnya.

Kadar Normal Kolesterol Di Dalam Tubuh

Setelah kita mengetahui bahwa kondisi yang dianggap negatif ialah adanya kondisi dimana kadar kolesterol di dalam tubuh tinggi. Bagaimanapun untuk mengetahui kada kolesterol yang ada di dalam tubuh harus dilakukan dengan tes darah dan tidak bisa hanya diterka begitu saja. Lantas, berapakah kadar kolesterol normal yang dibutuhkan oleh tubuh?

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui akan kadar kolesterol di dalam tubuh. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengetahui apakah kadar kolesterol kita tinggi ataukah rendah. Inti dari memeriksakan kadar kolesterol ialah untuk mencegah munculnya penyakit kronis lainnya yang dipicu oleh kadar kolesterol yang tinggi.

Alangkah baiknya jika kadar kolesterol di dalam darah di cek minimal 3 bulan sekali pada usia di atas 40 tahun, sedangkan untuk usia 20 tahun cukup dilakukan cek kadar kolesterol setiap satu tahun sekali. Hal ini memang faktanya bahwa usia di atas 40 tahun memang sangat berisiko terkena kadar kolesterol yang cukup tinggi. Tes yang kerap dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah disebut dengan tes profil lipid. Tes ini nantinya akan menunjukkan jumlah kolesterol total yang ada di dalam tubuh.

Dalam tes ini tentunya akan memperlihatkan jumlah LDL, HDL dan juga jumlah trigliserida. Berikut rincian akan hasil dari setiap jenis tes, diantaranya:

Kadar kolesterol total

Hasil tes yang pertama tentunya akan memperlihatkan akan kadar kolesterol total. Kadar kolesterol yang normal tentunya kurang dari 200mg/dl termasuk dalam kategori tinggi bila kadar kolesterolnya mencapai 240 mg/dl ataupun lebih.

Kadar LDL

Kadar LDL yang baik dan juga normal tentunya kurang dari 100mg/dl, jika jumlah kadar LDL di dalam tubuh lebih dari 100mg/dl. Maka kondisi ini sangat berbahay bagi kesehatan tubuh manusia terlebih jika kadarnya mencapai 160mg/dl.

Kadar HDL

Kadar HDl yang baik dan juga normal di dalam tubuh tentunya sekiatr 40 mg/dl ataupun lebih. Jumlah ini tentunya dapat dikatakan rendah bila kurang dari 40 mg/dl.

Kadar trigliserida

Kadar terakhir yang dicek di dalam tes profil lipid ialah untuk mengetahui kadar trigliserida. Kadar trigliserida yang baik dan juga normal tentunya kurang dari 150 mg/dl. Jumlah ini tentunya termasuk ke dalam kategori tinggi jika kadar trigliserida tersebut mencapai 200 mg/dl.

Penyebab Kadar Kolesterol Tinggi

Tentunya, kadar kolesterol yang tinggi bukan tanpa sebab, melainkan adanya  beberapa faktor yang tentu memililki pengaruh besar dalam meningkatakn kadar kolesterol di dalam darah menjadi meningkat. Tingginya kolesterol tentunya bisa diakibatkan oleh tiggi kadar LDL yang merupakan jenis dari kolesterol yang jahat di dalam darah. Apakah Anda termasuk pada orang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi? Jika iya, memang perlu bagi Anda untuk mengetahui penyebab dari kadar kolesterol yang tinggi agar bisa mencegah penyakit tersebut lebih baik.

Tingginya kadar kolesterol di dalam darah tentunya bisa menyebabkan penyakit lain. Selain itu banyaknya plak yang terdiri dari kolesterol, kalsium, lemak, kalsium dan juga zat lainnya bisa terbentuk di dalam pembuluh darah dikarenakan kadar LDL yang cukup tinggi. Kondisi ini tentunya disebut dengan aterosklerosis yang bisa menyumbat aliran darah sehingga menyebabkan timbulnya penyakit jantung.

Oleh karena itu, kami sajikan beberapa penyebab kadar kolesterol tinggi di dalam darah seperti pada berikut ini:

Usia

Penyebab utama yang bisa memicu tingginya kadar kolesterol di dalam darah ialah usia. Semakin tuanya usia seseorang, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mengalami kadar kolesterol yang cukup tinggi. Kondisi ini tentunya dipengaruhi oleh adanya perubahan fungsi dan juga sistem metabolisme di dalam tubuh yang semakin menurun. Maka, tidak heran jika orang yang sudah lanjut usia akan memiliki LDL lebih besar dibandingkan dengan HDL sehingga mereka lebih berisiko mengalama penyakit kolesterol. Perlu Anda tahu bahwa kadar LDL akan lebih meningkat jika seseorang sudah memasuki usia 20 tahun ke atas.

Makanan yang Anda konsumsi

Makanan yang biasa Anda konsumsi tentunya sangat berpengaruh pada kadar lemak di dalam darah Anda. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dan juga lemak jenuh tentunya dapat menyebabkan kadar LDL menjadi meningkat. Jenis makanan yang mengandung lemak tinggi diantaranya ayam dengan kulit, fast food, daging berlemak dan juga gorengan. Hal ini dikarenakan kadar lemak yang tinggi disebabkan oleh lemak jenuh yang ada di dalam minyak yang sudah dipakai berapa kali penggorengan.

Kurang olahraga

Melakukan gerak dan juga olah tubuh memang menjadi salah satu hal yang bisa Anda lakukan. Olahraga memang kerap dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit di dalam tubuh. Olahraga tentunya bisa membantu Anda untuk meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL di dalam tubuh. Jika Anda tidak sama sekali melakukan olahraga, maka tidak menutup kemungkinan Anda untuk mengalami kadar kolesterol yang cukup tinggi. Selain itu, olahraga juga bisa meningkatkan ukukran partikel yang tentunya bisa membentuk LDL.

Memiliki berat badan berlebih

Jika Anda termasuk orang mempunyai berat badan yang berlebih, tentunya Anda akan memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami yang namanya kadar kolesterol yang tinggi. Hal ini dikarenakan pada orang yang obesitas akan sangat memungkinkan terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh, tidak terkecuali juga lemak di dalam darah. Jika lemak di dalam darah meningkat, maka kolesterol dengan kadar yang tinggi juga bisa Anda alami.

Faktor genetika

Dalam hal ini penyebab tingginya kolesterol di dalam darah tidak bisa dipisahkan dari faktor genetik. Hal ini mungkin karena adanya hubungan darah di dalam keluarga tersebut. Jika anggota keluarga misalnya ayah ataupun ibu yang memiliki penyakit kolesterol, maka sangat besar kemungkinan Anda juga mengalami kadar kolesterol yang tinggi. Banyak orang yang menganggap bahwa ini merupakan faktor keturunan yang dapat terjadi. Namun, jika Anda pintar dalam menjaga pola makan, maka kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami yang namanya kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah.

Gejala Kadar Kolesterol Tinggi

Gejala yang kemungkinan timbul dari kadar kolesterol yang tinggi tentunya bsia ditandai dengan berbagai ciri. Banyak orang yang bahkan mengganggap bahwa gejala yang mereka rasakan bukanlah ciri dari tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh. Hal ini pada umumnya terjadi pada orang yang tidak pernah memeriksakan diri ke dokter ataupun di cek darah untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam tubuh.

Biasanya mereka mengetahui jika kadar kolesterol di dalam tubuh tinggi jika sudah disertai dengan gejala penyakit lain yang lebih serius seperti penyakit koroner, stroke dan juga serangan jantung. Pada umumnya tidak ada tanda ataupun gejala khusus yang ditimbulkan pada seseorang yang mengalami kadar kolesterol yang tinggi. Namun, beberapa gejala berikut ini bsia menjadi ciri bahwa Anda mengalami kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah,, diantaranya:

Kesemutan

Gejala pertama yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana kolesterol Anda tinggi ialah seringnya Anda mengalami kesemutan. Pada umumnya kesemutan sering terjadi ketika Anda duduk dalam waktu yang cukup lama.

Nyeri punggung dan leher

Rasa nyeri atau sering pegal pada bagian leher dan juga punggung bisa menjadi salah satu gejala dimana kadar kolesterol Anda tinggi. Kondisi ini tentunya bisa memicu penyakit lain dan juga gejalan penyakit lain seperti tekanan darah tinggi yang kebetulan muncul secara bersamaan.

Sering nyeri tubuh atau lelah

Rasa lelah dan juga nyeri pada seluruh tubuh tentunya diakibatkan oleh kurangnya aliran darah dan juga oksigen ke seluruh tubuh. Maka, kondisi ini menyebabkan seluruh bagian tubuh menjadi lemah sehingga timbul rasa pegal dan juga lelah.

Sakit pada area tangan dan kaki

Gejala yang lebih mendasari sebagai tanda tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh ialah rasa sakit pada bagian tangan dan juga kaki. Hal ini juga dikarekan asupan darah dan juga oksigen ke area tangan dan kaki menjadi terhambat.

Sakit kepala

Selain menjadi beberapa tanda dari penyakit yang serius, ternyata sakit kepala juga bisa menjadi salah satu indikasi dimana kadar kolesterol di dalam darah meningkat. Hal ini tentu membuat asupan darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang sehingga tidak heran jika terjadi rasa sakit kepala yang cukup berat.

Cara Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi

Setelah kita mengetahui akan penyebab kadar kolesterol yang tinggi, tentu kita juga tidak bisa lepas dari bagaimana cara kita untuk menurunkan kadar kolesterol tersebut di dalam darah. Anda tentunya bisa menurunkan kadar LDL di dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan kadar HDL di dalam tubuh. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kolesterol yang tinggi, diantaranya:

Menurunkan berat badan

Cara pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan menurunkan berat badan. Berat badan yang stabil memang memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan yang besar (obesitas). Hal ini tentunya orang yang memiliki berat badan berlebih akan rentan mengalami kadar LDL yang tinggi.

Agar Anda terhindar dari kadar kolesterol yang tinggi, alangkah baiknya jika Anda menurunkan berat badan dengan melakukan diet sehat. Tentunya, Anda tidak perlu menurunkan berat badan sampai kurus, cukup dengan turunkan berat badan sampai mencapai berat badan normal. Dalam hal ini penurunan berat badan cukup hanya 5 kg saja untuk mengurangi kadar kolesterol sampai dengan 8%. Penting bagi Anda untuk menurunkan berat badan dengan melakukan olahraga kardio untuk menghilangkan lemak serta lakukanlah diet yang sehat agar terhindar dari efek buruk diet.

Ubahlah pola makan Anda

Tentunya, salah satu yang bisa mempengaruhi meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah ialah pola makan yang tidak tepat dan juga apa yang Anda konsumsi. Untuk itu, memang penting bagi Anda untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak agar kadar HDL meningkat dan kadar LDL menurun. Alangkah baiknya jika Anda menghindari makanan yang banyak mengandung lemak trans tinggi dan juga lemak jenuh. Hal ini dikarenakan kedua jenis lemak ini bisa meningkatkan kadar LDL di dalam darah. Jenis makanan tertentu yang bisa meningkatkan kadar LDL di dalam darah diantaranya gorengan, makanan berminyak, susu yang tinggi lemak, mentega, krim, jeroan, daging berlemak dan juga lain-lain.

Berhenti merokok

Ini tentunya menjadi salah satu kebiasaan yang banyak dianggap sebagai hal yang wajar. Namun ternyata kebiasaan merokok ini memiliki peluang yang cukup besar dalam meningkatkan kadar LDL di dalam darah. Hal ini dikarenakan zat nikotin dan juga tar yang ada di dalam rokok dapat berpotensi menurunkan kadar HDL sehingga kadar LDL menjadi sangat tinggi. Selain itu, merokok juga bisa melukai dinding pembuluh darah Anda. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu Anda menghindarkan diri dari penyakit kolesterol.

Jangan Stres

Stres tentunya bisa memicu ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Jika hormon di dalam tubuh tidak stabil, maka besar kemungkinan terjadinya peningkatan kadar LDL di dalam darah. Untuk itu, hindari faktor-faktor yang dapat membuat Anda stres dengan melakukan berbagai aktivitas positif sehingga bisa membuat Anda menjadi lebih tenang. Jika memang diperlukan, Anda bisa mencukupi tidur Anda dan melakukan aktivitas yang Anda sukai seperti piknik, menonton di bioskop, berenang bahkan hiking.

Lakukanlah olahraga yang teratur

Bagi Anda yang tidak suka olahraga mungkin ini menjadi satu permasalahan yang cukup besar dimana kadar kolesterol di dalam darah bisa diatasi dengan melakukkan olahraga secara rutin dan juga teratur. Dalam hal ini olahraga memang memiliki peran dalam menurunkan berat badan dan juga membuat tubuh menjadi lebih bugar. Terlebih jika Anda melakukan olahraga secara teratur, maka dapat dipastikan Anda bsia menghindarkan diri dari kadar kolesterol yang tinggi. Lakukan olahraga setidaknya 30 menit perhari ataupun 120 menit selama seminggu agar Anda bisa merasakan manfaat yang lebih dari olahraga yang Anda lakukan.

Bahaya Jika Kolesterol Tidak Diobati

Bagaimanapun juga, kolesterol yang tinggi jika tidak segera diobati akan memicu timbulnya penyakit lain yang lebih serius. Koadar kolesterol yang tinggi tentunya bisa menyebabkan aterosklerosis yakni penumpukan plak dapat terjadi di dinding pembuluh darah arteri. Kondisi semacam ini tentunya bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah sebagian dan juga seluruhnya sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Hal ini jika aterosklerosis terjadi di dalam pembuluh darah arteri yang biasa memasok darah ke jantung, tentunya Anda akan merasa nyeri dada dan juga gejala penyakit jantung koroner lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu plak tersebut bisa pecah sehingga dapat memicu gumpalan darah terbentuk di permukaan plak. Tentu saja, jika gumpalan darah tersebut cukup besar, ia akan menghalangi aliran darah yang akan menuju jantung sehingga membuat otot-otot jantung kekurangan oksigen. Tidak lama lagi jika kondisi ini terus berlangsung, maka bagian jantung akan mulai mati dan serangan jantung mendadak juga akan terjadi.

Plak yang terbentuk di dalam pembuluh darah arteri pada bagian tubuh lain ialah pembuluh darah arteri. Pembuluh darah ini tentunya membawa darah yang kaya akan oksigen ke otak dan juga bagian tubuh lainnya. Hal ini tentunya bisa menyebabkan aliran darah menjadi sangat tersumbat dan mengakibatkan masalah lain diantaranya penyakit arteri perifer, stroke, penyakit arteri karotid dan juga penyakit lainnya.

Perlukah Meminum Obat Anti Kolesterol?

Jika Anda sedang mengalami tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh. Tentunya, Anda sudah mulai mencari tahu apakah Anda perlu meminum obat penurun kadar kolesterol ataukah tidak. Banyak orang yang mengalami kadar kolesterol yang tinggi diatasi dengan meminum obat penurun kolesterol. Hal ini memang sangat direkomendasikan bagi Anda.

Selain mengubah gaya hidup dan juga kebiasaan buruk Anda, maka alangkah baiknya jika Anda juga menyertai langkah Anda dengan meminum obat anti kolesterol. Obat anti kolesterol ini tentunya memiliki kinerja menurunkan kadar LDL di dalam darah dengan sangat cepat dibandingkan dengan cara lainnya. Anda juga tentunya bisa memeriksa asupan lemak dengan menurunkan kadar LDL sebesar 10%. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang lebih senang mengonsumsi obat kolesterol dibandingkan dengan cara lain dalam menurunkan kadar kolesterol.

Obat kolesterol ini tentunya bekerja dengan cara menghalangi zat dan juga senyawa yang dibutuhkan tubuh sehingga membuatnya bergerak. Hal ini tentunya mengurangi kadar trigliserida di dalam tubuh sehingga membantu menyerap kolesterol dan membuangnya dari dalam tubuh. Beberapa obat kolesterol yang biasa digunakan ialah statin, atorvastatin, simvastatin, lovastatin, rosuvastatin dan pravastatin.

Menjaga pola makan dan juga kebiasaan buruk tentunya bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya kolesterol yang tinggi. Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai apa itu kolesterol, penyebab terjadinya kolesterol, gejala serta cara mengobatinya. Semoga bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel